Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

152 [Iblis Menyesatkan Manusia dengan Kejahatan yang Terasa Indah]

  Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.” (QS.Al-Hijr: 39-40) Iblis sudah mendeklarasikan dirinya akan menggoda dan menyesatkan keturunan Adam as. Bahkan telah meminta garansi waktu upaya penyesatan itu dalam jangka panjang hingga hari kiamat. Manusia sebenarnya harus sadar, bahwa pernyataan perang Iblis itu bukan main-main dan dianggap sepele. Mereka akan menggunakan segala sumberdaya dan cara. Mode nampak bahkan jalur kasat mata. Rayuan Iblis selalu menggoda, memoles kejahatan dalam rupa yang indah, memuaskan nafsu, menghadirkan kegembiraan semu bila disadari. Melawan perang yang tak sebanding dengan makhluk satu ini tentu akan membuat kewalahan. Namun, ada satu senjata yang ditakuti mereka. Menjadi hamba-hamba Allah swt yang ikhlas. Cordova StreetA...

151 [KUAT BERSAMA-NYA]

  Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat tersungkur itu? Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan, tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti. Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat. “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah) Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan sema...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...

149 [SEPASANG SEPATU SERASI]

  Pasangan paling serasi seperti sepasang sepatu. Bentuknya tidak sama persis. Bahkan berkebalikan, kanan dan kiri. Tidak pernah berganti posisi, tapi selalu melengkapi, Tak pernah iri ingin menjadi kanan dan merasa rendah menjadi kiri. Kalau jalan tidak pernah kompak, tapi tujuannya sama melangkah. Tak pernah melangkah bersamaan keduanya, selalu bergantian seirama. Bila yang satu hilang, yang satu lagi tak berarti. Karena mereka ditakdirkan untuk sepasang. Cordova Street, A-03, 28 Juni 2026 #Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_28 #Sepasang #Sepatu #Serasi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi @gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring www.rehatiwan.blogspot.com

148 [JUNI EMPAT PRESIDEN]

  Saya pada awalnya sama dengan kebanyakan orang lainnya, hanya melabeli bulan Juni sebagai bulang Bung Karno. Sebabnya jelas, Presiden pertama RI itu lahir, wafat dan berpidato tentang Pancasila pada bulan Juni. Ternyata kemudian baru sadar tiga Presiden lainnya juga lahir pada bulan Juni. Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Ia menjabat Presiden sejak 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967. Si Bung Besar berpidato tentang Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Ia wafat pada usia 69 tahun di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tanggal 21 Juni 1970. Presiden paling lama menjabat tak lain adalah Jenderal Besar Soeharto. Ia menjabat sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Lahir di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Presiden kedua RI ini tutup usia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie, men...

147 [RAPEL KOMITMEN]

  Pernah mendengar ada yang mendapatkan rapel gaji? Iya, mereka yang mengalami penundaan penerimaan gaji dari jadwal yang sebenarnya. Berupa pembiayaan selisih gaji atau tunjangan dari periode sebelumnya yang tertunda dan dibayarkan sekaligus kemudian. Jika gaji merupakan hak seseorang, pernah dengar juga gak terkait rapel kewajiban? Seperti rapel bayar iuran kuliah atau rapel bayar pajak. Atau pernah rapel tugas? Menyelesaikan atau mengumpulkan beberapa tugas sekaligus yang tertunda dalam satu waktu. Pekan ketiga Gerimis 30 hari saya kena virus tidak semangat memposting tulisan. Bukan tidak ada ide atau waktu, lebih pada malas membuat gambar postingan dengan template yang sudah dibuat sendiri. Walau itu bukan hal wajib. Bahkan tidak menulis penuh 30 hari juga tidak masalah, tidak ada sanksi. Ini lebih pada komitmen pribadi menuntaskan 30 hari menulis selama bulan Juni. Tidak semua teman media sosial juga tau. Bagaimana komitmen pada diri sendiri, hal itu akan melatih tanggu...

146 [BAHAGIA TERGANTUNG PIKIRAN] Salam Pagi 197

  Assalamu'alaikum Pagi "Kebahagiaan hidup tergantung pada kualitas pikiran Anda" (Marcus Aurelius) Saat memulai segalanya pagi ini, apa yang ada dalam pikiran kita? Hari akan menyebalkan dengan agenda yang banyak dan dikejar deadline . Atau hari penuh tantangan yang harus dilewati karena akan mematangkan diri dan kesempatan itu jarang diberikan pada orang lain. Hari ini begitu-gitu aja, percuma berusaha ujung-ujungnya kembali begitu karena kita bukan siapa-siapa dihadapan mereka yang berkuasa. Atau bila tak bisa berbuat yang wah minimal kita harus berbuat apa-apa yang menandakan kita masih hidup dan melawan seadanya, tak dianggap menyerah dan pasrah membiarkan intimidasi dan penindasan. Berprasangka baiklah sejak dalam pikiran. Akan membuat hati tenang dan senang. Hingga menjalani hari selalu dalam ruang-ruang positif. Dalam sebuah hadis Qudsi Allah swt berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku, Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.” Kualitas pikiran akan m...

145 [HEALING DENGAN NOSTALGIA SEJARAH]

  "Jadilah seorang yang bersikap sederhana dalam semua urusan, niscaya Anda akan mendapatkan kebahagiaan." (Aidh Al-Qarni) Malam sudah memasuki waktu Isya saat motor saya sampai ke kediaman Bang Muhammad Sapwan . Dengan bersarung dan senyum khasnya menyambut hangat. Tahun ini genap satu dekade pertemanan kami sejak 2016 silam. Sepekan sudah saya tak memposting tulisan panjang. Banyak ide yang benar-benar saya catat, sejumlah hari yang terlewat. Cuma malas menuntaskannya itu jadi virus yang hinggap dan perlu dilawan. Dengan alasan mau cicipi Kings Coffee racikan beliau dan minta buku "Ampenan Kota Tua" karya beliau 12 tahun lalu, saya mau healing dan minta tausyiah literasi darinya. Obrolan kami random mengalir begitu saja. Mulai dari Kota Tua Ampenan, perkopian, koleksi uang jadul, arsip dan foto sejarah, desa yang menjadi sentra sejarah di Mataram dan Sesela pada masa silam. Hingga orang tua yang masih ditemukan memikul gerabah menjualkannya keliling kota Ma...

144 [MENGHADIRKAN BAHAGIA]

  "Sebagian orang mengejar kebahagiaan. Sebagian yang lain menghadirkannya." Alhamdulillah di tanggal dan bulan yang sama, saya setahun lalu kopi darat bareng Bang Herwan Kjt di berugak ini. Janjian, sepakat bisa saat itu, langsung jos. Dan akhirnya terlaksana. Biasanya ke sana ke sini memburu kebahagiaan. Saatnya kebalikannya, perbanyak ruang kegembiraan agar sekitar mendapat manfaat dan orang-orang datang mendekat merasakannya. Baru duduk saya disuguhi sarapan oleh beliau. Nasinya masih panas mengepul, nikmatnya. Usai itu sambil menyicipi jajan lupis, kami menyeruput kopi. Kopinya bukan sembarang kopi sevel, kopi herbal tujuh elemen. Tentu beliau dan saya bahagia dengan perjumpaan ini. Begitulah cara kecil menghadirkan kebahagiaan. Kebahagiaan, jangan terlalu sering memburunya, nanti akan melupakan batasan. Buatlah sebanyak mungkin ruang kebahagiaan dimana kita dan sesama bisa datang menikmati dengan apa adanya.(*) Cordova Street, A-03, 23 Juni 2026 #Geri...

143 [BERJUANG KARENA UANG]

  Setelah uang habis, mereka akan terkikis dari jalan perjuangan. Kesetiaannya hanya seumur durasi nasi bungkus habis dilahapnya. Ketaatannya hanya pada tuan dan puan yang memberinya cuan. Jadi ingat tulisan di salah satu stiker buku Teka Teki Silang (TTS) waktu kecil dulu. "Ada uang Abang sayang, tak ada uang Abang ditendang." Saya jadi mau plesetkann jadi, "Ada uang mereka datang, tak ada uang mereka balik belakang." (*) Cordova Street, A-03, 22 Juni 2026 #Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_22#Berjuang #Uang #Kekuasaan #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi @gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring www.rehatiwan.blogspot.com

142 [KAUS KAKI BOLONG SULTAN]

  Kaus kaki bolong, iya itu pernah saya rasakan saat dulu bersekolah hingga saya dewasa. Bahkan mengalami juga kaus kaki longgar dan kemudian ditahan dengan karet gelang. Hal ini wajar terjadi pada rakyat biasa atau pejabat rendahan. Namun, bagaimana jika itu terjadi pada seorang Sultan dan juga Wakil Presiden RI? Dalam Sidang MPR 1978 yang riuh dengan wakil rakyat dan pejabat tinggi negeri ini, para wartawan menemukan hal unik. Bukan pejabat atau wakil rakyat yang tertidur atau sambil main  android  tidak fokus mengikuti sidang. Tapi, seorang Sultan yang juga Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono (HB) IX, kaus kakinya longgar dan untuk menahan agar tidak melorot digunakan karet gelang. Hal itu tak hanya sekali terlihat pada Raja ke-9 Kesultanan Yogyakarta yang memiliki nama Gusti Raden Mas Dorodjatun. "Kesederhanaannya tercermin saat beliau menonton sepakbola seorang wartawan melihat di kaki beliau terpasang kaus kaki berlubang dan longgar. Sampai-sampai untuk menahan...

141 [KABINET JAS TAMBALAN DAN PINJAMAN]

  Menteri ini akan mewakili Indonesia dalam pertemuan penting dengan diplomat asing. Ia tidak punya jas yang pantas untuk acara formal. Akhirnya putar otak meminjam jas dan dasi temannya. Sosok ini pernah mempresentasikan gagasan Leimena Plan atau gagasan Bandung Plan pada tahun 1952. Ide brilian pembangunan fasilitas kesehatan secara berjenjang dari pos kesehatan di desa hingga rumah sakit di pusat kota. Adanya puskesmas/PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) di tiap kecamatan saat ini bentuk nyata gagasannya. Ia adalah Dr. Johanes Leimena, kelahiran Ambon 6 Maret 1905. Sejak kabinet Sjahrir II tahun 1946 dia telah menjabat Menteri Muda Kesehatan. Dalam 18 kabinet negeri ini ia duduk sebagai menteri, 8 di antaranya sebagai Menteri Kesehatan. Juga menjadi Wakil Perdana Menteri 1961-1965. Perihal jas ada sosok lain lagi. Pada tahun 1946 ketika menjabat Menteri Penerangan Kabinet Sjahrir. Seorang guru besar Universitas Cornell, Amerika Serikat, George McTurnan Kahin terhenyak bertemu priba...

140 [DIPLOMASI KAUS KAKI]

  Setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945 tidak serta merta Indonesia langsung menjadi sebuah negara. Jepang boleh saja menyerah pada sekutu, tapi syahwat penjajah lama Belanda yang tergabung dalam sekutu masih tinggi untuk mencaplok kembali Indonesia. Perlu pengakuan kedaulatan dari negera lain atas kemerdekaan Indonesia, dan ini bukan kerja diplomasi mudah ditengah bangsa yang miskin pasca perang dan terjajah. A.R. Baswedan dan H. Agus Salim bersama tim diplomasi, diutus ke Mesir membawa misi besar: mendapatkan pengakuan internasional. April 1947 mereka terbang. Setelah dua bulan berdiplomasi dan tinggal di Mesir mereka berhasil mendapatkan pengakuan  de jure  Republik Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian persahabatan pada 10 Juni 1947. Membawa dokumen penting ke tanah air bukan pekerjaan mudah. Belanda sudah mulai menguasai negeri, termasuk ibu kota Jakarta. Ibu kota pindah ke Yogyakarta. Penjagaan dari segala penjuru dipe...

139 [KEBAHAGIAAN ABADI]

  “Jangan biarkan kebahagiaan Anda bergantung pada sesuatu yang tak mungkin Anda meninggalkannya.” Kadang manusia merasa kekuasaan akan membuatnya bahagia dalam jangka panjang. Kenanglah Fir’aun, apa ada manusia dalam sejarah dengan kekuasaan yang melampauinya? Bahkan ia sendiri mendeklarasikan diri sebagai tuhan. Apakah ia mendapatkan kebahagiaan? Hidupnya selalu dibayangi ketakutan akan ada bayi laki-laki yang lahir, kemudian menghancurkannya, Musa as. Ujung hidupnya jauh dari bahagia, tenggelam di Laut Merah. Kadang manusia merasa kekayaan akan menjadikannya bahagia dalam durasi panjang. Bacalah sejarah Qorun, apa ada manusia sekaya dia? Hingga sekarang jika ada yang menemukan harta terpendam dalam tanah bahkan disebut harta karun. Ia tak mengecap bahagia seutuhnya karena terus berburu harta tanpa henti. Ujung hidupnya ditelah bumi bersama semua hartanya. Nabi Sulaiman as memiliki kekuasaan dan sumberdaya melampaui manusia biasa hingga jin pun masuk dalam daftar asetnya. S...

138 [GODAAN KEKUASAAN AKTIVIS]

  Setelah lebih satu dekade tak bersua dengan Bung Sahnam salah satu generasi awal BEM NTB Raya di Lombok Timur, akhirnya takdir perjumpaan kembali itu datang. Kami bernostalgia era keemasan menyandang status mahasiswa yang sarat dengan sikap idealisme, kritis, leadership , pembelaan pada kaum marginal, bahkan militansi yang hebat. Kami coba merefleksi perjalanan. Mahasiswa dulu vs mahasiswa now , aktivis mahasiswa vs pasca wisuda. Semua aktivis mahasiswa sangat jago dan hebat saat memakai almamater, tapi harus diuji daya tahan keaktivisannya. “Coba lihat cara mereka masuk dalam kekuasaan, menerima kekuasaan, mengelola kekuasaan hingga mengakhiri kekuasaannya.” Begitu kata sahabat saya satu ini. Nampak berkelebat dalam kepala saya para orator ulung anti korupsi yang kemudian karena maling uang negara masuk jeruji besi. Mereka yang dulu getol menolak suap, eh malah meminta upeti sana sini. Mereka yang dulu hidup mati bersama rakyat, kemudian tak takut menjadi penjilat. Dulu san...

137 [MENAKUTI KETAKUTAN]

  Alhamdulillah bisa “numpang” ngopi lagi di kediaman beliau setelah 3 tahun berlalu. Saat saya jadi aktivis mahasiswa dulu, beliau sudah jadi jurnalis surat kabar pertama dan terbesar di NTB, Lombok Pos. Dua pilar demokrasi yang bersinergi. Kami mengawal kritis ala mahasiswa, beliau lewat berita. Dari sana kami lebih akrab. Tiap berkunjung tak lupa saya bawakan buah tangan buku sederhana karya saya. Beliau salah seorang yang sering saya ganggu, untuk dimintai tanggapan isi buku pertama saya dan beberapa buku kemudian. Selain jurnalis, sesekali beliau menulis panjang di laman media sosialnya. Si paling rapih menulis di buku catatan aktivisme sejak masa kuliah ini selalu ada saja ide tulisan yang menarik. Sebab latar itulah saya sering minta wejangan menulis. Berjibaku dengan gerakan mahasiswa sejak ujung era orde baru 1997-1998 yang akhirnya tumbang lewat agenda reformasi. Kemudian menekuni jurnalis dengan berita di rubrik hukum, politik dan pemerintahan tentu tak hanya memerlu...

136 [SISI KETENANGAN]

  Setelah tak lagi menjadi aktivis mahasiswa kami cuma berjumpa satu kali. Semua sibuk bergelut dengan ruang peran dan pengabdian masing-masing. Tahun 2005-2007 ia mulai mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan RA di kampungnya Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Padahal kala itu ia masih berstatus mahasiswa alias belum wisuda. Kemudian dengan yayasan yang sama untuk dua sekolah sebelumnya, ia mendirikan lagi SMP dan SMK. Tekadnya tak terbendung dengan dorongan tidak boleh setengah-setengah dalam pendidikan anak bangsa. Ketika covid-19 melanda dunia. Ia mulai merintis usaha pemberdayaan bidang pertanian pada lahan di kaki bukit tak jauh dari sekolah yang didirikannya. Salah satu komplek itu budidaya maggot (larva lalat BlackBerry Soldier Fly /BSF). Sampah-sampah makanan dari hotel-hotel sekitar Mandalika di kumpulkan, diolah menjadi kompos yang kemudian digunakan sebagai media tanam/pupuk pada tanaman di taman hotel itu lagi sebagiannya. Ada 7 orang tenaga kerja an...

135 [MANAJER]

  Ngopi "darurat" karena kilat dan buru-buru bareng "Manajer" Muhammad Ardiansyah setelah panca warsa tak bersua. “Culik” sejenak 30 menit saat jam istirahat dari tempatnya pelatihan di sebuah hotel. Perjumpaan kurang lengkap tanpa Direktur Yeyen Febrianto . Saya biasa memanggil beliau dengan "Manajer". Ketika di kampus Universitas Teknologi Sumbawa ia salah satu manajer di bawah Direktorat IT. Pak Direktur Yeyen sering menyapanya 'Manajer' demikian juga kami ketularan saling memanggil dengan posisi struktural kala itu dan kelolosan hingga sekarang. Jangan heran jika sampai sekarang ada yang masih kami sapa dengan Pak Rektor, Bang Warek, Adinda Dekan, Pak Kepala, Dae Ketua dan sejenisnya. Ini bukan “gila jabatan” atau belum bisa move on dari posisi sebelumnya. Sesungguhnya panggilan sebuah bentuk penghormatan, keakraban dan doa kebaikan selain nama yang telah diberikan oleh orang tua. Panggilan yang baik adalah ajaran mulia dalam Islam. “...

134 [POTRET]

  Awal pekan ini saya disuguhi oleh Bung M Herman Yadi sesama aktivis kala mahasiswa dulu satu album foto edisi cetak. Masa itu punya kamera digital sangat langka, masih kamera analog yang pakai rol film itu. Album itu mengobati rasa kehilangan saya atas banyak foto cetak yang rusak karena melekat pada plastik album, CD backup foto-foto yang tergores dan tak terbaca lagi, hingga hardisk eksternal penyimpan arsip juga foto yang tak bisa lagi dibuka karena minta diformat ulang yang artinya akan menghapus habis semua file-file berharga itu. Sebuah potret akan berbicara banyak hal. Raut wajah dan gestur tubuh, kostum dan tempat hingga beragam makna yang tak tampak didepan mata, tapi hadir kembali mewakili makna sebuah peristiwa. Selembar foto juga menjadi saksi otentik yang tak tergantikan. Sehebat apa pun AI membantu mengkonstruksi sebuah gambar dan foto akan hambar nilai rasa dan makna. Cuma kepuasan tidak asli yang sementara dan kamuflase semu. Sebuah foto selain menyimpa...