“Jangan biarkan kebahagiaan Anda bergantung pada sesuatu yang tak mungkin Anda meninggalkannya.”
Kadang manusia merasa kekuasaan akan membuatnya bahagia dalam jangka panjang. Kenanglah Fir’aun, apa ada manusia dalam sejarah dengan kekuasaan yang melampauinya? Bahkan ia sendiri mendeklarasikan diri sebagai tuhan. Apakah ia mendapatkan kebahagiaan? Hidupnya selalu dibayangi ketakutan akan ada bayi laki-laki yang lahir, kemudian menghancurkannya, Musa as. Ujung hidupnya jauh dari bahagia, tenggelam di Laut Merah.
Kadang manusia merasa kekayaan akan menjadikannya bahagia dalam durasi panjang. Bacalah sejarah Qorun, apa ada manusia sekaya dia? Hingga sekarang jika ada yang menemukan harta terpendam dalam tanah bahkan disebut harta karun. Ia tak mengecap bahagia seutuhnya karena terus berburu harta tanpa henti. Ujung hidupnya ditelah bumi bersama semua hartanya.
Nabi Sulaiman as memiliki kekuasaan dan sumberdaya melampaui manusia biasa hingga jin pun masuk dalam daftar asetnya. Suatu hari sebagai rasa syukur dan bahagia diberi karunia demikian ingin mentraktir memberi makan semua makhluk sehari saja. Seluruh makanan telah disiapkan bergunung-gunung itu habis hanya dilahap oleh ikan Nun (dari sejenis ikan Paus). Nabi Sulaiman as. kian bersyukur dan menemukan kebahagiaan abadi dengan makin mengenal kekuasaan dan kehebatan-Nya.
Bergantung pada harta, tak akan pernah selamanya. Bergantung pada kekuasaan, ia akan dipergilirkan. Bergantung pada manusia, akan kecewa. Hanya bergantung pada-Nya, bahagia selamanya.(*)
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_18 #Kebahagiaan #Abadi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar