Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir
bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448
Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam
ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri
bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat
tersungkur itu?
Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan,
tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti.
Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level
seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat.
“Sesungguhnya
besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah
mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian
itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah
memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah)
Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan
semata, dibalik kebahagiaan sesungguhnya juga bentuk ujian yang diberikan
oleh-Nya.
Kata kuncinya adalah jangan takut ujian, jangan lari
dari ujian, hadapi dan menangkan diri dihadapan ujian. Lalu bagaimana bisa jadi
pemenang ? Pemenang sukses menaklukan ujian, juga pemenang yang tegar hadapi
ujian kegagalan.
Ujian tak jarang membuat diri lemah, hingga imunitas
petarung dan bertahan tergerus kemudian kalah. Ujian kebanyakan membuat orang
bersedih hati terlebih dahulu, padahal belum mencoba melaluinya, kalah sebelum
masuk arena.
“Janganlah
kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi
(derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin.”
(QS. Ali Imran: 139)
Bila Anda beriman, maka Allah akan
bersama Anda dan Anda yakin keberadaan dan kekuatan Allah tak akan membiarkan
berjalan dan menghadapi hidup sendirian.
Anda kuat bila bersama Allah. Anda
akan lemah dan kalah bila sinyal Anda pada-Nya menjauh.
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_30 #Kuat #BersamaNya #Ujian #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar