Setelah proklamasi
kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945 tidak serta merta Indonesia langsung
menjadi sebuah negara. Jepang boleh saja menyerah pada sekutu, tapi syahwat
penjajah lama Belanda yang tergabung dalam sekutu masih tinggi untuk mencaplok
kembali Indonesia. Perlu pengakuan kedaulatan dari negera lain atas kemerdekaan
Indonesia, dan ini bukan kerja diplomasi mudah ditengah bangsa yang miskin
pasca perang dan terjajah.
A.R.
Baswedan dan H. Agus Salim bersama tim diplomasi, diutus ke Mesir membawa misi
besar: mendapatkan pengakuan internasional. April 1947 mereka terbang. Setelah
dua bulan berdiplomasi dan tinggal di Mesir mereka berhasil mendapatkan
pengakuan de jure Republik Indonesia yang ditandai dengan
penandatanganan perjanjian persahabatan pada 10 Juni 1947.
Membawa
dokumen penting ke tanah air bukan pekerjaan mudah. Belanda sudah mulai
menguasai negeri, termasuk ibu kota Jakarta. Ibu kota pindah ke Yogyakarta. Penjagaan
dari segala penjuru diperketat oleh Belanda. Indonesia harus diisolasi dari
dunia agar tak mendapat pengakuan.
A.R.
Baswedan kembali ke tanah air membawa dokumen penting tersebut pada pertengahan
Juli 1947. Untuk mengelabui pemeriksaan ia
melipat dokumen sekecil mungkin, lalu menyembunyikannya di dalam kaos kakinya.
Ini bukan tanpa resiko, jika ditemukan petugas Belanda ketika mendarat, bukan hanya
nyawanya yang dipertaruhkan. Republik yang baru berdiri akan kandas. Takdir
akhirnya berpihak, ia lepas dari pemeriksaan dan membawa dokumen Mesir sebagai negara
pertama yang mengakui kedaulatan RI ke Yogyakarta.
Kaus
kaki yang sederhana dan harganya murah bila digunakan oleh orang yang benar
akan membawa kemaslahatan bagi seluruh negeri. Tapi, jika dipakai oleh pejabat
rakus harta akan menuai bencana. Ingat pengadaan kaos kaki untuk program Badan
Gizi Nasional (BGN) sempat menjadi sorotan publik dengan total anggaran
mencapai Rp6,9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk
pengadaan sekitar 17.000 pasang kaos kaki lapangan, dengan harga rata-rata
sekitar Rp100.000 per pasang.
Diplomasi kaus kaki seakan menampar republik belakangan ini, dengan noda
kaus kaki gizi untuk peserta Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)
yang akan diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan itu.
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_19 #Diplomasi #KausKaki #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar