Menteri ini akan mewakili
Indonesia dalam pertemuan penting dengan diplomat asing. Ia tidak punya jas
yang pantas untuk acara formal. Akhirnya putar otak meminjam jas dan dasi
temannya.
Sosok ini pernah mempresentasikan gagasan Leimena Plan atau gagasan Bandung Plan pada tahun 1952. Ide brilian pembangunan fasilitas kesehatan secara berjenjang dari pos kesehatan di desa hingga rumah sakit di pusat kota. Adanya puskesmas/PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) di tiap kecamatan saat ini bentuk nyata gagasannya.
Ia adalah Dr. Johanes Leimena, kelahiran Ambon 6 Maret 1905. Sejak kabinet Sjahrir II tahun 1946 dia telah menjabat Menteri Muda Kesehatan. Dalam 18 kabinet negeri ini ia duduk sebagai menteri, 8 di antaranya sebagai Menteri Kesehatan. Juga menjadi Wakil Perdana Menteri 1961-1965.
Perihal jas ada sosok lain lagi. Pada tahun 1946 ketika menjabat Menteri Penerangan Kabinet Sjahrir. Seorang guru besar Universitas Cornell, Amerika Serikat, George McTurnan Kahin terhenyak bertemu pribadi ini. Dalam buku Natsir: 70 Tahun Kenang-kenangan Kehidupan dan Perjuangan, Kahin menggambarkan pribadinya “Ia memakai kemeja bertambalan, sesuatu yang belum pernah saya lihat di antara para pegawai pemerintah mana pun,”
Mohammad Natsir yang pernah menjabat Perdana Menteri ke-5 RI itu hanya memiliki dua stel kemeja kerja yang sudah tidak begitu bagus. Ia tak malu menjahit kemejanya itu bila robek. Hal itu sampai membuat para pegawai Kementerian Penerangan mengumpulkan uang untuk membelikan Natsir baju agar terlihat seperti menteri sungguhan.
Pada tahun 1950 Ketua Partai Masyumi ini berhasil mengembalikan Indonesia ke bentuk negara kesatuan melalui strategi diplomasi parlemen yang brilian dengan “Mosi Integral Natsir”.
Generasi awal pendiri dan pejabat tinggi negeri ini memberi mata air keteladanan yang luar biasa jernih dan sejuknya dalam mengelola negara, berpakaian dan hidup sederhana. Hal itu kini menjadi hal yang kritis dan krisis. Contoh saja yang membuat publik terkaget-kaget terkait total belanja pakaian Badan Gizi Nasional (BGN) tembus Rp622,3 miliar isinya seragam, sepatu, topi, sampai aksesori. Padahal Badan ini hadir untuk mengurangi stunting bukan ajang “fashion show” pejabat dan pengelolanya. Logika ambyar.
Cordova Street, A-03, 21 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_21 #Kabinet #Jas #Tambalan #Pinjaman #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar