Langsung ke konten utama

141 [KABINET JAS TAMBALAN DAN PINJAMAN]

 


Menteri ini akan mewakili Indonesia dalam pertemuan penting dengan diplomat asing. Ia tidak punya jas yang pantas untuk acara formal. Akhirnya putar otak meminjam jas dan dasi temannya.

Sosok ini pernah mempresentasikan gagasan Leimena Plan atau gagasan Bandung Plan pada tahun 1952. Ide brilian pembangunan fasilitas kesehatan secara berjenjang dari pos kesehatan di desa hingga rumah sakit di pusat kota. Adanya puskesmas/PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) di tiap kecamatan saat ini bentuk nyata gagasannya.

Ia adalah Dr. Johanes Leimena, kelahiran Ambon 6 Maret 1905. Sejak kabinet Sjahrir II tahun 1946 dia telah menjabat Menteri Muda Kesehatan. Dalam 18 kabinet negeri ini ia duduk sebagai menteri, 8 di antaranya sebagai Menteri Kesehatan. Juga menjadi Wakil Perdana Menteri 1961-1965.

Perihal jas ada sosok lain lagi. Pada tahun 1946 ketika menjabat Menteri Penerangan Kabinet Sjahrir. Seorang guru besar Universitas Cornell, Amerika Serikat, George McTurnan Kahin terhenyak bertemu pribadi ini. Dalam buku Natsir: 70 Tahun Kenang-kenangan Kehidupan dan Perjuangan, Kahin menggambarkan pribadinya “Ia memakai kemeja bertambalan, sesuatu yang belum pernah saya lihat di antara para pegawai pemerintah mana pun,” 

Mohammad Natsir yang pernah menjabat Perdana Menteri ke-5 RI itu hanya memiliki dua stel kemeja kerja yang sudah tidak begitu bagus. Ia tak malu menjahit kemejanya itu bila robek. Hal itu sampai membuat para pegawai Kementerian Penerangan mengumpulkan uang untuk membelikan Natsir baju agar terlihat seperti menteri sungguhan.

Pada tahun 1950 Ketua Partai Masyumi ini berhasil mengembalikan Indonesia ke bentuk negara kesatuan melalui strategi diplomasi parlemen yang brilian dengan “Mosi Integral Natsir”.

Generasi awal pendiri dan pejabat tinggi negeri ini memberi mata air keteladanan yang luar biasa jernih dan sejuknya dalam mengelola negara, berpakaian dan hidup sederhana. Hal itu kini menjadi hal yang kritis dan krisis. Contoh saja yang membuat publik terkaget-kaget terkait total belanja pakaian Badan Gizi Nasional (BGN) tembus Rp622,3 miliar isinya seragam, sepatu, topi, sampai aksesori. Padahal Badan ini hadir untuk mengurangi stunting bukan ajang “fashion show” pejabat dan pengelolanya. Logika ambyar.

Cordova Street, A-03, 21 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_21 #Kabinet #Jas #Tambalan #Pinjaman #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[PEMUDA MATAHARI PAGI] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   “Pemuda adalah matahari terbit di pagi hari, mereka membawa harapan bagi dunia.” (Jalaluddin Muhammad Rumi) IA jembatan penghubung   antara gelap dan terang, dari malam gulita dengan cahaya siang. Menapaki jembatan itu dengan berlahan, tak instan dan seketika. Pembatas yang nyata dan tegas, namun lembut berlahan sebagaimana degradasi malam berangsur fajar hingga mentari pagi. Ia kehangatan yang menggairahkan. Menebar energi keseluruh pelosok bumi. Pada hamparan daratannya yang membentang, ke samuderanya yang luas laksana marmer biru tak bertepi, hingga udaranya menyelimuti ibarat tameng pelindung yang sempurna. Tak terik yang menyengat membakar kulit dan berujung petaka dehidrasi. Ia alarm memulai kembali gerakan. Dari waktu panjang istirahat yang melenakan. Penyingkap rayuan selimut yang hangat menjerumuskan. Penghentak tidur dan pembawa alam mimpi pada ruang kenyataan. Pendobrak stagnasi yang me...

[CETAKAN KEDUA PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI]

  Alhamdulillah mari dimiliki dan baca... Oktober bulan kaum muda Indonesia "Pemuda adalah sumber kekayaan intelektual, mereka memiliki gagasan segar untuk masa depan." -Albert Einstein- PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI Penulis: Iwan Wahyudi IWAN Wahyudi Tebal: 122 halaman ISBN: 978-634-04-5709-4 Penerbit: PANGGITA Harga: Rp70.000- Info pemesanan 082 266 544 388