Langsung ke konten utama

Postingan

146 [BAHAGIA TERGANTUNG PIKIRAN] Salam Pagi 197

  Assalamu'alaikum Pagi "Kebahagiaan hidup tergantung pada kualitas pikiran Anda" (Marcus Aurelius) Saat memulai segalanya pagi ini, apa yang ada dalam pikiran kita? Hari akan menyebalkan dengan agenda yang banyak dan dikejar deadline . Atau hari penuh tantangan yang harus dilewati karena akan mematangkan diri dan kesempatan itu jarang diberikan pada orang lain. Hari ini begitu-gitu aja, percuma berusaha ujung-ujungnya kembali begitu karena kita bukan siapa-siapa dihadapan mereka yang berkuasa. Atau bila tak bisa berbuat yang wah minimal kita harus berbuat apa-apa yang menandakan kita masih hidup dan melawan seadanya, tak dianggap menyerah dan pasrah membiarkan intimidasi dan penindasan. Berprasangka baiklah sejak dalam pikiran. Akan membuat hati tenang dan senang. Hingga menjalani hari selalu dalam ruang-ruang positif. Dalam sebuah hadis Qudsi Allah swt berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku, Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.” Kualitas pikiran akan m...
Postingan terbaru

145 [HEALING DENGAN NOSTALGIA SEJARAH]

  "Jadilah seorang yang bersikap sederhana dalam semua urusan, niscaya Anda akan mendapatkan kebahagiaan." (Aidh Al-Qarni) Malam sudah memasuki waktu Isya saat motor saya sampai ke kediaman Bang Muhammad Sapwan . Dengan bersarung dan senyum khasnya menyambut hangat. Tahun ini genap satu dekade pertemanan kami sejak 2016 silam. Sepekan sudah saya tak memposting tulisan panjang. Banyak ide yang benar-benar saya catat, sejumlah hari yang terlewat. Cuma malas menuntaskannya itu jadi virus yang hinggap dan perlu dilawan. Dengan alasan mau cicipi Kings Coffee racikan beliau dan minta buku "Ampenan Kota Tua" karya beliau 12 tahun lalu, saya mau healing dan minta tausyiah literasi darinya. Obrolan kami random mengalir begitu saja. Mulai dari Kota Tua Ampenan, perkopian, koleksi uang jadul, arsip dan foto sejarah, desa yang menjadi sentra sejarah di Mataram dan Sesela pada masa silam. Hingga orang tua yang masih ditemukan memikul gerabah menjualkannya keliling kota Ma...

144 [MENGHADIRKAN BAHAGIA]

  "Sebagian orang mengejar kebahagiaan. Sebagian yang lain menghadirkannya." Alhamdulillah di tanggal dan bulan yang sama, saya setahun lalu kopi darat bareng Bang Herwan Kjt di berugak ini. Janjian, sepakat bisa saat itu, langsung jos. Dan akhirnya terlaksana. Biasanya ke sana ke sini memburu kebahagiaan. Saatnya kebalikannya, perbanyak ruang kegembiraan agar sekitar mendapat manfaat dan orang-orang datang mendekat merasakannya. Baru duduk saya disuguhi sarapan oleh beliau. Nasinya masih panas mengepul, nikmatnya. Usai itu sambil menyicipi jajan lupis, kami menyeruput kopi. Kopinya bukan sembarang kopi sevel, kopi herbal tujuh elemen. Tentu beliau dan saya bahagia dengan perjumpaan ini. Begitulah cara kecil menghadirkan kebahagiaan. Kebahagiaan, jangan terlalu sering memburunya, nanti akan melupakan batasan. Buatlah sebanyak mungkin ruang kebahagiaan dimana kita dan sesama bisa datang menikmati dengan apa adanya.(*) Cordova Street, A-03, 23 Juni 2026 #Geri...

143 [BERJUANG KARENA UANG]

  Setelah uang habis, mereka akan terkikis dari jalan perjuangan. Kesetiaannya hanya seumur durasi nasi bungkus habis dilahapnya. Ketaatannya hanya pada tuan dan puan yang memberinya cuan. Jadi ingat tulisan di salah satu stiker buku Teka Teki Silang (TTS) waktu kecil dulu. "Ada uang Abang sayang, tak ada uang Abang ditendang." Saya jadi mau plesetkann jadi, "Ada uang mereka datang, tak ada uang mereka balik belakang." (*) Cordova Street, A-03, 22 Juni 2026 #Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_22#Berjuang #Uang #Kekuasaan #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi @gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring www.rehatiwan.blogspot.com

142 [KAUS KAKI BOLONG SULTAN]

  Kaus kaki bolong, iya itu pernah saya rasakan saat dulu bersekolah hingga saya dewasa. Bahkan mengalami juga kaus kaki longgar dan kemudian ditahan dengan karet gelang. Hal ini wajar terjadi pada rakyat biasa atau pejabat rendahan. Namun, bagaimana jika itu terjadi pada seorang Sultan dan juga Wakil Presiden RI? Dalam Sidang MPR 1978 yang riuh dengan wakil rakyat dan pejabat tinggi negeri ini, para wartawan menemukan hal unik. Bukan pejabat atau wakil rakyat yang tertidur atau sambil main  android  tidak fokus mengikuti sidang. Tapi, seorang Sultan yang juga Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono (HB) IX, kaus kakinya longgar dan untuk menahan agar tidak melorot digunakan karet gelang. Hal itu tak hanya sekali terlihat pada Raja ke-9 Kesultanan Yogyakarta yang memiliki nama Gusti Raden Mas Dorodjatun. "Kesederhanaannya tercermin saat beliau menonton sepakbola seorang wartawan melihat di kaki beliau terpasang kaus kaki berlubang dan longgar. Sampai-sampai untuk menahan...

141 [KABINET JAS TAMBALAN DAN PINJAMAN]

  Menteri ini akan mewakili Indonesia dalam pertemuan penting dengan diplomat asing. Ia tidak punya jas yang pantas untuk acara formal. Akhirnya putar otak meminjam jas dan dasi temannya. Sosok ini pernah mempresentasikan gagasan Leimena Plan atau gagasan Bandung Plan pada tahun 1952. Ide brilian pembangunan fasilitas kesehatan secara berjenjang dari pos kesehatan di desa hingga rumah sakit di pusat kota. Adanya puskesmas/PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) di tiap kecamatan saat ini bentuk nyata gagasannya. Ia adalah Dr. Johanes Leimena, kelahiran Ambon 6 Maret 1905. Sejak kabinet Sjahrir II tahun 1946 dia telah menjabat Menteri Muda Kesehatan. Dalam 18 kabinet negeri ini ia duduk sebagai menteri, 8 di antaranya sebagai Menteri Kesehatan. Juga menjadi Wakil Perdana Menteri 1961-1965. Perihal jas ada sosok lain lagi. Pada tahun 1946 ketika menjabat Menteri Penerangan Kabinet Sjahrir. Seorang guru besar Universitas Cornell, Amerika Serikat, George McTurnan Kahin terhenyak bertemu priba...

140 [DIPLOMASI KAUS KAKI]

  Setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945 tidak serta merta Indonesia langsung menjadi sebuah negara. Jepang boleh saja menyerah pada sekutu, tapi syahwat penjajah lama Belanda yang tergabung dalam sekutu masih tinggi untuk mencaplok kembali Indonesia. Perlu pengakuan kedaulatan dari negera lain atas kemerdekaan Indonesia, dan ini bukan kerja diplomasi mudah ditengah bangsa yang miskin pasca perang dan terjajah. A.R. Baswedan dan H. Agus Salim bersama tim diplomasi, diutus ke Mesir membawa misi besar: mendapatkan pengakuan internasional. April 1947 mereka terbang. Setelah dua bulan berdiplomasi dan tinggal di Mesir mereka berhasil mendapatkan pengakuan  de jure  Republik Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian persahabatan pada 10 Juni 1947. Membawa dokumen penting ke tanah air bukan pekerjaan mudah. Belanda sudah mulai menguasai negeri, termasuk ibu kota Jakarta. Ibu kota pindah ke Yogyakarta. Penjagaan dari segala penjuru dipe...