Nasi balap sebutan yang identik dengan nasi bungkus untuk sarapan yang sering dijajakan keliling dengan menggunakan sepeda di Lombok khususnya Kota Mataram. Nasi bungkus sederhana yang berisi seporsi nasi putih, suwiran daging ayam bumbu pedas, kedelai goreng dan sambal khas. Harganya yang murah membuatnya pilihan utama anak kost. Tak jarang ada toping tambahan tempe orek pedas, mie/bihun goreng, oseng buncis/kacang panjang dan kerupuk. Kemudian berkembang juga berisi ikan tongkol, telur goreng/balado, hati ampela , lindung, paru dan sebagainya. Sosok legenda ini mulai mangkal di Universitas Mataramn (Unram) dengan sepedanya (kemudian motor) sejak 1971. Dan di Asrama Mahasiswa (sekarang asrama putra) sejak gedung tersebut mulai beroperasi. Beliau tak hanya menjadi saksi pergantian rektor dan regenerasi aktivis mahasiswa yang biasanya kebanyakan tinggal di asrama, tapi juga ikut merasakan pahit getirnya mahasiswa menyambung hidup sekadar dengan sebungkus nasi balap yang bis...
Aku kira dua dekade nyala almamater itu telah menguap. Aku sangka pekik dan kepal tangan perjuagan sudah tergerus. Aku duga nurani telah bersekat tembok tebal dengan rakyat. Aku ber su'udzon zaman telah menelan idealisme itu tanpa sebutir debu tersisa. Ternyata itu semua masih ada dan bermetamorfosis ke banyak penjuru peran, perjuangan dan pengabdian. Kami bersua di jalan perjuangan. Iya, benar-benar jalan aspal yang panas itu loh. Almamater masing-masing kampus yang melekat di tubuh yang bersenyawa dengan jeritan rakyat menuntut itu. Momentum bersejarah Pemilu dan Pilpres pertama secara langsung 2004 menjadi panggilan perjuangan untuk dikawal sesuai dengan asas demokrasi dan suara nurani rakyat. Dari sana tumbuh persahabatan dengan kesamaan pandangan apa yang akan terus diperjuangkan. Ketika almamater harus dilipat dalam lemari dan toga wisuda usai diraih. Bukan tanda titik untuk berhenti. Karena perjuangan sesungguhnya adalah sepanjang hayat dengan peran dan metode yan...