Jajanan tradisional ini di Bima, NTB menamainya dengan Koca. Makanan tradisional kukus yang ditaburi kepala parut diluarnya ini dibuat dari tepung ketan yang dibulatkan. Diisi denga gula merah merah. Salah satu sensasi makan koca ialah saat mengunyah di dalam mulut, gula merahnya akan pecah dan muncrat ke luar. Jajan pasar satu ini memiliki nama yang berbeda disetiap daerah. Orang Jawa dan Lombok menyebutnya klepon. Klepon khas Lombok bentuknya lonjong disebut kelepon kecerit , kata kecerit dalam hal ini bermakna "muncrat" atau pecah dalam mulut. Masyarakat Bugis menyebutnya sebagai umba-umba . Sumatra Barat menamainya onde-onde, masyarakat Sambas, Kalimantan Barat mengenalnya sebagai kelapon pancit . Dan masyarakat Banjar menyebutnya kalalapun atau kelelepon . Koca atau klepon tidak hanya terkenal di Indonesia. Di negeri jiran seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Brune Darussalam juga memiliki jajan serupa. Jangan heran jika ke sana menjumpai m...
Es cendol menjadi salah satu minuman pilihan favorit orang Indonesia untuk berbuka puasa. Rasanya jangan ditanya lagi, manis, segar, dan tekstur cendolnya yang kenyal. Es cendol miniman asli Indoensia. Tepatnya minuman tradisional khas Jawa. Merupakan inovasi dari dawet yang ditemukan oleh orang-orang Jawa, di sekitar abad 9 hingga awal abad 10. Beberapa daerah di Indonesia memiliki nama sendiri. Di Bima, NTB menyebutnya cendo. Suku Bugis Sulawesi Selatan mengenalnya dengan cindolou. Sumatera Barat menamainya cindua. Terkait sejarah kata cendol saya kutip dari sumber Wikipedia sebagai berikut: “Catatan tentang kata cendol atau tjendol dapat ditelusuri pada banyak kamus dan buku abad ke-19 di Hindia Belanda . Salah satu catatan tertua tentang kata tjendol yang diketahui tercantum pada Oost-Indisch kookboek atau buku resep Hindia Timur bertahun 1866. Buku ini memasukkan resep cendol dengan judul " Tjendol of Dawet " yang menandakan bahwa cendol dan d...