Langsung ke konten utama

Postingan

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...
Postingan terbaru

[Haji Agus Salim: Siswa Lulusan Terbaik Hindia Belanda yang Beasiswanya Ditolak] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   USIANYA masih 19 tahun ketika meraih predikat lulusan terbaik Hogere Burger School (HBS) atau sekolah menengah di seluruh Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada 1903. Dengan kepintaran tersebut setidaknya akan menjadi tiket mulus beasiswa melanjutkan belajar kedokteran ke Belanda. Tapi usulan beasiswanya ditolak. RA. Kartini yang mendapat beasiswa untuk belajar ke Belanda, karena terkendala “tradisi” perempuan tidak boleh sekolah apalagi jauh ke luar negeri, meminta agar beasiswanya dialihkan ke pemuda kelahiran Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat 8 Oktober 1884 itu. Dan dikabulkan pemerintah Belanda. Sang pemuda yang terlanjur layu akibat kecewa oleh kebijakan beasiswa Belanda, malah menolak beasiswa pengganti dari RA. Kartini. Pendiriannya teguh, beasiswa harus berdasarkan kemampuan bukan kasihan. Kepandaian diri, bukan sekadar pengganti. Apalagi siasat kolonialisme bangsa penjajah. Nasionalismenya...

[TAK CUKUP COPY, PASTE DAN SHARE JUGA] #NulisRabilulAwal

  Hidup tak sekadar puas dengan kopi ( copy ), tapi lipat gandakan kebahagiaan juga kebaikan dengan paste (tempel) dan share (berbagi) hal itu ke banyak tempat, orang dan waktu.   Ada kesenangan yang cuma dipendam dalam diri sendiri saja, padahal bisa dibagi tanpa mengurangi. Ada kebahagiaan sekecil apa itu rupanya yang tak boleh berhenti pada diri saja, perlu dilanjutkan kemana-mana. Banyak kebaikan yang kadang sepele, hanya puas untuk "aku" saja. Padahal bisa digandakan tak hingga.   Jika memasak dan aromanya hingga masuk rumah tetangga, Rasulullah saw. meminta kita melebihkan kuahnya untuk dirasakan tetangga tersebut.   Saat hati patah dan hidup penuh duri sana sini. Kenapa kita perlu senyum saat berjumpa sesama? . Maknai senyum sebagai cara praktis dan gratis bersedekah saat di uji kegagalan dan diterpa kekurangan. Sebagaimana Rasulullah saw. Bilang, senyum pada saudaramu itu sedekah.   Ah itu nampak terlalu mencari validasi atau pencitraan dalam kacamata ...

[JEDALAH, DENGARKAN AZAN!] #NulisRabiulAwal

  “Azan bukan sekadar seruan penanda waktu salat, setelah terdengar dibiarkan berlalu. Atau terkerdilkan sebatas alarm penanda, dimatikan kemudian aktivitas dilanjutkan.” Salah satu hikmah waktu shalat lima kali sehari, di lima waktu tersebut kita perlujeda sejenak dari beragam aktivitas duniawi. Manusia bukan robot tanpa istirahat, jiwa dan raga bukan benda mati tak perlu jeda sejenak. Salah satu hal terindah adalah dapat menjawab suara azan. Bukan semata menjawab dengan mendirikan shalat yang bisa saja setelah panggilan itu berlalu beberapa waktu. Bahkan penanda jam istirahat dari rutinitas. Tapi, benar-benar menjawab azan itu dengan kalimat yang sama dengan yang terucap oleh muazin saat itu. Siapa yang menjawab panggilan azan seperti seruan muazin dari dalam hatinya, maka akan masuk surga (HR. Muslim, Abu Daud). Umar bin Khatab ra. menyampaikan sabda Rasulullah saw. itu. Siapa di antara kita yang membuang begitu saja tiket ke surga? Dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. menyampaikan sab...

[AWALI MAKAN DENGAN BASMALLAH] #NulisRabiulAwal

  Betapa sering kita melihat anak kecil yang mau makan lalu berucap, “Ayo baca bismillah dulu” atau “Baca apa dulu sebelum makan anak manis?”. Hal itu entah spontan atau memang sedang mendidik sejak dini atau latah begitu saja, namun merupakan hal yang paling membekas dan mengisi memori mereka. Bisa jadi hal itu terjadi pada kita sendiri waktu kecil. Pernahkah hal sederhana itu, maksudnya menasehati agar sebelum makan membaca basmallah   kita sampaikan pada teman seusia yang telah remaja, dewasa bahkan tua? Atau jangan-jangan malah diri sendiri selalu kelolosan tanpa baca apa pun saat melahap makanan. Membaca basmallah sebelum makan mungkin terlihat biasa, tidak istimewa amat.   Tapi taukah, hal itu yang dilakukan oleh manusia paling mulia teladan kita semua. Rasulullah Muhammad saw. Dari ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,   “ Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia me...

[SELALU ADA JALAN UNTUK SENYUM] #NulisRabiulAwal

  Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.“ (HR at-Tirmidzi) Betapa banyak cara berbuat baik, dari yang besar hingga yang sederhana. Dari yang bersyarat hingga tanpa modal apa-apa. Hal terkecil berupa senyuman. Tak perlu modal harta seperti ibadah sedekah, zakat hingga pergi haji yang berjuta-juta rupiah. Cukup tersenyum sekali saja tiap hari. Baik pada tetangga, teman, kerabat di tempat kerja, hingga penjual kebutuhan harian bahkan tukang parkir. Bisa kan? Bila hari itu hanya di rumah atau tempat kos sedang sendiri. Anda bisa senyum lewat perangkat komunikasi dan media sosial. Lewat emot senyum status, komentar atau menjawab pesan. Di dunia nyata terhalang jarak dan waktu, dunia maya juga boleh dong. Yuuk jangan pelit senyum. Jangan mau jadi orang paling rugi karena tidak bisa, tidak mau dan tidak sempat senyum sekali sehari. Pinja...

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

  Assalamu'alaikum Pagi Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat. Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40) Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi ...