Aku dapatkan makan yang gratis sesungguhnya seusai shalat Jumat. Tanpa wadah ompreng atau mobil box pengantarnya. Pengantarnya tak perlu motor dinas dari uang negara. Pembaginya tanpa seragam, kaus kaki hingga sepatu mahal dari dana APBN. Aku nikmati makan yang gratis yang asli usai Jumatan. Jauh dari aroma basi apalagi ada yang keracunan. Tak perlu ada tim cicip sebelum dikonsumsi. Pastinya bersih dari ulat yang membuat perut mulas. Aku dikasih sebungkus nasi benar-benar bergizi sepulang Jumat. Seporsi nasi dengan ukuran penuh kalori. Sepotong tahu protein tanpa ragu gizi. Sesendok sambal terong pemicu nafsu makan dan energi. Aku diberi seporsi nasi bungkus di depan pintu masjid Jumatan. Tidak dari kas masjid atau pajak rakyat. Tanpa ribut jatah 5ribu operasional dan 10ribu isi asli porsi. Di jamin 100% bukan dari hasil uang suap atau bisa dikorupsi. Aku melihat setiap Jumat nasi gratis dibagi. Mengelolanya tak perlu studi banding kelu...
Nasi balap sebutan yang identik dengan nasi bungkus untuk sarapan yang sering dijajakan keliling dengan menggunakan sepeda di Lombok khususnya Kota Mataram. Nasi bungkus sederhana yang berisi seporsi nasi putih, suwiran daging ayam bumbu pedas, kedelai goreng dan sambal khas. Harganya yang murah membuatnya pilihan utama anak kost. Tak jarang ada toping tambahan tempe orek pedas, mie/bihun goreng, oseng buncis/kacang panjang dan kerupuk. Kemudian berkembang juga berisi ikan tongkol, telur goreng/balado, hati ampela , lindung, paru dan sebagainya. Sosok legenda ini mulai mangkal di Universitas Mataramn (Unram) dengan sepedanya (kemudian motor) sejak 1971. Dan di Asrama Mahasiswa (sekarang asrama putra) sejak gedung tersebut mulai beroperasi. Beliau tak hanya menjadi saksi pergantian rektor dan regenerasi aktivis mahasiswa yang biasanya kebanyakan tinggal di asrama, tapi juga ikut merasakan pahit getirnya mahasiswa menyambung hidup sekadar dengan sebungkus nasi balap yang bis...