Langsung ke konten utama

Postingan

131 [PERJUANGAN, PERSAHABATAN, DAN PENGABDIAN]

  Aku kira dua dekade nyala almamater itu telah menguap. Aku sangka pekik dan kepal tangan perjuagan sudah tergerus. Aku duga nurani telah bersekat tembok tebal dengan rakyat. Aku ber su'udzon zaman telah menelan idealisme itu tanpa sebutir debu tersisa. Ternyata itu semua masih ada dan bermetamorfosis ke banyak penjuru peran, perjuangan dan pengabdian. Kami bersua di jalan perjuangan. Iya, benar-benar jalan aspal yang panas itu loh. Almamater masing-masing kampus yang melekat di tubuh yang bersenyawa dengan jeritan rakyat menuntut itu. Momentum bersejarah Pemilu dan Pilpres pertama secara langsung 2004 menjadi panggilan perjuangan untuk dikawal sesuai dengan asas demokrasi dan suara nurani rakyat. Dari sana tumbuh persahabatan dengan kesamaan pandangan apa yang akan terus diperjuangkan. Ketika almamater harus dilipat dalam lemari dan toga wisuda usai diraih. Bukan tanda titik untuk berhenti. Karena perjuangan sesungguhnya adalah sepanjang hayat dengan peran dan metode yan...
Postingan terbaru

130 [RUPIAH SOEHARTO]

  Soeharto Presiden ke-2 RI yang memerintah selama 31 tahun dan 70 hari, sejak 27 Maret 1968 hingga 21 Mei 1998. Presiden Indonesia yang menjabat paling lama. Lahir hari ini 105 tahun yang lalu. Tepat pada tanggal 8 Juni 1921. Wafat di Jakarta pada 27 Januari 2008. Ketika awal menjadi pemimpin RI, nilai rupiah Rp150,00/USD. Sebelum krisis 1997 stabil pada Rp2.000/USD, hingga ketika puncak krisis 1998 rupiah melemah hingga angka Rp16.800,00/USD. Pada masa Soeharto dikeluarkan uang kertas bergambar beliau dengan nilai nominal Rp50.000. Walau ketika reformasi 1998 saya masih berusia Sekolah, dalam hati saya SETUJU SOEHARTO MUNDUR saat itu. Ini penting agar postingan ini tidak salah tafsir dan melabeli saya sebagai antek-anteknya. Angka Rp16.800,00/USD di ujung pemerintahan Soeharto menjadi nilai tukar terlemah rupiah sepenjang sejarah republik. Hingga saat sang mantan menantunya, Prabowo Subianto pada bulan Juni 2026 memecah rekor itu. Rupiah anjlok di posisi lebih dari Rp18.0...

129 [HARTA NEGARA]

  “Termasuk khianat adalah mencuri harta umat dan negara walaupun sebuah jarum dan selembar kertas.” (Said Hawwa) Suatu waktu para sahabat berkumpul dan berdiskusi terkait gaji presiden alias khalifahnya. Hasil syuro paripurna mereka dengan rada memaksa agar khalifah Abu Bakar Ash-Siddiq mau menerima uang saku sebesar 6.000 dirham setahun. Jika dikonversi dalam rupiah hari ini, gaji sebulan Abu Bakar yang cuma 500 dirham itu setara dengan Rp4.950 x 500= Rp2.475.000. Dengan gaji yang jauh di bawah UMK Kota Mataram NTB tahun 2026 Rp3.019.015 itu, istri Abu Bakar masih bisa berhemat dan hasil menabungnya dibelikan makanan ekstra. Bukannya senang dengan sikap ibu negera yang hemat dan pandai menabung ini. Abu Bakar malah menyuruh mengembalikan kelebihan itu pada negara. “ Kita telah berjanji untuk mengambil secukupnya dan ini adalah kelebihannya.” Putri kedua Moh. Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta saat itu menempuh kuliah di ​ School of Medical Record Administration ,​ Australia. ...

128 [PEGANGAN HIDUP]

  Saya membuka sebuah majalah lama yang sudah tidak terbit lagi. Majalah Tarbawi edisi 137/th 8 memuat lima nasihat dari Syaqiq al-Balkhi rahimahullah (wafat 810 M) .   Pertama, “Sembahlah Allah swt sebesar kebutuhanmu kepada-Nya.” Adakah sesaat saja diri ini bisa lepas dari kebutuhan atas nikmat yang diberikan oleh-Nya?   Kedua, “Ambillah dunia sekadar memenuhi kebutuhan hidupmu.” Kebutuhan ada titik capainya. Keinginan tak akan pernah berujung walau sudah meraihnya, ia terus ada lagi tanpa henti.   Ketiga, “Berbuatlah dosa sekadar kekuatanmu menanggung siksa-Nya.” Hidup bukan sesukanya, tapi semampu menanggung resikonya. Tak satu pun yang luput dari pertanggungjawaban.   Keempat, “Berbekallah di dunia sebanyak kebutuhanmu di alam kubur.” Lebih baik kelebihan bekal daripada memikul beban yang berlebihan. Tak seorang pun mau berbagi beban saat tak bisa saling melihat urusan orang lain kelak.   Kelima, “Berbuatlah untuk mendapat surga sesuai dengan kedud...

126 [PENGHAMBAAN MANUSIA]

  Pernah ada suatu zaman peradaban manusia, manusia menjadi hamba manusia lain atau manusia satu merasa lebih layak memperbudak manusia lainnya. Hamba dan budak secara fisik. Titik di mana seorang manusia tak punya hak atas dirinya sendiri. Manusia satu secara sah dapat merampas hak asasi yang lainnya. Amerika saja baru resmi menghapus perbudakan manusia setelah amandemen ke-13 konstitusinya pada 18 Desember 1865. Kawasan Eropa, penghambaan atas sesama itu mulai dihapus pada abad ke-15 hingga sepenuhnya perbudakan massal berakhir pada abadke-19. Sedangkan benua Afrika berhasil menghapus sisa-sisa perbudakan budaya saat mereka merdeka dan bergabung menjadi negara modern abad ke-20. Penghambaan manusia atas manusia lain secara fisik tidak ada lagi dalam artian tak ada negara yang masih memberlakukannya. Namun di era modern mereka berkamufalase dalam rupa yang berbeda yaitu: Harta, kuasa dan strata. Harta dapat mengubah mentalitas menusia untuk menumpuk sumber daya yang dapat ...

125 [SENSASI TULISAN TANGAN]

  Setiap kita kenal tulisan, ada tulisan tangan, tulisan cetak atau tulisan digital. Saya yan terlahir sebagai generasi milenial (gen X) mengalami periode dari tulisan tangan hingga menulis digital. SD kelas 1-3 menulisan tangan dengan pensil (mudah dihapus jika salah) dan sempat menulis sambung dengan buku tulis bergaris khusus. Kelas 4 hingga sekarang menulis dengan pulpen. Kelas 5 belajar menulis dengan mesin tik dengan 11 jari (dua jari telunjuk), ini membantu saat membuat laporan praktikum semester 1-3 ketika kuliah. SMA mulai mengenal menulis dengan komputer masih juga dengan 11 jari, ini menjadi modal membuat makalah tugas dan laporan saat mahasiswa. Tahun 2011 saat memiliki HP Blackberry mulai menikmati sensasi baru menulis dengan dua jempol. Bagi mereka yang pernah merasakan menulis tangan dengan pulpen dan kertas ada sensasi yang tak serta merta dikalahkan oleh kecanggihan teknologi AI sekalipun. Ia menjadi identitas dan karakter seseorang yang dengan mudah diterka....

124 [BERBAGI BERTAMBAH BERKALI]

  Ada makhluk hidup   bernama Amoeba. Allah swt. menciptakannya bisa biak secara vegetatif (aseksual) dengan cara membelah diri  (pembelahan biner) . Dalam proses ini, satu sel induk akan membelah menjadi dua sel anakan yang identik dan mandiri. Dari satu membagi diri menjadi dua, dua membelah jadi empat dan seterusnya. Sejenak perhatikan keran air, membukanya akan mengalirkan percikan air. Kian besar di buka, kian deras air keluar. Makin banyak air mengalir, akan jauh radius jelajahnya. Seluas itu juga manusia, tumbuhan dan hewan yang merasakan manfaat darinya. Air tidak hanya sebatas pada titik tetes di bawah keran menebar segarnya kebaikan. Amoeba, tidak berpikir banyak atas takdir membelah dirinya. Ikuti dan nikmati. Keran air juga tidak pusing dengan perhitungan mengalirkan air, apakah akan kembali dengan jumlah dan debit yang sama masuk lagi ke dalam keran itu. Lakukan dan ikhlaskan. Amoeba hanya tau membagi diri akan menambah jumlah dengan dua kali lipat alia...