Langsung ke konten utama

135 [MANAJER]

 


Ngopi "darurat" karena kilat dan buru-buru bareng "Manajer" Muhammad Ardiansyah setelah panca warsa tak bersua. “Culik” sejenak 30 menit saat jam istirahat dari tempatnya pelatihan di sebuah hotel. Perjumpaan kurang lengkap tanpa Direktur Yeyen Febrianto.

Saya biasa memanggil beliau dengan "Manajer". Ketika di kampus Universitas Teknologi Sumbawa ia salah satu manajer di bawah Direktorat IT. Pak Direktur Yeyen sering menyapanya 'Manajer' demikian juga kami ketularan saling memanggil dengan posisi struktural kala itu dan kelolosan hingga sekarang.

Jangan heran jika sampai sekarang ada yang masih kami sapa dengan Pak Rektor, Bang Warek, Adinda Dekan, Pak Kepala, Dae Ketua dan sejenisnya. Ini bukan “gila jabatan” atau belum bisa move on dari posisi sebelumnya.

Sesungguhnya panggilan sebuah bentuk penghormatan, keakraban dan doa kebaikan selain nama yang telah diberikan oleh orang tua. Panggilan yang baik adalah ajaran mulia dalam Islam.

“…Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk…” (QS.al-Hujarat: 11)

Hal terkait erat pula dengan bully membully yang marak dan menimbulkan kebencian juga menindas seseorang secara tidak langsung. Terutama dalam bentuk verbal, bisanya panggilan dengan kekurangan fisik. Islam telah melarang itu semua lebih dari 14 abad silam.

Efek dari panggilan yang baik kian membuat hubungan makin akrab, menunjukan ketinggian akhlak dan adab saling menghormati dan menempatkan seseorang, dan menumbuhkan rasa percaya diri yang berdampak positif secara psikologis bagi kedua pihak terutama orang yang dipanggil. (*)


Cordova Street, A-03, 14 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_14#Panggilan #Nama #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[PEMUDA MATAHARI PAGI] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   “Pemuda adalah matahari terbit di pagi hari, mereka membawa harapan bagi dunia.” (Jalaluddin Muhammad Rumi) IA jembatan penghubung   antara gelap dan terang, dari malam gulita dengan cahaya siang. Menapaki jembatan itu dengan berlahan, tak instan dan seketika. Pembatas yang nyata dan tegas, namun lembut berlahan sebagaimana degradasi malam berangsur fajar hingga mentari pagi. Ia kehangatan yang menggairahkan. Menebar energi keseluruh pelosok bumi. Pada hamparan daratannya yang membentang, ke samuderanya yang luas laksana marmer biru tak bertepi, hingga udaranya menyelimuti ibarat tameng pelindung yang sempurna. Tak terik yang menyengat membakar kulit dan berujung petaka dehidrasi. Ia alarm memulai kembali gerakan. Dari waktu panjang istirahat yang melenakan. Penyingkap rayuan selimut yang hangat menjerumuskan. Penghentak tidur dan pembawa alam mimpi pada ruang kenyataan. Pendobrak stagnasi yang me...

[CETAKAN KEDUA PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI]

  Alhamdulillah mari dimiliki dan baca... Oktober bulan kaum muda Indonesia "Pemuda adalah sumber kekayaan intelektual, mereka memiliki gagasan segar untuk masa depan." -Albert Einstein- PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI Penulis: Iwan Wahyudi IWAN Wahyudi Tebal: 122 halaman ISBN: 978-634-04-5709-4 Penerbit: PANGGITA Harga: Rp70.000- Info pemesanan 082 266 544 388