Langsung ke konten utama

150 [PELANGI BULAN JUNI]

 


“Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan

Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi.

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran.

Ada pelangi di bola matamu
Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu”

Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari.

Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk.

Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit.

Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yang bahkan di luar waktu hujan, juga tanpa rintik gerimis.

Saatnya selalu melukis pelangi amal di bulan Juni, juga bulan-bulan lainnya

“Penuhi hati kalian dengan kerinduan untuk beramal” (Hasan Al Banna)

Cordova Street, A-03, 29 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_29 #Pelangi #Bulan #Juni #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

151 [KUAT BERSAMA-NYA]

  Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat tersungkur itu? Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan, tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti. Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat. “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah) Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan sema...

145 [HEALING DENGAN NOSTALGIA SEJARAH]

  "Jadilah seorang yang bersikap sederhana dalam semua urusan, niscaya Anda akan mendapatkan kebahagiaan." (Aidh Al-Qarni) Malam sudah memasuki waktu Isya saat motor saya sampai ke kediaman Bang Muhammad Sapwan . Dengan bersarung dan senyum khasnya menyambut hangat. Tahun ini genap satu dekade pertemanan kami sejak 2016 silam. Sepekan sudah saya tak memposting tulisan panjang. Banyak ide yang benar-benar saya catat, sejumlah hari yang terlewat. Cuma malas menuntaskannya itu jadi virus yang hinggap dan perlu dilawan. Dengan alasan mau cicipi Kings Coffee racikan beliau dan minta buku "Ampenan Kota Tua" karya beliau 12 tahun lalu, saya mau healing dan minta tausyiah literasi darinya. Obrolan kami random mengalir begitu saja. Mulai dari Kota Tua Ampenan, perkopian, koleksi uang jadul, arsip dan foto sejarah, desa yang menjadi sentra sejarah di Mataram dan Sesela pada masa silam. Hingga orang tua yang masih ditemukan memikul gerabah menjualkannya keliling kota Ma...

146 [BAHAGIA TERGANTUNG PIKIRAN] Salam Pagi 197

  Assalamu'alaikum Pagi "Kebahagiaan hidup tergantung pada kualitas pikiran Anda" (Marcus Aurelius) Saat memulai segalanya pagi ini, apa yang ada dalam pikiran kita? Hari akan menyebalkan dengan agenda yang banyak dan dikejar deadline . Atau hari penuh tantangan yang harus dilewati karena akan mematangkan diri dan kesempatan itu jarang diberikan pada orang lain. Hari ini begitu-gitu aja, percuma berusaha ujung-ujungnya kembali begitu karena kita bukan siapa-siapa dihadapan mereka yang berkuasa. Atau bila tak bisa berbuat yang wah minimal kita harus berbuat apa-apa yang menandakan kita masih hidup dan melawan seadanya, tak dianggap menyerah dan pasrah membiarkan intimidasi dan penindasan. Berprasangka baiklah sejak dalam pikiran. Akan membuat hati tenang dan senang. Hingga menjalani hari selalu dalam ruang-ruang positif. Dalam sebuah hadis Qudsi Allah swt berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku, Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.” Kualitas pikiran akan m...