Langsung ke konten utama

144 [MENGHADIRKAN BAHAGIA]

 


"Sebagian orang mengejar kebahagiaan. Sebagian yang lain menghadirkannya."

Alhamdulillah di tanggal dan bulan yang sama, saya setahun lalu kopi darat bareng Bang Herwan Kjt di berugak ini.

Janjian, sepakat bisa saat itu, langsung jos. Dan akhirnya terlaksana.

Biasanya ke sana ke sini memburu kebahagiaan. Saatnya kebalikannya, perbanyak ruang kegembiraan agar sekitar mendapat manfaat dan orang-orang datang mendekat merasakannya.

Baru duduk saya disuguhi sarapan oleh beliau. Nasinya masih panas mengepul, nikmatnya. Usai itu sambil menyicipi jajan lupis, kami menyeruput kopi. Kopinya bukan sembarang kopi sevel, kopi herbal tujuh elemen.

Tentu beliau dan saya bahagia dengan perjumpaan ini. Begitulah cara kecil menghadirkan kebahagiaan.

Kebahagiaan, jangan terlalu sering memburunya, nanti akan melupakan batasan.

Buatlah sebanyak mungkin ruang kebahagiaan dimana kita dan sesama bisa datang menikmati dengan apa adanya.(*)


Cordova Street, A-03, 23 Juni 2026

#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_23#Hadirkan #Bahagia #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi

@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring

www.rehatiwan.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[PEMUDA MATAHARI PAGI] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   “Pemuda adalah matahari terbit di pagi hari, mereka membawa harapan bagi dunia.” (Jalaluddin Muhammad Rumi) IA jembatan penghubung   antara gelap dan terang, dari malam gulita dengan cahaya siang. Menapaki jembatan itu dengan berlahan, tak instan dan seketika. Pembatas yang nyata dan tegas, namun lembut berlahan sebagaimana degradasi malam berangsur fajar hingga mentari pagi. Ia kehangatan yang menggairahkan. Menebar energi keseluruh pelosok bumi. Pada hamparan daratannya yang membentang, ke samuderanya yang luas laksana marmer biru tak bertepi, hingga udaranya menyelimuti ibarat tameng pelindung yang sempurna. Tak terik yang menyengat membakar kulit dan berujung petaka dehidrasi. Ia alarm memulai kembali gerakan. Dari waktu panjang istirahat yang melenakan. Penyingkap rayuan selimut yang hangat menjerumuskan. Penghentak tidur dan pembawa alam mimpi pada ruang kenyataan. Pendobrak stagnasi yang me...

[CETAKAN KEDUA PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI]

  Alhamdulillah mari dimiliki dan baca... Oktober bulan kaum muda Indonesia "Pemuda adalah sumber kekayaan intelektual, mereka memiliki gagasan segar untuk masa depan." -Albert Einstein- PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI Penulis: Iwan Wahyudi IWAN Wahyudi Tebal: 122 halaman ISBN: 978-634-04-5709-4 Penerbit: PANGGITA Harga: Rp70.000- Info pemesanan 082 266 544 388