Langsung ke konten utama

147 [RAPEL KOMITMEN]

 


Pernah mendengar ada yang mendapatkan rapel gaji? Iya, mereka yang mengalami penundaan penerimaan gaji dari jadwal yang sebenarnya. Berupa pembiayaan selisih gaji atau tunjangan dari periode sebelumnya yang tertunda dan dibayarkan sekaligus kemudian.

Jika gaji merupakan hak seseorang, pernah dengar juga gak terkait rapel kewajiban? Seperti rapel bayar iuran kuliah atau rapel bayar pajak. Atau pernah rapel tugas? Menyelesaikan atau mengumpulkan beberapa tugas sekaligus yang tertunda dalam satu waktu.

Pekan ketiga Gerimis 30 hari saya kena virus tidak semangat memposting tulisan. Bukan tidak ada ide atau waktu, lebih pada malas membuat gambar postingan dengan template yang sudah dibuat sendiri. Walau itu bukan hal wajib. Bahkan tidak menulis penuh 30 hari juga tidak masalah, tidak ada sanksi.

Ini lebih pada komitmen pribadi menuntaskan 30 hari menulis selama bulan Juni. Tidak semua teman media sosial juga tau. Bagaimana komitmen pada diri sendiri, hal itu akan melatih tanggungjawab, disiplin, menghargai diri, membentuk karakter yang kemudian menjelma dalam sepak terjang dan perilaku seseorang.

Terkait komitmen dan konsisten ini Rasulullah saw bersabda, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu (konsisten/ajeg) walau sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Terima kasih @gerimis30hari, ruang istimewa dan berharga mengasah komitmen dan membentuk karakter menulis rutin. Alhamdulillah rapelan tuntas.


Cordova Street, A-03, 26 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_26 #Rapel #Komitmen #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[TAK CUKUP COPY, PASTE DAN SHARE JUGA] #NulisRabilulAwal

  Hidup tak sekadar puas dengan kopi ( copy ), tapi lipat gandakan kebahagiaan juga kebaikan dengan paste (tempel) dan share (berbagi) hal itu ke banyak tempat, orang dan waktu.   Ada kesenangan yang cuma dipendam dalam diri sendiri saja, padahal bisa dibagi tanpa mengurangi. Ada kebahagiaan sekecil apa itu rupanya yang tak boleh berhenti pada diri saja, perlu dilanjutkan kemana-mana. Banyak kebaikan yang kadang sepele, hanya puas untuk "aku" saja. Padahal bisa digandakan tak hingga.   Jika memasak dan aromanya hingga masuk rumah tetangga, Rasulullah saw. meminta kita melebihkan kuahnya untuk dirasakan tetangga tersebut.   Saat hati patah dan hidup penuh duri sana sini. Kenapa kita perlu senyum saat berjumpa sesama? . Maknai senyum sebagai cara praktis dan gratis bersedekah saat di uji kegagalan dan diterpa kekurangan. Sebagaimana Rasulullah saw. Bilang, senyum pada saudaramu itu sedekah.   Ah itu nampak terlalu mencari validasi atau pencitraan dalam kacamata ...

[JEDALAH, DENGARKAN AZAN!] #NulisRabiulAwal

  “Azan bukan sekadar seruan penanda waktu salat, setelah terdengar dibiarkan berlalu. Atau terkerdilkan sebatas alarm penanda, dimatikan kemudian aktivitas dilanjutkan.” Salah satu hikmah waktu shalat lima kali sehari, di lima waktu tersebut kita perlujeda sejenak dari beragam aktivitas duniawi. Manusia bukan robot tanpa istirahat, jiwa dan raga bukan benda mati tak perlu jeda sejenak. Salah satu hal terindah adalah dapat menjawab suara azan. Bukan semata menjawab dengan mendirikan shalat yang bisa saja setelah panggilan itu berlalu beberapa waktu. Bahkan penanda jam istirahat dari rutinitas. Tapi, benar-benar menjawab azan itu dengan kalimat yang sama dengan yang terucap oleh muazin saat itu. Siapa yang menjawab panggilan azan seperti seruan muazin dari dalam hatinya, maka akan masuk surga (HR. Muslim, Abu Daud). Umar bin Khatab ra. menyampaikan sabda Rasulullah saw. itu. Siapa di antara kita yang membuang begitu saja tiket ke surga? Dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. menyampaikan sab...

[AWALI MAKAN DENGAN BASMALLAH] #NulisRabiulAwal

  Betapa sering kita melihat anak kecil yang mau makan lalu berucap, “Ayo baca bismillah dulu” atau “Baca apa dulu sebelum makan anak manis?”. Hal itu entah spontan atau memang sedang mendidik sejak dini atau latah begitu saja, namun merupakan hal yang paling membekas dan mengisi memori mereka. Bisa jadi hal itu terjadi pada kita sendiri waktu kecil. Pernahkah hal sederhana itu, maksudnya menasehati agar sebelum makan membaca basmallah   kita sampaikan pada teman seusia yang telah remaja, dewasa bahkan tua? Atau jangan-jangan malah diri sendiri selalu kelolosan tanpa baca apa pun saat melahap makanan. Membaca basmallah sebelum makan mungkin terlihat biasa, tidak istimewa amat.   Tapi taukah, hal itu yang dilakukan oleh manusia paling mulia teladan kita semua. Rasulullah Muhammad saw. Dari ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,   “ Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia me...