Langsung ke konten utama

145 [HEALING DENGAN NOSTALGIA SEJARAH]

 


"Jadilah seorang yang bersikap sederhana dalam semua urusan, niscaya Anda akan mendapatkan kebahagiaan." (Aidh Al-Qarni)

Malam sudah memasuki waktu Isya saat motor saya sampai ke kediaman Bang Muhammad Sapwan . Dengan bersarung dan senyum khasnya menyambut hangat. Tahun ini genap satu dekade pertemanan kami sejak 2016 silam.

Sepekan sudah saya tak memposting tulisan panjang. Banyak ide yang benar-benar saya catat, sejumlah hari yang terlewat. Cuma malas menuntaskannya itu jadi virus yang hinggap dan perlu dilawan. Dengan alasan mau cicipi Kings Coffee racikan beliau dan minta buku "Ampenan Kota Tua" karya beliau 12 tahun lalu, saya mau healing dan minta tausyiah literasi darinya.

Obrolan kami random mengalir begitu saja. Mulai dari Kota Tua Ampenan, perkopian, koleksi uang jadul, arsip dan foto sejarah, desa yang menjadi sentra sejarah di Mataram dan Sesela pada masa silam. Hingga orang tua yang masih ditemukan memikul gerabah menjualkannya keliling kota Mataram. Sederhana obrolan ini, tapi membahagiakan dalam ruang hari dengan nostalgia.

Obrolan sejarah menarik energy peristiwa masa lalu ke era sekarang. Kejayaannya bisa menjadi motivasi dan analisis gerakan agar dapat meraih kegemilangan jua. Kegagalan di masa lalu menjadi peringatan agar tidak mengulangi kembali sebab-sebab keruntuhan mereka.

“…Dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr ayat 18).

Pesan yang saya tangkap dari ayat ini, perhatikan sejarahmu untuk masa depanmu.

Menggali ide peristiwa yang mungkin belum ditulis. Tulisan lama mungkin belum ada, sehingga Andalah yang harus menuliskannya. Bila sudah ada pewarisan tertulis yang terbatas, kesempatan Anda membuatnya lebih tajam dan dalam lagi.

Menulis sesuai dengan kadar yang Anda miliki. Tak perlu serumit tulisan ilmiah atau jurnal, bila cuma bisa menuliskan kembali cerita-cerita yang pernah didengar.

“Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat.” (QS. Yusuf: 111)

Kadang healing itu bisa dengan bercerita dan mendengarkan cerita. Hal sederhana yang membangkitkan kebahagiaan dalam jiwa dan pikiran.


Cordova Street, A-03, 24 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_24 #Healing #Nostalgia #Sejarah #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[PEMUDA MATAHARI PAGI] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   “Pemuda adalah matahari terbit di pagi hari, mereka membawa harapan bagi dunia.” (Jalaluddin Muhammad Rumi) IA jembatan penghubung   antara gelap dan terang, dari malam gulita dengan cahaya siang. Menapaki jembatan itu dengan berlahan, tak instan dan seketika. Pembatas yang nyata dan tegas, namun lembut berlahan sebagaimana degradasi malam berangsur fajar hingga mentari pagi. Ia kehangatan yang menggairahkan. Menebar energi keseluruh pelosok bumi. Pada hamparan daratannya yang membentang, ke samuderanya yang luas laksana marmer biru tak bertepi, hingga udaranya menyelimuti ibarat tameng pelindung yang sempurna. Tak terik yang menyengat membakar kulit dan berujung petaka dehidrasi. Ia alarm memulai kembali gerakan. Dari waktu panjang istirahat yang melenakan. Penyingkap rayuan selimut yang hangat menjerumuskan. Penghentak tidur dan pembawa alam mimpi pada ruang kenyataan. Pendobrak stagnasi yang me...

[CETAKAN KEDUA PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI]

  Alhamdulillah mari dimiliki dan baca... Oktober bulan kaum muda Indonesia "Pemuda adalah sumber kekayaan intelektual, mereka memiliki gagasan segar untuk masa depan." -Albert Einstein- PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI Penulis: Iwan Wahyudi IWAN Wahyudi Tebal: 122 halaman ISBN: 978-634-04-5709-4 Penerbit: PANGGITA Harga: Rp70.000- Info pemesanan 082 266 544 388