Langsung ke konten utama

136 [SISI KETENANGAN]

 


Setelah tak lagi menjadi aktivis mahasiswa kami cuma berjumpa satu kali. Semua sibuk bergelut dengan ruang peran dan pengabdian masing-masing.

Tahun 2005-2007 ia mulai mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan RA di kampungnya Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Padahal kala itu ia masih berstatus mahasiswa alias belum wisuda.

Kemudian dengan yayasan yang sama untuk dua sekolah sebelumnya, ia mendirikan lagi SMP dan SMK. Tekadnya tak terbendung dengan dorongan tidak boleh setengah-setengah dalam pendidikan anak bangsa.

Ketika covid-19 melanda dunia. Ia mulai merintis usaha pemberdayaan bidang pertanian pada lahan di kaki bukit tak jauh dari sekolah yang didirikannya. Salah satu komplek itu budidaya maggot (larva lalat BlackBerry Soldier Fly/BSF).

Sampah-sampah makanan dari hotel-hotel sekitar Mandalika di kumpulkan, diolah menjadi kompos yang kemudian digunakan sebagai media tanam/pupuk pada tanaman di taman hotel itu lagi sebagiannya. Ada 7 orang tenaga kerja anak-anak muda yang bergabung di sini.

Seperempat hari kami sarapan, ngobrol hingga ngopi di bangunan sederhana dan semacam aula kecil terbuka yang masih satu kawasan dengan komplek tadi. "Salah satu saran dari dokter, kita harus jalan-jalan ke hutan dan perbukitan asri seperti ini, Wan. Ini dapat menjadi sarana healing dan ketenangan dari rutinitas yang membuat jumud di luar sana.", kata pemilik nama Lalu Edi Gunawan teman saya ini.

Rasa senang dan jiwa tenang kadang menjadi hal mahal dan terlupakan dalam perlombaan memenuhi kebutuhan pada hari-hari kita. Tak perlu mahal dengan melancong ke luar negeri, apalagi pakai uang negara.

Cukup dengan hal sederhana yang menyadarkan bahwa dengan mengingat dan kian dekat dengan-Nya hidup menjadi tenang. Salah satunya dengan shalat kita. (*)


Cordova Street, A-03, 15 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_15#Tenang #Ketenangan #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[PEMUDA MATAHARI PAGI] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   “Pemuda adalah matahari terbit di pagi hari, mereka membawa harapan bagi dunia.” (Jalaluddin Muhammad Rumi) IA jembatan penghubung   antara gelap dan terang, dari malam gulita dengan cahaya siang. Menapaki jembatan itu dengan berlahan, tak instan dan seketika. Pembatas yang nyata dan tegas, namun lembut berlahan sebagaimana degradasi malam berangsur fajar hingga mentari pagi. Ia kehangatan yang menggairahkan. Menebar energi keseluruh pelosok bumi. Pada hamparan daratannya yang membentang, ke samuderanya yang luas laksana marmer biru tak bertepi, hingga udaranya menyelimuti ibarat tameng pelindung yang sempurna. Tak terik yang menyengat membakar kulit dan berujung petaka dehidrasi. Ia alarm memulai kembali gerakan. Dari waktu panjang istirahat yang melenakan. Penyingkap rayuan selimut yang hangat menjerumuskan. Penghentak tidur dan pembawa alam mimpi pada ruang kenyataan. Pendobrak stagnasi yang me...

[CETAKAN KEDUA PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI]

  Alhamdulillah mari dimiliki dan baca... Oktober bulan kaum muda Indonesia "Pemuda adalah sumber kekayaan intelektual, mereka memiliki gagasan segar untuk masa depan." -Albert Einstein- PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI Penulis: Iwan Wahyudi IWAN Wahyudi Tebal: 122 halaman ISBN: 978-634-04-5709-4 Penerbit: PANGGITA Harga: Rp70.000- Info pemesanan 082 266 544 388