Langsung ke konten utama

142 [KAUS KAKI BOLONG SULTAN]

 


Kaus kaki bolong, iya itu pernah saya rasakan saat dulu bersekolah hingga saya dewasa. Bahkan mengalami juga kaus kaki longgar dan kemudian ditahan dengan karet gelang. Hal ini wajar terjadi pada rakyat biasa atau pejabat rendahan. Namun, bagaimana jika itu terjadi pada seorang Sultan dan juga Wakil Presiden RI?

Dalam Sidang MPR 1978 yang riuh dengan wakil rakyat dan pejabat tinggi negeri ini, para wartawan menemukan hal unik. Bukan pejabat atau wakil rakyat yang tertidur atau sambil main android tidak fokus mengikuti sidang. Tapi, seorang Sultan yang juga Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono (HB) IX, kaus kakinya longgar dan untuk menahan agar tidak melorot digunakan karet gelang.

Hal itu tak hanya sekali terlihat pada Raja ke-9 Kesultanan Yogyakarta yang memiliki nama Gusti Raden Mas Dorodjatun.

"Kesederhanaannya tercermin saat beliau menonton sepakbola seorang wartawan melihat di kaki beliau terpasang kaus kaki berlubang dan longgar. Sampai-sampai untuk menahan melorotnya kaus kaki digunakan gelang karet untuk mengikatnya," kata Sri Sultan HB X saat melakukan orasi budaya dalam acara Pengetan Panghargyan Satu Abad Sri Sultan HB IX di Pagelaran, Alun-alun Selatan, Kompleks Kraton, Yogyakarta.

Bila hal itu terjadi sekali, bisa jadi itu sebuah kekhilafan. Tapi, ini beberapa kali. Itu membuktikan kesederhanan sosok yang juga pernah menjabat beberapa kali menteri sejak Indonesia baru merdeka era Presiden Soekarno itu.

Sultan HB X bukan raja yang kere dan miskin hingga tak mampu membeli sekadar sepasang kaus kaki yang layak. Pada masa awal kemerdekaan, beliau menyumbangkan uang pribadinya sebesar 6,5 juta gulden untuk Republik Indonesia dan 5 juta gulden untuk kesejahteraan rakyat. Jika ditaksir nominal tersebut bernilai hingga puluhan miliar rupiah pada masa itu.

Pemimpin sederhana dan bersahaja tak akan kurang wibawanya dihadapan rakyat, daripada pemimpin yang berpura-pura penuh kebohongan dan kamuflase.

Cordova Street, A-03, 20 Juni 2026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_20 #Sultan #KausKaki #Bolong #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[PEMUDA MATAHARI PAGI] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   “Pemuda adalah matahari terbit di pagi hari, mereka membawa harapan bagi dunia.” (Jalaluddin Muhammad Rumi) IA jembatan penghubung   antara gelap dan terang, dari malam gulita dengan cahaya siang. Menapaki jembatan itu dengan berlahan, tak instan dan seketika. Pembatas yang nyata dan tegas, namun lembut berlahan sebagaimana degradasi malam berangsur fajar hingga mentari pagi. Ia kehangatan yang menggairahkan. Menebar energi keseluruh pelosok bumi. Pada hamparan daratannya yang membentang, ke samuderanya yang luas laksana marmer biru tak bertepi, hingga udaranya menyelimuti ibarat tameng pelindung yang sempurna. Tak terik yang menyengat membakar kulit dan berujung petaka dehidrasi. Ia alarm memulai kembali gerakan. Dari waktu panjang istirahat yang melenakan. Penyingkap rayuan selimut yang hangat menjerumuskan. Penghentak tidur dan pembawa alam mimpi pada ruang kenyataan. Pendobrak stagnasi yang me...

[CETAKAN KEDUA PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI]

  Alhamdulillah mari dimiliki dan baca... Oktober bulan kaum muda Indonesia "Pemuda adalah sumber kekayaan intelektual, mereka memiliki gagasan segar untuk masa depan." -Albert Einstein- PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI Penulis: Iwan Wahyudi IWAN Wahyudi Tebal: 122 halaman ISBN: 978-634-04-5709-4 Penerbit: PANGGITA Harga: Rp70.000- Info pemesanan 082 266 544 388