Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

31 [OPTIMALKAN BULAN SYAKBAN] #Jelajah Ramadan

  Selain memiliki kemuliaan sendiri yang perlu kita raih, bulan Syakban waktu menjelang kedatangan bulan suci Ramadan.   Dimana semua persiapan, perbekalan dan pengkondisian diri di optimal agar dapat meneguk sebanyak mungkin pahala Ramadan nanti.   Usamah bin Zaid ra. terkait bulan Syakban pernah menanyakan pada Rasulullah saw. Perihal dilihatnya Rasulullah saw. lebih bersemangat melakukan puasa di bulan Syakban dibandingkan waktu lainnya. Rasulullah saw. pun bersabda,   “ Bulan Sya’ban –bulan antara Rajab dan Ramadhan- adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan .” (HR. An-Nasa’i)   Dapat dipahami sebelum masuki bulan Ramadan, perlu prakondisi pada bulan sebelumnya. Agar diri baik secara psikologis dan biologis tidak kaget, sudah terbiasa melahan lapar dan dahaga pada siang hari, terlebih mengandalikan ha...

30 [MENULIS DENGAN CARAMU] 30 Hari Bercerita

  Dulu aku menulis seperti di papan tulis. Setiap kesalahan mudah dihapus, bila kurang bagus tak sulit diperbaiki. Usai menyusun satu paragraf  ku baca kembali, kurang pas mudah direvisi. Kemudian ku eja ulang ada kata yang rancu, ku coba lagi meramu. Begitu terus tak pernah tuntas tulisan itu, karena selalu ada rasa tak sempurna, takut salah dan tambahan ini dan itu. Kemudian aku menulis seperti memasukan pasir putih dan potongan karang dalam toples kaca. Ku masukan dulu pasir lalu karang, tapi karang tak cukup ruang dalam toples. Penuh bahkan lebih. Padahal dalam toples masih ada rongga-rongga sisa dimana-mana. Akhirnya ku balik, masukan dahulu karang, lalu pasir akan masuk mengisi melalui sela-sela karang dengan lembutnya hingga tak tersisa dan toples penuh sempurna. Bila kemudian menemukan sebongkah karang atau segenggam pasir lagi, aku tak memiliki ruang menampungnya. Akhirnya penaku menemukan cara merajut ala sarang laba-laba. Membentangkan dulu beberapa benang penyangga...

29 [BERBUNGA TANPA SUARA] 30 Hari Bercerita

  Coba tengok senjenak ke taman kecil halaman rumah, pot yang berjejer di pinggir teras sekolah, atau ujung pucuk pohon-pohon rindang di tepi jalan yang dilalui. Mereka mulai berbunga, tiba-tiba tanpa suara. Tak gaduh dan berisik. Mereka juga tidak mencuri perhatian atau decak kagum sebagaimana bunga-bunga hias yang terpajang pada toko bunga (florist) segar. Bahkan namanya juga anda lupa karena tak sepopuler bunga mahal lainnya. Paling anda akrab dengan buahnya saja yang ranum dan manis. Acuh dengan bunganya. Padahal dari bungalah buah itu berawal. Sejelek apa rupanya, seburam apa warnanya, sekecil apa kelopaknya mereka tetap disebut bunga. Dari mereka kita belajar, tetaplah berbunga meski tanpa pengumuman. Teruslah berkolaborasi dengan lebah dan serangga lainnya bersama bunga, tanpa berisik dan mengusik. Jangan berhenti berbuah dan menebar aroma sebagaimana mestinya. Gaduhlah pada waktunya. Berbungalah setiap saatnya. 29 Januari 2026 #30HBC2629 #30HariBercerita #reHATIwan #reHA...

28 [LAPIS-LAPIS CINTA DARI BUKU] 30 Hari Bercerita

  Awal niatnya sederhana, cuma ingin punya buku yang ditulis sendiri karena selama ini sudah banyak baca buku. Suatu ketika penjaga toko buku langganan saya entah bercanda atau serius berucap, "Beli buku terus, kapan terbitin tulisan sendiri hasil banyak buku yang di baca?". Dalam hati saya rada kesal, "Ini orang kok tidak melihat dirinya sendiri, hidup bersama ribuan buku setiap hari bahkan dengan buku terbaru juga belum-belum terbitin karya." Sepuluh tahun silam, tahun 2016. Terbit buku pertama saya. Dalam proses akhir terbit dan mau cetak terpikir. Jika hanya sebuah buku dan bermanfaat sekadar di baca saja, lalu apa bedanya dengan yang lain. Walau buku "receh" bukan best seller, tapi harus punya nilai lebih bagi penulis, pembeli, pembaca dan semua yang terlibat. Maka lahirlah label "10 % dari penjualan buku ini untuk dakwah dan kemanusiaan." Label biru 10% itu hingga buku terakhir masih menemani di sampul belakang. Walau tidak semua perhatikan...

27 [MENGAHADAPI PEMBEBANAN] 30 Hari Bercerita

  Suatu waktu kita dihadapkan dengan cobaan yang tidak pernah terbayangkan. Bahkan tak pernah masuk dalam radar tantangan dan hambatan. Suatu saat kita bertemu dengan kegagalan yang meruntuhkan semua capaian. Seketika apa yang telah diperjuangkan begitu lama berantakan. Ada waktunya dalam kondisi terbatas malah mendapatkan tanggungjawab yang lebih lagi. Pada kondisi normal saja terasa punggung mau patah. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286) Kadang kacamata yang kita gunakan cuma mampu memandang hingga belasan meter dihadapan. Padahal cobaan, kegagalan dan keterbatasan yang menjumpai ia punya kompensasi jangka panjang pada perjalanan hidup kita. Bisa berupa pengalaman baru, cara bertahan lebih lama, mengembangkan diri lebih jauh, berpikir mencari solusi lebih dari biasa hingga mengenal diri lebih dalam bahwa selama ini ada potensi yang belum diberdayakan. Perihal pembebanan yang Allah SWT berikan, Dr. Aidh Al-Qarni mengata...

26 [TIAP BUKU PUNYA TAKDIR TERBITNYA SENDIRI] 30 Hari Bercerita

  Lima tahun silam berjumpa dengan mantan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Mataram di tempatnya mengabdi. Di sebuah sekolah pinggiran Kota Bima, NTB. Pak Guru M Fauzi Muhajir meminta saya membaca sebuah naskah buku yang sudah rampung ia ketik. Senang bisa baca lebih dulu, sebelum khalayak menikmati goresannya. Pekan lalu, saya bersua dengan beliau. Mumpung ada waktu, sekalian mau meraba dan membaca kembali buku "Study, Dream and Future" karya pertama beliau versi cetakan penerbit. Sebagai barter saya bawakan buku, "Pemuda Inspirasi Wajah Negeri" yang juga sama-sama terbit akhir tahun 2025 yang lalu. Ada buku yang sudah siap naskah bertahun-tahun lamanya, tapi tidak terbit-terbit (apalagi yang filenya cuma di kepala). Ada juga buku yang sudah mau diajukan ISBN, namun si penulis selalu merevisi tiap baca kembali hingga sekarang masih berstatus revisi. Rasanya mengejar sempurna tak akan ada garis finis nya. Toh ada ruang edisi revisi yang terbuka agar kemudian a...

25 [BERSIH DAN WANGI] 30 Hari Bercerita

  Dulu saat tahun 90an perjalanan darat dari Jakarta ke Bima, NTB menggunakan Bis memakan waktu tiga malam dua hari. Satu-satunya cara agar tetap segar dan harum karena tidak mandi dengan mengusap kolonyet. Tulisan asingnya colognette, tisu basah isi satu seperti tisu air galon zaman sekarang tapi aromanya wangi menyengat. Tidak ada kolonyet yang beroma kalem, semua menyengat. Aroma menyengat yang kemudian bercampur keringat itu malah membuat saya pusing dan mabuk. ===== Beberapa waktu yang lalu ada teman saya pada sudut teras rumahnya menjadi sasaran kucing liar buang air besar. Baunya kemana-mana. Kemudian untuk menguranginya ditaburi bubuk kopi dan percikan parfum. Aromanya bukan hilang malah tidak karuan, tidak enak. ===== Dari dua peristiwa di atas memiliki kesamaan. Menghilangkan kotoran atau aroma tak sedap tidak dengan membersihkan/membuang sumbernya, tapi memberinya pewangi atau parfum. Tentu tidak menyelesaikan masalah. Malah hanya membuat kamuflase sementara. Ujung-ujung...

24 [SEMPOL AYAM] 30 Hari Bercerita

  Hai, Pak Pos.   Ini kartu pos dari tempatku hari ini. Yang ada di foto adalah Sempol Ayam. Cemilan pinggir jalan yang bukan dari daerah kami di NTB. Sempol terbuat dari tepung tapioka, daging ayam dan bumbu bawang putih, garam dan penyedap rasa. Bahan tersebut dibuat adonan yang kemudian dililitkan pada tusuk sate hingga bentuknya lonjong, direbus hingga matang, lalu digoreng. Agar teksturnya garing dan renyah, sebelum digoreng, sempolan dicelupkan ke dalam kocokan telur terlebih dahulu.   Saya baru mengenal cemilan sempol ini pada tahun 2017. Memang lumayan jauh dari tempatnya berasal ke daerah kami di Indonesia timur. Sebuah Desa bernama Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur tempat cemilan murah meriah ini lahir dan populer sekitar tahun 2010-an.   Aku ingin kamu tahu bahwa hari ini aku dapat keluar sekadar jalan-jalan kecil akhir pekan menikmati sempol ayam @sempol_ayam_nagih . Ditengah sepekan terakhir cuaca campur sari hujan dan angin yang memb...

23 [SEPERTI ES DI GURUN PASIR] 30 Hari Bercerita

  Salah satu yang paling ditunggu ketika hari Jum’at adalah khutbah yang disampaikan khotib pada mimbarnya. Pada mereka yang sibuk dengan rutinitas, momentum itu menjadi satu-satunya kesempatan (karena tidak ada waktu menghadiri majelis pengajian atau tidak sempat membaca buku agama) mendengarkan nasehat spiritual paling syahdu dan sunyi.   Bayangkan para jama’ah dilarang berkata-kata apalagi berisik. Tidak boleh menegur teman agar diam, apalagi ribut yang mengurangi konsentrasi orang lain. Terutama fokus menyimak dan memetik nasehat dari khotib.   Hidup itu seperti es di gurun pasir. Kian lama ia akan meleleh, mencair dan habis menguap. Tanpa disadari umur berjalan sebagaimana nasib es tersebut.   Makin lama akan menyusut, berkurang dan akhirnya habis.   Kesehatan juga penganut falsafah es di gurun pasir tersebut. Makin berusia, fisik kekuatannya berkurang. Imunitas tidak stabil akibat dimakan waktu. Daya tahan menanggung beban tak sekokoh dulu lagi.   Nik...

22 [RELAWAN YANG DIGESER] 30 Hari Bercerita

  S ebulan sebelum kegiatan seorang teman memberi kabar agar saya bersedia berbagi cerita tentang penulisan buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri” pada acara yang akan dihadiri oleh relawan komunitas litersi tersebut. Ya, saya sanggupi. Walau kegiatan tersebut berlangsung di pulau seberang yang berjarak 10 jam perjalanan darat dan 2 jam menyeberangi lautan.   Sepekan sebelum kegiatan seorang panitia mengirimkan surat undangan dan menanyakan kembali kesediaan.Tidak ada yang berubah, karena sudah saya jadwalkan. Dua hari sebelum hari H panitia kembali mengingatkan sembari memberi permakluman bahwa kegiatan tidak menyediakan uang transportasi, akomodasi apalagi uang saku. Saya sambil senyum-senyum sendiri membaca kalimat akhir tersebut. Bagi sesama relawan hal itu tanpa diingatkan saya sudah maklum sejak lama. Dan beginilah bagian dari cara kami menjaga energi dan hati.   Nampaknya ada pergeseran makna kata “Relawan”. Baik karena tidak paham, atau memanfaatkan makna dibaliknya...

21 [REKOMENDASI PALSU] 30 Hari Bercerita

  Pagi-pagi sebuah pesan masuk dari Luwuk, Banggai nun jauh di Celebes, Sulawesi Tengah. “Minta info buku-buku yang direkomendasikan dan sedang PO ( pree-order )”.  Karena memang belum ada penerbit nasional yang sedang PO dan cuci gudang (setau saya), maka yang paling realistis adalah buku yang benar-benar saya tau isinya, juga sudah tamat dibaca.   Meluncurlah pesan balasan dua judul buku, “Hidup adalah Catatan” dan “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri.”. No debat. Bukan karena aji mumpung karya sendiri.   Dalam hal merekomendasikan sesuatu, kadang sengaja atau tidak, sadar atau pura-pura. Kita ikut andil dalam rekomendasi palsu.   Dulu saat kuliah (semoga sekarang tidak terjadi lagi). Masa pengajuan beasiswa dengan salah satu syaratnya aktif berorganisasi, akan banjir oknum mahasiswa yang jarang bahkan tidak pernah tampak batang hidungnya minta surat rekomendasi ke organisasi kampus. Dan taulah seperti apa tingkat kebenaran status surat rekomendasi itu.   Tak b...

20 [KORUPSI KEPALA DAERAH, BUKAN SALAH RAKYAT PEMILIH] 30 Hari Bercerita

  Dalam sehari, dua kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Senin (19/1/2026). Pertama, penyidik KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT. Selanjutnya, Maidi dibawa ke Jakarta bersama 8 orang lainnya. Dan kedua, KPK menangkap Bupati Pati, Sudewo (SDW) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati. Bupati Pati Sudewo Ditangkap Bersama 2 Camat dan 3 Kepala Desa. Membaca berita itu, saya langsung teringat “syahwat” kebanyakan politisi yang ingin agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2029 nanti tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, tapi kembali ke mode awal sebelum reformasi, dipilih oleh DPRD. Alasannya biaya politik tinggi dan politik uang yang membabi buta. Artinya karena rakyat lemah hingga mudah disogok dengan uang saat memilih. Juga biaya pelaksanaan pilkada yang mahal. Kok sepertinya rakyat yang dikambinghitamkan dan ditunjuk sebagai akar masalahnya.   Partai politiklah yang punya tik...

17 [JEJAK GAMBAR TANGAN] 30 Hari Bercerita

  Setiap manusia normal dianugerahi dua tangan dengan lima jari pada masing-masingnya. Dari tangan dan jemari inilah kemudian manusia bisa menggambarkan banyak hal.   Ada sidik jari yang tak seorang pun manusia sejak nabi Adam As hingga manusia terakhir nanti, identik dan sama. Sehingga sidik jari bisa menjadi kode ajaib setiap orang yang membedakan dengan manusia lainnya.   “Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” (QS. Al-Qiyamah: 3-4).   Tangan bisa menggambar banyak hal. Seorang pelukis dan kartunis dengan lihainya memadukan beragam warna diatas kanvas dengan beragam bentuk ojek yang indah. Seorang arsitek dan kontraktor dari tangannya lahir disain gedung dan bangunan yang artistik.   Tangan juga tak selamanya melahirkan gambar dalam arti bentuk. Ia bisa berupa tulisan yang dapat menggambarkan alur cerita dan setting peristiwa. Kekuatan me...

16 [PENIKMAT MALAM] 30 Hari Bercerita

  Kota-kota besar mendapat julukan kota yang tak pernah tidur. Mereka yang orang kampung kemudian merantau ke kota besar sangat merasakan hal tersebut. Bahkan banyak warga kota yang baru mulai beraktivitas ketika gelap menyelimuti kota. Sedangkan siklus normal malam adalah tempat kembali pulang untuk beristirahat. Terlepas dari label negatif aktivitas malam oleh oknum warganya. Saya berkesimpulan semakin kehidupan tak henti berdetak, maka produktifitas akan ikut meningkat. Ada sebuah ungkapan, “Siang bagai singa, malam bagai rahib”. Hal ini mengandung isyarat agar tidak menyia-yiakan waktu. Optimalkan sesuai dengan porsinya. Siang dengan semangat kerja menaklukan dunia, dan malam khyusu laksana ahli agama mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Menikmati malam dengan segala keheningannya.   Sesungguhnya waktu awal dan akhir malam sangat mendapat perhatian dalam agama Islam. Hal itu dibuktikan dengan ibadah yang hendaknya dikerjakan pada waktu tersebut dengan keistimewaannya. “ Ti...

15 [BINTANG DALAM GULITA] #30 Hari Bercerita

  Saya masih ingat pelajaran tentang rasi bintang saat SD (Sekolah Dasar). Zaman dulu untuk menentukan arah dengan melihat bintang di langit. Konon Salah satu catatan tertua tentang rasi bintang berasal dari bangsa Babilonia sekitar 3000 tahun yang lalu. Para pelaut untuk mengetahui arah navigasi akan mengacu pada rasi bintang. Bintang menjadi petunjuk jalan dalam gelap malam dan luasnya samudera.   Kemudian pada sekitar abad ke-2 hingga ke-3 baru ditemukan kompas yang hanya digunakan untuk ramalan di Tiongkok. Pada abad ke-11 baru diadopsi untuk navigasi maritim. Dan makin berkembang pada sekitar abad ke-9 hingga 15, saat Ibnu Majid yang memiliki nama lengkap Syihabudin Ahmad bin Majid yang berasal dari Bani Tamim, salah satu kabilah di provinsi Najed, Arab Saudi, menemukan kompas yang memiliki 32 arah mata angin. Untuk menjadi bintang yang tidak hanya penerang, tapi juga penunjuk arah harus berani menaklukan gulitanya malam. Karena pada waktu malamlah takdirnya berperan. Bil...

14 [BEKAL vs BEBAN] #30 Hari Bercerita

  Perjalanan kita belum usai hingga hari ini. Bila lelah, jedalah sejenak. Saat lemah, berhentilah untuk mengisi bekal. Jika bebanmu terlampau berat, kurangi dan buang. Bedakan beban dan bekal. Beban tak dibutuhkan, bekal sangat diperlukan. Banyak orang terkecoh, sibuk berburu beban hingga lupa bekal sudah kehabisan. Dan sejatinya perjalanan kita adalah memungut bekal-bekal agar sampai pada titik akhir yang telah ditentukan-Nya.   14 Januari 2026 #30HariBercerita #30HBC2614 #30HBC2614SatuParagraf   #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi @30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring www.rehatiwan.blogspot.com