Langsung ke konten utama

21 [REKOMENDASI PALSU] 30 Hari Bercerita

 

Pagi-pagi sebuah pesan masuk dari Luwuk, Banggai nun jauh di Celebes, Sulawesi Tengah. “Minta info buku-buku yang direkomendasikan dan sedang PO (pree-order)”.  Karena memang belum ada penerbit nasional yang sedang PO dan cuci gudang (setau saya), maka yang paling realistis adalah buku yang benar-benar saya tau isinya, juga sudah tamat dibaca.
 
Meluncurlah pesan balasan dua judul buku, “Hidup adalah Catatan” dan “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri.”. No debat. Bukan karena aji mumpung karya sendiri.
 
Dalam hal merekomendasikan sesuatu, kadang sengaja atau tidak, sadar atau pura-pura. Kita ikut andil dalam rekomendasi palsu.
 
Dulu saat kuliah (semoga sekarang tidak terjadi lagi). Masa pengajuan beasiswa dengan salah satu syaratnya aktif berorganisasi, akan banjir oknum mahasiswa yang jarang bahkan tidak pernah tampak batang hidungnya minta surat rekomendasi ke organisasi kampus. Dan taulah seperti apa tingkat kebenaran status surat rekomendasi itu.
 
Tak bisa dipungkiri data warga yang miskin mendapat BLT dan bantuan lainnya masih menuai protes. Ada warga yang layak, tapi terlewat. Ada yang mampu, namun bisa menikmati. Hal ini pasti bermula dari oknum yang menerbitkan rekomendasi tak jujur.
 
Menjadi peringatan bagi kita dalam merekomendasikan sesuatu, pertama, jujur sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Kedua, mendahulukan yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dibanding “katanya”. Ketiga, segala sesuatu akan kembali pada kita. Baik atau buruk, cepat atau lambat.
 
Jangan seperti calo, menjual tiket padahal ia sendiri tidak turut berangkat. Jika bagus, Alhamdulillah. Bila jelek, cuek saja yang penting sudah dapat komisi, urusan nasib penumpang tanggung sendiri. Apalagi jika rekomendasi sesuatu level nasional, efeknya akan lebih luas.
 
21 Januari 2026
#30HariBercerita
#30HBC2621 #30HBC2621Rekomendasi  #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SALAM PAGI 201: MEKARLAH DI PAGI HARI]

  Assalamu'alaikum Pagi Pagi ini tengok taman di halaman rumah, lihat pucuk-pucuk pepohonan di sekitar, bunga-bunga pada pot-pot kecil di sudut ruang. Resapi aroma wanginya yang merasuk bersama kesegaran udara. Bunganya yang bermekaran, menambah hangat semesta bersama cahaya mentari. Kita tidak salah lihat dan kebetulan menikmati aroma itu pagi ini saja. Kebanyakan bunga memang bermekaran di pagi hari. Ada jam biologis ( ritme sirkandi ) internal yang teratur sedemikan rupa. Mode sinyal otomatis berdasarkan siklusus terang-gelap yang memacu waktu terbaik untuk membuka kelopak dan menutupnya usai menebar aroma. Itu juga terjadi pada manusia, hingga ada waktu terjaga bila tidur dengan durasi waktu tertentu. Bila lekas tidur, cepat pula terbangun. Jika bergadang kelewatan, akan sering bangun kesiangan. Pagi hari sinar matahari menjadikan perubahan suhu memicu sel-sel motorik di pangkal kelopak bunga meregang dan membuka. Rangsangan cahaya dan suhu ini yang secara ilmiah dike...

027 [HR.RASUNA SAID TUTUP USIA]

Namanya terkenal dengan salah satu ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said. Jujur dari awal saya kira sosok ini pejuang laki-laki. Ternyata setelah membaca lengkap namanya Hajjah Rangkayo Rasuna Said baru terkuak ia seorang wanita pejuang.  Lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau Sumatera Barat. Darah pejuang Dan aktivisnya mengalir sang ayah yang merupakan seorang saudagar dan aktivis Minang, Haji Muhammad Said. Pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.  Terkenal dengan tulisan-tulisannya yang sangat tajam. Termasuk saat di penjara Belanda masih sempat menyelundupkan tulisan-tulisannya untuk diterbitkan pada surat kabar. Pidatonya sangat fasih dan membakar semangat perlawan pada Belanda. Pidatonya berjudul "Langkah-langkah memerdekakan Indonesia" pada tahun 1932 dianggap radikal oleh penjajah.  Kutipan dahsyat dari salah satu surat Rasuna Said, "Perjuangan kita adalah perjuangan suci di sisi Alla...

[PERCIKAN SAFARI LITERASI]

Dr. Aidh Al-Qarni menulis, "Membaca buku: Nasehat yang membuahkan tangis, kelembutan yang melegakan, keunikan yang mengandung tawa, kelangkaan yang menajubkan, perkara nan indah, larangan yang menakutkan, ungkapan menawan, pembicaraan yang fasih." Kemudian beliau melanjutkan, "Dengannya didapatkan Basil pikiran brilian, inti dari berita-berita, saringan dari zaman-zaman, ilmu dari krisis-krisis, peristiwa berbagai negeri, siasat para raja, pandangan para ulama, keindahan syair para penyair, pilihan kata para bijak, kedalaman pikiran para filosof, kesucian para ahli hadits, ekstasisme para zahid dan linangan air mata para ahli ibadah." "Menurut saya kita harus bangga menjadi orang Bima karena di alam inilah kita bisa mengelaborasi pikiran-pikiran dan berkontempelasi. (H. Muhammad Lutfi, SE Walikota Bima ) Di tanah ini, ada lebih dari 100 cerita rakyat, Baru 30 porsen kisah kisah itu ditulis dan dibukukan. Maka perlu upaya serius untuk men...