Hai, Pak Pos.
Ini kartu pos dari tempatku hari ini. Yang ada di foto adalah
Sempol Ayam. Cemilan pinggir jalan yang bukan dari daerah kami di NTB. Sempol
terbuat dari tepung tapioka, daging ayam dan bumbu bawang putih, garam dan penyedap
rasa. Bahan
tersebut dibuat adonan yang kemudian dililitkan pada tusuk sate hingga
bentuknya lonjong, direbus hingga matang, lalu digoreng. Agar teksturnya garing
dan renyah, sebelum digoreng, sempolan dicelupkan ke dalam kocokan telur
terlebih dahulu.
Saya baru mengenal cemilan sempol ini pada tahun 2017. Memang
lumayan jauh dari tempatnya berasal ke daerah kami di Indonesia timur. Sebuah
Desa bernama Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur tempat
cemilan murah meriah ini lahir dan populer sekitar tahun 2010-an.
Aku ingin kamu tahu bahwa hari ini aku dapat keluar sekadar
jalan-jalan kecil akhir pekan menikmati sempol ayam @sempol_ayam_nagih .
Ditengah sepekan terakhir cuaca campur sari hujan dan angin yang membuat
khawatir dan mengurangi keluar rumah.
Dan dari sempol ayam ini saya dapat mengambil pelajaran. Pertama,
jangan berhenti berinovasi mencoba menu makanan baru, bisa jadi dari itu bisa
muncul kuliner baru yang disukai masyarakat. Kedua, untuk eksis tidak harus
menunggu sempurna dan wah. Sempol ayam jajanan kaki lima dengan harga
seribu/tusuk bisa populer. Ketiga, nikmati kuliner nusantara. Jangan latah dan
sok gaya makanan ala luar/asing
keseringan. Nanti tidak sadar ada yang aneh pada dirimu. Sok
kebarat-baratan, tapi wajah tak menunjang he…he…
Makasih Pak Pos. Salam untuk Ani dan budi.
24 Januari 2026
#30HariBercerita
#30HBC2624 #30HBC26CeritaHariIni #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
#30HariBercerita
#30HBC2624 #30HBC26CeritaHariIni #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar