Sebulan sebelum kegiatan seorang teman memberi kabar agar saya
bersedia berbagi cerita tentang penulisan buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”
pada acara yang akan dihadiri oleh relawan komunitas litersi tersebut. Ya, saya
sanggupi. Walau kegiatan tersebut berlangsung di pulau seberang yang berjarak
10 jam perjalanan darat dan 2 jam menyeberangi lautan.
Sepekan sebelum kegiatan seorang panitia mengirimkan surat
undangan dan menanyakan kembali kesediaan.Tidak ada yang berubah, karena sudah
saya jadwalkan. Dua hari sebelum hari H panitia kembali mengingatkan sembari
memberi permakluman bahwa kegiatan tidak menyediakan uang transportasi,
akomodasi apalagi uang saku. Saya sambil senyum-senyum sendiri membaca kalimat
akhir tersebut. Bagi sesama relawan hal itu tanpa diingatkan saya sudah maklum
sejak lama. Dan beginilah bagian dari cara kami menjaga energi dan hati.
Nampaknya ada pergeseran makna kata “Relawan”. Baik karena tidak
paham, atau memanfaatkan makna dibaliknya untuk kepentingan tertentu berbiaya
murah (bahkan gratis) yang seharusnya wajib mengeluarkan logistik.
Secara sederhana makna relawan itu sebuah gerakan ikhlas dari
kantong sendiri dan tanpa pamrih. Makin ke sini makna itu diracuni tafsir
melenceng dalam dunia politik. Misal “Relawan Bung Iwan”, seharusnya mereka
bergerak mandiri dengan sendirinya. Ada atau tiada suplai logistik, tetap
beraktivitas. Tapi kenyataannya, ada uang kita jalan, tanpa logistik kami
titik. Ini sebuah pelecehan makna relawan. Lebih baik sebut saja Tim Sukses
Iwan. Apa kurang organik di jual?
Atau sengaja dilabeli relawan sebagai akal-akalan kandidat agar
bisa menghindar diminta kontibusi alias ongkos politik oleh tim nya? Padahal
memang mesin politik berbiaya atau semacam EO pemenangan. Yang namanya EO tidak
ada yang gratis alias berlabel relawan Bung.
Saatnya mengembalikan makna suci relawan dari tangan-tangan kotor
yang menodainya. Biarkan mereka berada pada garda terdepan penanggulangan
masalah kemasyarakatan tanpa pamrih. Bebaskan mereka dengan gesitnya membangun
masyarakat dan bangsa tanpa residu yang membuat lahir pihak-pihak menatap
relawan sebelah mata.
Tolong jangan terus geser makna relawan menjadi kian jauh dari
fitrahnya. Semangat terus buat para relawan dimana saja yang tanpa mengenal waktu,
tempat dan kondisi tetap konsisten berkiprah.
22 Januari 2026
#30HariBercerita
#30HBC2622 #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
#30HariBercerita
#30HBC2622 #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar