Selain memiliki kemuliaan sendiri
yang perlu kita raih, bulan Syakban waktu menjelang kedatangan bulan suci
Ramadan.
Dimana semua persiapan, perbekalan
dan pengkondisian diri di optimal agar dapat meneguk sebanyak mungkin pahala
Ramadan nanti.
Usamah bin Zaid ra. terkait bulan
Syakban pernah menanyakan pada Rasulullah saw. Perihal dilihatnya Rasulullah
saw. lebih bersemangat melakukan puasa di bulan Syakban dibandingkan waktu
lainnya. Rasulullah saw. pun bersabda,
“Bulan Sya’ban –bulan antara
Rajab dan Ramadhan- adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah
bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena
itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR.
An-Nasa’i)
Dapat dipahami sebelum masuki bulan
Ramadan, perlu prakondisi pada bulan sebelumnya. Agar diri baik secara
psikologis dan biologis tidak kaget, sudah terbiasa melahan lapar dan dahaga
pada siang hari, terlebih mengandalikan hawa nafsu.
Sebagaimana layaknya sebuah mesin
kendaraan yang akan digunakan untuk perjalanan jauh selama 30 hari lamanya.
Tentu perlu dilakukan pengecekan dan
dipanaskan terlebih dahulu. Agar tidak terjadi sesuatu yang mengganggu
kelancaran perjalanan.
Seperti seorang atlet yang akan
berlari jauh 30 Km. Ia harus sering melakukan latihan berkali-kali dan
pemanasan sebelum memulainya. Hal tersebut agar menghindari cedera otot dan
kondisi tubuh sudah terbiasa hingga optimal saat perlombaan.
Dari Aisyah ra, “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan
Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak
daripada berpuasa di bulan Syakban.” (HR. Bukhari, dan Muslim).
Bila seseorang sudah terbiasa
berpuasa sebelum Ramadan, tentu akan lebih kuat dan bersemangat untuk melakukan
puasa wajib di bulan Ramadan.
Selain persiapan puasa yang
dioptimalkan. Ibadah selama mengarungi puasa perlu dibiasakan , baik ibadah
pada siang maupun malam hari. Seperti membaca Al-Qur’an, dzikir, istighfar,
shalawat, shalat malam dan amal-amal sunnah lainnya.
Abu Bakr Al-Balkhi berkata, “Bulan Rajab saatnya
menanam. Bulan Syakban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadan saatnya
menuai hasil.”
Bila ingin meraih hasil optimal
pada bulan Ramadan, siapkan diri lebih dini. Jauh-jauh hari, bahkan sejak dua
bulan sebelumnya.
31
Januari 2026
#JelajahRamadan #MenujuRamadan #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi #MariBerbagiMakna @rehatiwan @rehatiwanInspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
#JelajahRamadan #MenujuRamadan #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi #MariBerbagiMakna @rehatiwan @rehatiwanInspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar