Dalam sehari, dua kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Senin
(19/1/2026). Pertama, penyidik KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT.
Selanjutnya, Maidi dibawa ke Jakarta bersama 8 orang lainnya. Dan kedua, KPK menangkap Bupati Pati, Sudewo
(SDW) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati. Bupati Pati Sudewo
Ditangkap Bersama 2 Camat dan 3 Kepala Desa.
Membaca berita itu, saya langsung teringat “syahwat” kebanyakan politisi yang
ingin agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2029 nanti tidak lagi dipilih
langsung oleh rakyat, tapi kembali ke mode awal sebelum reformasi, dipilih oleh
DPRD. Alasannya biaya politik tinggi dan politik uang yang membabi buta.
Artinya karena rakyat lemah hingga mudah disogok dengan uang saat memilih. Juga
biaya pelaksanaan pilkada yang mahal. Kok sepertinya rakyat yang dikambinghitamkan
dan ditunjuk sebagai akar masalahnya.
Partai politiklah yang punya tiket mencalonkan pasangan kepala
daerah, dinamika elit ini apakah tanpa aroma fulus alias cuan. Seandainya
partai politik dan politisi itu melakukan pendidikan politik yang benar
terhadap rakyat, seperti memilih pasangan calon yang baik (tidak karena isi
tas, kurang isi kepala), tidak menggunakan politik uang (tanpa serangan fajar),
mengajak rakyat agar tidak golput. Pastinya biaya politik pilkada tidak tinggi.
Rakyat tak mungkin membeli, jika politisi tidak menjual.
Dua orang kepala daerah yang di OTT KPK ini belum satu tahun
dilantik. Tapi kok berani dan hilang urat malu hingga ditangkap dengan dugaan
korupsi tentunya? Apakah rakyat juga yang disalahkan karena memilih figur yang
tuna nurani dan rakus uang haram macam ini? Oooh tidak bisa, para politisilah
yang harus bertanggungjawab. Mengerti !!!
Jika hanya modal tangan kosong, berhenti bermimpi menjadi kepala
daerah. Apalagi menggadaikan suara rakyat dengan menghapus pemilihan langsung.
Saatnya berpolitik cerdas dan tuntas. Jangan setengah-setengah menyalahkan
rakyat. Silahkan tunggu kepala daerah lainnya yang akan ditangkap lagi karena
korupsi, pasti.
20 Januari 2026
#30HariBercerita
#30HBC2620 #rehatiwaninspiring
#rehatiwan
#IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar