Coba tengok senjenak ke taman kecil halaman rumah,
pot yang berjejer di pinggir teras sekolah, atau ujung pucuk pohon-pohon
rindang di tepi jalan yang dilalui. Mereka mulai berbunga, tiba-tiba tanpa
suara. Tak gaduh dan berisik.
Mereka juga tidak mencuri perhatian atau decak kagum sebagaimana bunga-bunga hias yang terpajang pada toko bunga (florist) segar. Bahkan namanya juga anda lupa karena tak sepopuler bunga mahal lainnya. Paling anda akrab dengan buahnya saja yang ranum dan manis. Acuh dengan bunganya. Padahal dari bungalah buah itu berawal.
Sejelek apa rupanya, seburam apa warnanya, sekecil apa kelopaknya mereka tetap disebut bunga. Dari mereka kita belajar, tetaplah berbunga meski tanpa pengumuman. Teruslah berkolaborasi dengan lebah dan serangga lainnya bersama bunga, tanpa berisik dan mengusik. Jangan berhenti berbuah dan menebar aroma sebagaimana mestinya.
Gaduhlah pada waktunya. Berbungalah setiap saatnya.
29 Januari 2026
#30HBC2629 #30HariBercerita #reHATIwan #reHATIwanInspiring #MariBerbagiMakna #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar