Suatu waktu kita dihadapkan dengan cobaan yang tidak
pernah terbayangkan. Bahkan tak pernah masuk dalam radar tantangan dan
hambatan.
Suatu saat kita bertemu dengan kegagalan yang meruntuhkan semua capaian. Seketika apa yang telah diperjuangkan begitu lama berantakan.
Ada waktunya dalam kondisi terbatas malah mendapatkan tanggungjawab yang lebih lagi. Pada kondisi normal saja terasa punggung mau patah.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Bisa berupa pengalaman baru, cara bertahan lebih lama, mengembangkan diri lebih jauh, berpikir mencari solusi lebih dari biasa hingga mengenal diri lebih dalam bahwa selama ini ada potensi yang belum diberdayakan.
Perihal pembebanan yang Allah SWT berikan, Dr. Aidh Al-Qarni mengatakan, "Tidak ada pembebanan di atas kesanggupan. Pembebanan itu selalu disesuaikan dengan kemampuan yang sanggup dipikul oleh seseorang, sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya dan dengan batas kekuatannya."
Lalu kenapa selama ini merasa putus asa, menyerah bahkan ingin mengakhiri hidup saja?
Kita masih tidak percaya bahwa Allah SWT Maha Paling Tau terhadap kemampuan maksimal diri kita. Yang selama ini kita hanya bermain pada zona nyaman di bawahnya saja.
27 Januari 2026
#30HariBercerita
#30HBC2627 #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar