Langsung ke konten utama

26 [TIAP BUKU PUNYA TAKDIR TERBITNYA SENDIRI] 30 Hari Bercerita

 


Lima tahun silam berjumpa dengan mantan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Mataram di tempatnya mengabdi. Di sebuah sekolah pinggiran Kota Bima, NTB. Pak Guru M Fauzi Muhajir meminta saya membaca sebuah naskah buku yang sudah rampung ia ketik. Senang bisa baca lebih dulu, sebelum khalayak menikmati goresannya.

Pekan lalu, saya bersua dengan beliau. Mumpung ada waktu, sekalian mau meraba dan membaca kembali buku "Study, Dream and Future" karya pertama beliau versi cetakan penerbit. Sebagai barter saya bawakan buku, "Pemuda Inspirasi Wajah Negeri" yang juga sama-sama terbit akhir tahun 2025 yang lalu.

Ada buku yang sudah siap naskah bertahun-tahun lamanya, tapi tidak terbit-terbit (apalagi yang filenya cuma di kepala). Ada juga buku yang sudah mau diajukan ISBN, namun si penulis selalu merevisi tiap baca kembali hingga sekarang masih berstatus revisi. Rasanya mengejar sempurna tak akan ada garis finis nya. Toh ada ruang edisi revisi yang terbuka agar kemudian ada perbaikan bila telah terbit.

Ada buku sudah terbit dan selesai cetak. Acara peluncuran dan bedah bukunya tinggal sehari. Pembedah sudah siap dan undangan resmi dan poster media sosial sudah kemana-mana. Eh dibatalkan seketika karena ditemukan indikasi kuat buku tersebut hasil jiplakan alias plagiasi.

Begitulah buku-buku yang kita lihat duduk manis di rak toko. Atau sudah di hadapan kita untuk di baca. Mereka sudah punya takdirnya sendiri kapan harus tuntas menulisnya, bagaimana cara mendatangi pembaca dan waktu bagaimana bercengkrama dengan penikmatnya.

Selamat Pak guru Fauzi. Jangan pernah puas dengan buku pertama, karena buku selanjutnya buah dari kesempurnaan dari buku sebelumnya.

Foto : Hanya ilustrasi AI

26 Januari 2026
#30HariBercerita
#30HBC2626  #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SALAM PAGI 201: MEKARLAH DI PAGI HARI]

  Assalamu'alaikum Pagi Pagi ini tengok taman di halaman rumah, lihat pucuk-pucuk pepohonan di sekitar, bunga-bunga pada pot-pot kecil di sudut ruang. Resapi aroma wanginya yang merasuk bersama kesegaran udara. Bunganya yang bermekaran, menambah hangat semesta bersama cahaya mentari. Kita tidak salah lihat dan kebetulan menikmati aroma itu pagi ini saja. Kebanyakan bunga memang bermekaran di pagi hari. Ada jam biologis ( ritme sirkandi ) internal yang teratur sedemikan rupa. Mode sinyal otomatis berdasarkan siklusus terang-gelap yang memacu waktu terbaik untuk membuka kelopak dan menutupnya usai menebar aroma. Itu juga terjadi pada manusia, hingga ada waktu terjaga bila tidur dengan durasi waktu tertentu. Bila lekas tidur, cepat pula terbangun. Jika bergadang kelewatan, akan sering bangun kesiangan. Pagi hari sinar matahari menjadikan perubahan suhu memicu sel-sel motorik di pangkal kelopak bunga meregang dan membuka. Rangsangan cahaya dan suhu ini yang secara ilmiah dike...

027 [HR.RASUNA SAID TUTUP USIA]

Namanya terkenal dengan salah satu ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said. Jujur dari awal saya kira sosok ini pejuang laki-laki. Ternyata setelah membaca lengkap namanya Hajjah Rangkayo Rasuna Said baru terkuak ia seorang wanita pejuang.  Lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau Sumatera Barat. Darah pejuang Dan aktivisnya mengalir sang ayah yang merupakan seorang saudagar dan aktivis Minang, Haji Muhammad Said. Pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.  Terkenal dengan tulisan-tulisannya yang sangat tajam. Termasuk saat di penjara Belanda masih sempat menyelundupkan tulisan-tulisannya untuk diterbitkan pada surat kabar. Pidatonya sangat fasih dan membakar semangat perlawan pada Belanda. Pidatonya berjudul "Langkah-langkah memerdekakan Indonesia" pada tahun 1932 dianggap radikal oleh penjajah.  Kutipan dahsyat dari salah satu surat Rasuna Said, "Perjuangan kita adalah perjuangan suci di sisi Alla...

[PERCIKAN SAFARI LITERASI]

Dr. Aidh Al-Qarni menulis, "Membaca buku: Nasehat yang membuahkan tangis, kelembutan yang melegakan, keunikan yang mengandung tawa, kelangkaan yang menajubkan, perkara nan indah, larangan yang menakutkan, ungkapan menawan, pembicaraan yang fasih." Kemudian beliau melanjutkan, "Dengannya didapatkan Basil pikiran brilian, inti dari berita-berita, saringan dari zaman-zaman, ilmu dari krisis-krisis, peristiwa berbagai negeri, siasat para raja, pandangan para ulama, keindahan syair para penyair, pilihan kata para bijak, kedalaman pikiran para filosof, kesucian para ahli hadits, ekstasisme para zahid dan linangan air mata para ahli ibadah." "Menurut saya kita harus bangga menjadi orang Bima karena di alam inilah kita bisa mengelaborasi pikiran-pikiran dan berkontempelasi. (H. Muhammad Lutfi, SE Walikota Bima ) Di tanah ini, ada lebih dari 100 cerita rakyat, Baru 30 porsen kisah kisah itu ditulis dan dibukukan. Maka perlu upaya serius untuk men...