Langsung ke konten utama

Postingan

[SALAM PAGI 201: MEKARLAH DI PAGI HARI]

  Assalamu'alaikum Pagi Pagi ini tengok taman di halaman rumah, lihat pucuk-pucuk pepohonan di sekitar, bunga-bunga pada pot-pot kecil di sudut ruang. Resapi aroma wanginya yang merasuk bersama kesegaran udara. Bunganya yang bermekaran, menambah hangat semesta bersama cahaya mentari. Kita tidak salah lihat dan kebetulan menikmati aroma itu pagi ini saja. Kebanyakan bunga memang bermekaran di pagi hari. Ada jam biologis ( ritme sirkandi ) internal yang teratur sedemikan rupa. Mode sinyal otomatis berdasarkan siklusus terang-gelap yang memacu waktu terbaik untuk membuka kelopak dan menutupnya usai menebar aroma. Itu juga terjadi pada manusia, hingga ada waktu terjaga bila tidur dengan durasi waktu tertentu. Bila lekas tidur, cepat pula terbangun. Jika bergadang kelewatan, akan sering bangun kesiangan. Pagi hari sinar matahari menjadikan perubahan suhu memicu sel-sel motorik di pangkal kelopak bunga meregang dan membuka. Rangsangan cahaya dan suhu ini yang secara ilmiah dike...

[PEMUDA MATAHARI PAGI] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   “Pemuda adalah matahari terbit di pagi hari, mereka membawa harapan bagi dunia.” (Jalaluddin Muhammad Rumi) IA jembatan penghubung   antara gelap dan terang, dari malam gulita dengan cahaya siang. Menapaki jembatan itu dengan berlahan, tak instan dan seketika. Pembatas yang nyata dan tegas, namun lembut berlahan sebagaimana degradasi malam berangsur fajar hingga mentari pagi. Ia kehangatan yang menggairahkan. Menebar energi keseluruh pelosok bumi. Pada hamparan daratannya yang membentang, ke samuderanya yang luas laksana marmer biru tak bertepi, hingga udaranya menyelimuti ibarat tameng pelindung yang sempurna. Tak terik yang menyengat membakar kulit dan berujung petaka dehidrasi. Ia alarm memulai kembali gerakan. Dari waktu panjang istirahat yang melenakan. Penyingkap rayuan selimut yang hangat menjerumuskan. Penghentak tidur dan pembawa alam mimpi pada ruang kenyataan. Pendobrak stagnasi yang me...

[CETAKAN KEDUA PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI]

  Alhamdulillah mari dimiliki dan baca... Oktober bulan kaum muda Indonesia "Pemuda adalah sumber kekayaan intelektual, mereka memiliki gagasan segar untuk masa depan." -Albert Einstein- PEMUDA INSPIRASI WAJAH NEGERI Penulis: Iwan Wahyudi IWAN Wahyudi Tebal: 122 halaman ISBN: 978-634-04-5709-4 Penerbit: PANGGITA Harga: Rp70.000- Info pemesanan 082 266 544 388

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[Haji Agus Salim: Siswa Lulusan Terbaik Hindia Belanda yang Beasiswanya Ditolak] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   USIANYA masih 19 tahun ketika meraih predikat lulusan terbaik Hogere Burger School (HBS) atau sekolah menengah di seluruh Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada 1903. Dengan kepintaran tersebut setidaknya akan menjadi tiket mulus beasiswa melanjutkan belajar kedokteran ke Belanda. Tapi usulan beasiswanya ditolak. RA. Kartini yang mendapat beasiswa untuk belajar ke Belanda, karena terkendala “tradisi” perempuan tidak boleh sekolah apalagi jauh ke luar negeri, meminta agar beasiswanya dialihkan ke pemuda kelahiran Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat 8 Oktober 1884 itu. Dan dikabulkan pemerintah Belanda. Sang pemuda yang terlanjur layu akibat kecewa oleh kebijakan beasiswa Belanda, malah menolak beasiswa pengganti dari RA. Kartini. Pendiriannya teguh, beasiswa harus berdasarkan kemampuan bukan kasihan. Kepandaian diri, bukan sekadar pengganti. Apalagi siasat kolonialisme bangsa penjajah. Nasionalismenya...

[Muhammad Toha, Mati Belia Meledakan Gudang Mesiu Penjajah] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   SEORANG pemuda berusia 19 tahun mengorbankan nyawa satu-satunya dengan aksi yang tak biasa. Dengan kematiannya, nyawa ratusan ribu orang terjaga. Ia melakukan  Suicide Mission  demi melawan penindasan dan melindungi saudara-saudara sebangsanya dari kekejaman penjajah. Seorang belia yang bernilai lebih dari seribu para super hero dalam cerita komik,  bahkan setelah berpuluh-puluh tahun kematiannya. Namanya lebih harum dari taman bunga yang sedang merekah pada musim semi. Ceritanya lebih semerbak dibandingkan aroma minyak wangi ternama. Muhammad Toha malam itu tanggal 11 Juli 1946, tiga setengah bulan setelah peristiwa Bandung Lautan Api. Di Dayeuhkolot bersama sahabatnya Mohammad Ramdhan dari kelompok Hizbullah, menjalankan misi yang sangat sulit, menghancurkan gudang mesiu penjajah di Selatan Bandung. Hal ini sangat penting sekali mengingat persenjataan di dalamnya adalah alat-alat perang y...

[TAK CUKUP COPY, PASTE DAN SHARE JUGA] #NulisRabilulAwal

  Hidup tak sekadar puas dengan kopi ( copy ), tapi lipat gandakan kebahagiaan juga kebaikan dengan paste (tempel) dan share (berbagi) hal itu ke banyak tempat, orang dan waktu.   Ada kesenangan yang cuma dipendam dalam diri sendiri saja, padahal bisa dibagi tanpa mengurangi. Ada kebahagiaan sekecil apa itu rupanya yang tak boleh berhenti pada diri saja, perlu dilanjutkan kemana-mana. Banyak kebaikan yang kadang sepele, hanya puas untuk "aku" saja. Padahal bisa digandakan tak hingga.   Jika memasak dan aromanya hingga masuk rumah tetangga, Rasulullah saw. meminta kita melebihkan kuahnya untuk dirasakan tetangga tersebut.   Saat hati patah dan hidup penuh duri sana sini. Kenapa kita perlu senyum saat berjumpa sesama? . Maknai senyum sebagai cara praktis dan gratis bersedekah saat di uji kegagalan dan diterpa kekurangan. Sebagaimana Rasulullah saw. Bilang, senyum pada saudaramu itu sedekah.   Ah itu nampak terlalu mencari validasi atau pencitraan dalam kacamata ...

[JEDALAH, DENGARKAN AZAN!] #NulisRabiulAwal

  “Azan bukan sekadar seruan penanda waktu salat, setelah terdengar dibiarkan berlalu. Atau terkerdilkan sebatas alarm penanda, dimatikan kemudian aktivitas dilanjutkan.” Salah satu hikmah waktu shalat lima kali sehari, di lima waktu tersebut kita perlujeda sejenak dari beragam aktivitas duniawi. Manusia bukan robot tanpa istirahat, jiwa dan raga bukan benda mati tak perlu jeda sejenak. Salah satu hal terindah adalah dapat menjawab suara azan. Bukan semata menjawab dengan mendirikan shalat yang bisa saja setelah panggilan itu berlalu beberapa waktu. Bahkan penanda jam istirahat dari rutinitas. Tapi, benar-benar menjawab azan itu dengan kalimat yang sama dengan yang terucap oleh muazin saat itu. Siapa yang menjawab panggilan azan seperti seruan muazin dari dalam hatinya, maka akan masuk surga (HR. Muslim, Abu Daud). Umar bin Khatab ra. menyampaikan sabda Rasulullah saw. itu. Siapa di antara kita yang membuang begitu saja tiket ke surga? Dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. menyampaikan sab...

[AWALI MAKAN DENGAN BASMALLAH] #NulisRabiulAwal

  Betapa sering kita melihat anak kecil yang mau makan lalu berucap, “Ayo baca bismillah dulu” atau “Baca apa dulu sebelum makan anak manis?”. Hal itu entah spontan atau memang sedang mendidik sejak dini atau latah begitu saja, namun merupakan hal yang paling membekas dan mengisi memori mereka. Bisa jadi hal itu terjadi pada kita sendiri waktu kecil. Pernahkah hal sederhana itu, maksudnya menasehati agar sebelum makan membaca basmallah   kita sampaikan pada teman seusia yang telah remaja, dewasa bahkan tua? Atau jangan-jangan malah diri sendiri selalu kelolosan tanpa baca apa pun saat melahap makanan. Membaca basmallah sebelum makan mungkin terlihat biasa, tidak istimewa amat.   Tapi taukah, hal itu yang dilakukan oleh manusia paling mulia teladan kita semua. Rasulullah Muhammad saw. Dari ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,   “ Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia me...

[SELALU ADA JALAN UNTUK SENYUM] #NulisRabiulAwal

  Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.“ (HR at-Tirmidzi) Betapa banyak cara berbuat baik, dari yang besar hingga yang sederhana. Dari yang bersyarat hingga tanpa modal apa-apa. Hal terkecil berupa senyuman. Tak perlu modal harta seperti ibadah sedekah, zakat hingga pergi haji yang berjuta-juta rupiah. Cukup tersenyum sekali saja tiap hari. Baik pada tetangga, teman, kerabat di tempat kerja, hingga penjual kebutuhan harian bahkan tukang parkir. Bisa kan? Bila hari itu hanya di rumah atau tempat kos sedang sendiri. Anda bisa senyum lewat perangkat komunikasi dan media sosial. Lewat emot senyum status, komentar atau menjawab pesan. Di dunia nyata terhalang jarak dan waktu, dunia maya juga boleh dong. Yuuk jangan pelit senyum. Jangan mau jadi orang paling rugi karena tidak bisa, tidak mau dan tidak sempat senyum sekali sehari. Pinja...

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

  Assalamu'alaikum Pagi Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat. Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40) Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi ...

166 [SEPOTONG ENERGI DAN SETEGUK MOTIVASI]

  Pagi ini saya mencicipi sepotong roti dan segelas kopi. Nikmat sekali, Alhamdulillah… Tak perlu sepiring atau sebungkus roti untuk memulai hari. Kita cuma butuh sepotong energi untuk menyapa pagi. Agar fisik mampu meraba pikiran dan memilah dari akal yang akal-akalan serta kelicikan yang menyusup dalam kepintaran. Untuk tubuh kuat berdiri takbiratul ihram dan sujud mengecup bumi bila panggilan-Nya menggema semesta. Agar langkah tak lama berjeda tapak dan absen dari jejak. Karena kaki bukan untuk berdiri selamanya, ia juga harus melangkah, bergerak menjelajah. Tak perlu segelas bahkan satu teko kopi guna menyentak stagnasi . Kita cuma butuh satu sruput yang menyadarkan dan seteguk yang menggerakan. Untuk mengingatkan kembali tujuan awal dari segala yang membuat berani melangkah, tak ragu memilih dan tak gentar akan resikonya. Agar diri tersadar. Rutinitas bukan candu yang melemahkan dan kehilangan kepekaan pada diri dan sekitar. Semua bukan untuk ditonton atau dibia...

161 [ASRAMA DAN SEKOLAH KEPEMIMPINAN]

  Sepenuhnya tidak janjian jumpa berempat. Awalnya cuma dengan Sahrel Gunawan @sahrelgunawan_ mahasiswa pasca sarjana UGM yang sedang mudik liburan. Usai Jumatan Sahrel ketemu Rasdan dan Ramadhan. Akhirnya kami duduk satu meja di gerobak mie ayam samping masjid usai Jumatan. Sahrel Gunawan angkatan 2018, Rasdan dan Ramadan angkatan 2021 Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Rasdan dan Ramadan lulus September 2025 lalu. Sedang Sahrel jadi mahasiswa UGM dengan beasiswa LPDP mulai semester ganjil tahun lalu. Kami nostalgia kehidupan di Asrama Mahasiswa UTS, setidaknya perubahan sebelum dan pasca covid 19. Asrama tak bisa disamakan dengan asrama santri pondok pesantren yang ketat dengan aturan. Atau sebebas ngekos di rumah susun yang sangat longgar tanpa ada kegiatan bersama yang menyatukan. Asrama hingga menjelang covid diperuntukan untuk anak semester satu. Maunya sih semua semester, tapi fasilitas tidak selengkap UI, IPB atau kampus besar di Jawa. Apalagi UTS swasta. Pokoknya...