Langsung ke konten utama

Postingan

[TAK CUKUP COPY, PASTE DAN SHARE JUGA] #NulisRabilulAwal

  Hidup tak sekadar puas dengan kopi ( copy ), tapi lipat gandakan kebahagiaan juga kebaikan dengan paste (tempel) dan share (berbagi) hal itu ke banyak tempat, orang dan waktu.   Ada kesenangan yang cuma dipendam dalam diri sendiri saja, padahal bisa dibagi tanpa mengurangi. Ada kebahagiaan sekecil apa itu rupanya yang tak boleh berhenti pada diri saja, perlu dilanjutkan kemana-mana. Banyak kebaikan yang kadang sepele, hanya puas untuk "aku" saja. Padahal bisa digandakan tak hingga.   Jika memasak dan aromanya hingga masuk rumah tetangga, Rasulullah saw. meminta kita melebihkan kuahnya untuk dirasakan tetangga tersebut.   Saat hati patah dan hidup penuh duri sana sini. Kenapa kita perlu senyum saat berjumpa sesama? . Maknai senyum sebagai cara praktis dan gratis bersedekah saat di uji kegagalan dan diterpa kekurangan. Sebagaimana Rasulullah saw. Bilang, senyum pada saudaramu itu sedekah.   Ah itu nampak terlalu mencari validasi atau pencitraan dalam kacamata ...

[JEDALAH, DENGARKAN AZAN!] #NulisRabiulAwal

  “Azan bukan sekadar seruan penanda waktu salat, setelah terdengar dibiarkan berlalu. Atau terkerdilkan sebatas alarm penanda, dimatikan kemudian aktivitas dilanjutkan.” Salah satu hikmah waktu shalat lima kali sehari, di lima waktu tersebut kita perlujeda sejenak dari beragam aktivitas duniawi. Manusia bukan robot tanpa istirahat, jiwa dan raga bukan benda mati tak perlu jeda sejenak. Salah satu hal terindah adalah dapat menjawab suara azan. Bukan semata menjawab dengan mendirikan shalat yang bisa saja setelah panggilan itu berlalu beberapa waktu. Bahkan penanda jam istirahat dari rutinitas. Tapi, benar-benar menjawab azan itu dengan kalimat yang sama dengan yang terucap oleh muazin saat itu. Siapa yang menjawab panggilan azan seperti seruan muazin dari dalam hatinya, maka akan masuk surga (HR. Muslim, Abu Daud). Umar bin Khatab ra. menyampaikan sabda Rasulullah saw. itu. Siapa di antara kita yang membuang begitu saja tiket ke surga? Dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. menyampaikan sab...

[AWALI MAKAN DENGAN BASMALLAH] #NulisRabiulAwal

  Betapa sering kita melihat anak kecil yang mau makan lalu berucap, “Ayo baca bismillah dulu” atau “Baca apa dulu sebelum makan anak manis?”. Hal itu entah spontan atau memang sedang mendidik sejak dini atau latah begitu saja, namun merupakan hal yang paling membekas dan mengisi memori mereka. Bisa jadi hal itu terjadi pada kita sendiri waktu kecil. Pernahkah hal sederhana itu, maksudnya menasehati agar sebelum makan membaca basmallah   kita sampaikan pada teman seusia yang telah remaja, dewasa bahkan tua? Atau jangan-jangan malah diri sendiri selalu kelolosan tanpa baca apa pun saat melahap makanan. Membaca basmallah sebelum makan mungkin terlihat biasa, tidak istimewa amat.   Tapi taukah, hal itu yang dilakukan oleh manusia paling mulia teladan kita semua. Rasulullah Muhammad saw. Dari ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,   “ Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia me...

[SELALU ADA JALAN UNTUK SENYUM] #NulisRabiulAwal

  Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.“ (HR at-Tirmidzi) Betapa banyak cara berbuat baik, dari yang besar hingga yang sederhana. Dari yang bersyarat hingga tanpa modal apa-apa. Hal terkecil berupa senyuman. Tak perlu modal harta seperti ibadah sedekah, zakat hingga pergi haji yang berjuta-juta rupiah. Cukup tersenyum sekali saja tiap hari. Baik pada tetangga, teman, kerabat di tempat kerja, hingga penjual kebutuhan harian bahkan tukang parkir. Bisa kan? Bila hari itu hanya di rumah atau tempat kos sedang sendiri. Anda bisa senyum lewat perangkat komunikasi dan media sosial. Lewat emot senyum status, komentar atau menjawab pesan. Di dunia nyata terhalang jarak dan waktu, dunia maya juga boleh dong. Yuuk jangan pelit senyum. Jangan mau jadi orang paling rugi karena tidak bisa, tidak mau dan tidak sempat senyum sekali sehari. Pinja...

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

  Assalamu'alaikum Pagi Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat. Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40) Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi ...

166 [SEPOTONG ENERGI DAN SETEGUK MOTIVASI]

  Pagi ini saya mencicipi sepotong roti dan segelas kopi. Nikmat sekali, Alhamdulillah… Tak perlu sepiring atau sebungkus roti untuk memulai hari. Kita cuma butuh sepotong energi untuk menyapa pagi. Agar fisik mampu meraba pikiran dan memilah dari akal yang akal-akalan serta kelicikan yang menyusup dalam kepintaran. Untuk tubuh kuat berdiri takbiratul ihram dan sujud mengecup bumi bila panggilan-Nya menggema semesta. Agar langkah tak lama berjeda tapak dan absen dari jejak. Karena kaki bukan untuk berdiri selamanya, ia juga harus melangkah, bergerak menjelajah. Tak perlu segelas bahkan satu teko kopi guna menyentak stagnasi . Kita cuma butuh satu sruput yang menyadarkan dan seteguk yang menggerakan. Untuk mengingatkan kembali tujuan awal dari segala yang membuat berani melangkah, tak ragu memilih dan tak gentar akan resikonya. Agar diri tersadar. Rutinitas bukan candu yang melemahkan dan kehilangan kepekaan pada diri dan sekitar. Semua bukan untuk ditonton atau dibia...

161 [ASRAMA DAN SEKOLAH KEPEMIMPINAN]

  Sepenuhnya tidak janjian jumpa berempat. Awalnya cuma dengan Sahrel Gunawan @sahrelgunawan_ mahasiswa pasca sarjana UGM yang sedang mudik liburan. Usai Jumatan Sahrel ketemu Rasdan dan Ramadhan. Akhirnya kami duduk satu meja di gerobak mie ayam samping masjid usai Jumatan. Sahrel Gunawan angkatan 2018, Rasdan dan Ramadan angkatan 2021 Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Rasdan dan Ramadan lulus September 2025 lalu. Sedang Sahrel jadi mahasiswa UGM dengan beasiswa LPDP mulai semester ganjil tahun lalu. Kami nostalgia kehidupan di Asrama Mahasiswa UTS, setidaknya perubahan sebelum dan pasca covid 19. Asrama tak bisa disamakan dengan asrama santri pondok pesantren yang ketat dengan aturan. Atau sebebas ngekos di rumah susun yang sangat longgar tanpa ada kegiatan bersama yang menyatukan. Asrama hingga menjelang covid diperuntukan untuk anak semester satu. Maunya sih semua semester, tapi fasilitas tidak selengkap UI, IPB atau kampus besar di Jawa. Apalagi UTS swasta. Pokoknya...

154 [MUHARRAM]

  Ada yang menilai sesuatu sebatas seremonial, ramai tapi singkat, riuh tapi kering, gemerlap namun tak bertahan, semarak namun cepat berlalu. Kadang ada yang memaknainya lebih dalam dari sebab musabab hadirnya. Merasakannya tak singkat karena mempertahankan keistimewaannya dalam berlaku. Menjadikannya titik tolak dari semua perubahan yang ingin diraih. Muharram akan masuk sepertiga akhir. Bahkan sebagian orang sudah mulai kembali ke mode awal. Tak ada kalender baru seperti masehi yang berganti di dinding kamar dan kantor. Nggak ada perubahan kaku dalam menuliskan tanggal efek tahun dan bulan baru. Refleksi dan resolusi di awal tahun kadang cuma formalitas. Ritual tahunan atau cuma sekadar kebutuhan konten dan postingan media sosial agar nampak kekinian. Muharram penanda peristiwa hijrah. Ia juga harus menjadi titik tolak perubahan dalam diri. Muharram lembaran baru dari halaman buku tahunan. Tentu bosan menulis hal yang sama, hambar mencatat hal yang serupa, atau hampa c...

[SALAM PAGI 198: TAK ADA KATA JEDA BERBUAT BAIK]

  Assalamu'alaikum Pagi "Kapan berhenti berbuat baik? Ketika ada jaminan Anda masuk surga atau ajal Anda telah tiba." Pagi ini banyaklah tersenyum dan rasakan hingga hati Anda juga tersenyum. Senyum lahir batin. Tentu hal itu akan membuat orang lain juga senang melihatnya kemudian menyukai Anda. Tersenyum dan membuat orang senang dengannya merupakan kebaikan yang tak hanya membuat bahagia sendiri, tapi menjalar kebaikan pada orang lain pula. “Senyum di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi) Pagi ini bila sedang sendiri atau tak menjumpai orang sebagai lawan tersenyum. Anda bisa mengisi waktu dengan berzikir dari banyak lafadz zikir yang dianjurkan. Jumlahnya semampu Anda, lamanya sampai Anda sendiri merasa cukup. Dengannya Anda berbuat kebaikan yang juga membuat hidup tenang juga bahagia. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang (tentram).” (QS. Ar-Ra’d: 28) Pagi ini cobalah isi wadah dengan air dan simpan di p...

152 [Iblis Menyesatkan Manusia dengan Kejahatan yang Terasa Indah]

  Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.” (QS.Al-Hijr: 39-40) Iblis sudah mendeklarasikan dirinya akan menggoda dan menyesatkan keturunan Adam as. Bahkan telah meminta garansi waktu upaya penyesatan itu dalam jangka panjang hingga hari kiamat. Manusia sebenarnya harus sadar, bahwa pernyataan perang Iblis itu bukan main-main dan dianggap sepele. Mereka akan menggunakan segala sumberdaya dan cara. Mode nampak bahkan jalur kasat mata. Rayuan Iblis selalu menggoda, memoles kejahatan dalam rupa yang indah, memuaskan nafsu, menghadirkan kegembiraan semu bila disadari. Melawan perang yang tak sebanding dengan makhluk satu ini tentu akan membuat kewalahan. Namun, ada satu senjata yang ditakuti mereka. Menjadi hamba-hamba Allah swt yang ikhlas. Cordova StreetA...

151 [KUAT BERSAMA-NYA]

  Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat tersungkur itu? Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan, tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti. Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat. “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah) Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan sema...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...

149 [SEPASANG SEPATU SERASI]

  Pasangan paling serasi seperti sepasang sepatu. Bentuknya tidak sama persis. Bahkan berkebalikan, kanan dan kiri. Tidak pernah berganti posisi, tapi selalu melengkapi, Tak pernah iri ingin menjadi kanan dan merasa rendah menjadi kiri. Kalau jalan tidak pernah kompak, tapi tujuannya sama melangkah. Tak pernah melangkah bersamaan keduanya, selalu bergantian seirama. Bila yang satu hilang, yang satu lagi tak berarti. Karena mereka ditakdirkan untuk sepasang. Cordova Street, A-03, 28 Juni 2026 #Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_28 #Sepasang #Sepatu #Serasi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi @gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring www.rehatiwan.blogspot.com

148 [JUNI EMPAT PRESIDEN]

  Saya pada awalnya sama dengan kebanyakan orang lainnya, hanya melabeli bulan Juni sebagai bulang Bung Karno. Sebabnya jelas, Presiden pertama RI itu lahir, wafat dan berpidato tentang Pancasila pada bulan Juni. Ternyata kemudian baru sadar tiga Presiden lainnya juga lahir pada bulan Juni. Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Ia menjabat Presiden sejak 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967. Si Bung Besar berpidato tentang Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Ia wafat pada usia 69 tahun di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tanggal 21 Juni 1970. Presiden paling lama menjabat tak lain adalah Jenderal Besar Soeharto. Ia menjabat sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Lahir di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Presiden kedua RI ini tutup usia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie, men...