Langsung ke konten utama

[SELALU ADA JALAN UNTUK SENYUM] #NulisRabiulAwal

 


Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.“ (HR at-Tirmidzi)

Betapa banyak cara berbuat baik, dari yang besar hingga yang sederhana. Dari yang bersyarat hingga tanpa modal apa-apa.

Hal terkecil berupa senyuman. Tak perlu modal harta seperti ibadah sedekah, zakat hingga pergi haji yang berjuta-juta rupiah.

Cukup tersenyum sekali saja tiap hari. Baik pada tetangga, teman, kerabat di tempat kerja, hingga penjual kebutuhan harian bahkan tukang parkir. Bisa kan?

Bila hari itu hanya di rumah atau tempat kos sedang sendiri. Anda bisa senyum lewat perangkat komunikasi dan media sosial. Lewat emot senyum
status, komentar atau menjawab pesan. Di dunia nyata terhalang jarak dan waktu, dunia maya juga boleh dong.

Yuuk jangan pelit senyum. Jangan mau jadi orang paling rugi karena tidak bisa, tidak mau dan tidak sempat senyum sekali sehari.

Pinjam fotonya sebagai ilustrasi ya SahrelGunawan_ Sahrel Gunawan

26082026
#NulisRabiulAwal #NulisRabiulAwal_02 #rehatiwan #rehatiwaninspiring #MariBerbagiMakna #IWANwahyudi
@rehatiwan Rehatiwan Inspiring
www.rehatiwan.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MENGABADIKAN TULISAN]

  "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" -Pramoedya Ananta Toer (Pram)- Setelah melalui berbagai macam proses hingga melahirkan sebuah tulisan, sebagian dari kita merasa telah final goresan itu akan abadi sebagaimana perkataan Pramoedya Ananta Toer di atas. Segolongan dari kita malah selangkah agak jauh mempostingnya apa akun media sosial. Agar kata-kata buah penanya segera menemui pembaca. Supaya makna yang ingin disampaikan tak menunggu lama untuk terus terbagai. Biar amal jariyah manfaat kalimat-kalimat ajakan dari teks itu mulai mengalir deras pada penulisnya. Saya pernah merasa kehilangan dari tulisan-tulisan yang susah payah dan memakan banyak waktu menenunnya. Karena file termakan virus, hardisk rusak tak bisa dibuka, android hilang atau dicuri orang hingga akun media sosial di hack atau blokir. Itu sebagai penanda hilangnya "keramat" keabadian tulisan saya, anda dan kita. Dari semua dinamika itu, saya sampai pada sebuah ujung. Setiap tulisan harus ...

[Haji Agus Salim: Siswa Lulusan Terbaik Hindia Belanda yang Beasiswanya Ditolak] #MudaMenyala

  Oleh: Iwan Wahyudi Penulis Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri”   USIANYA masih 19 tahun ketika meraih predikat lulusan terbaik Hogere Burger School (HBS) atau sekolah menengah di seluruh Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada 1903. Dengan kepintaran tersebut setidaknya akan menjadi tiket mulus beasiswa melanjutkan belajar kedokteran ke Belanda. Tapi usulan beasiswanya ditolak. RA. Kartini yang mendapat beasiswa untuk belajar ke Belanda, karena terkendala “tradisi” perempuan tidak boleh sekolah apalagi jauh ke luar negeri, meminta agar beasiswanya dialihkan ke pemuda kelahiran Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat 8 Oktober 1884 itu. Dan dikabulkan pemerintah Belanda. Sang pemuda yang terlanjur layu akibat kecewa oleh kebijakan beasiswa Belanda, malah menolak beasiswa pengganti dari RA. Kartini. Pendiriannya teguh, beasiswa harus berdasarkan kemampuan bukan kasihan. Kepandaian diri, bukan sekadar pengganti. Apalagi siasat kolonialisme bangsa penjajah. Nasionalismenya...

[BELAJAR KEGAGALAN DARI ORANG GAGAL]

Anehkan? Ketika semua orang beramai-ramai mengikuti orang sukses, membaca kisah-kisah keberhasilan para tersohor, mengamalkan tips-tips  jitu mereka yang hebat, kenapa harus belajar pada orang gagal? Setiap orang dimuka bumi ini 100% tak ada yang luput dari kegagalan karena ia adalah hukum alam yang tak bisa dilenyapkan.  Kegagalan seakan menjadi virus yang menakutkan, setiap sekeliling kita ada yang disinggahinya kita menjauhi bahkan membully dan menjadikannya sebuah icon " kamu jangan jadi seperti si x ya, dia itu gagal karena bla....bla...bla...". Ah seakan ķita tak pernah gagal dan kegagalan kita seperti hal yang wajar, namun jika orang lain gagal itu adalah barang tabu, aib, haram. Sesungguhnya mereka yang pernah gagal akan paling mengerti dan menghargai seberapa berharganya nikmat anugerah kesuksesan, dan mereka yang selalu mulus melangkah dalam keberhasilan tak semuanya mampu berdiri kokoh saat di sapa kegagalan. Mempelajari kegagalan orang artinya kita men...