Langsung ke konten utama

[TAK CUKUP COPY, PASTE DAN SHARE JUGA] #NulisRabilulAwal

 


Hidup tak sekadar puas dengan kopi (copy), tapi lipat gandakan kebahagiaan juga kebaikan dengan paste (tempel) dan share (berbagi) hal itu ke banyak tempat, orang dan waktu.
 
Ada kesenangan yang cuma dipendam dalam diri sendiri saja, padahal bisa dibagi tanpa mengurangi. Ada kebahagiaan sekecil apa itu rupanya yang tak boleh berhenti pada diri saja, perlu dilanjutkan kemana-mana. Banyak kebaikan yang kadang sepele, hanya puas untuk "aku" saja. Padahal bisa digandakan tak hingga.
 
Jika memasak dan aromanya hingga masuk rumah tetangga, Rasulullah saw. meminta kita melebihkan kuahnya untuk dirasakan tetangga tersebut.
 
Saat hati patah dan hidup penuh duri sana sini. Kenapa kita perlu senyum saat berjumpa sesama? . Maknai senyum sebagai cara praktis dan gratis bersedekah saat di uji kegagalan dan diterpa kekurangan. Sebagaimana Rasulullah saw. Bilang, senyum pada saudaramu itu sedekah.
 
Ah itu nampak terlalu mencari validasi atau pencitraan dalam kacamata jamaah julid dan gibah. Bahkan dewasa ini akan banyak prasangka. Jangan-jangan ada maunya nih bagi makanan. Idih senyum melulu sok akrab dan cool. Seikhlas apa hati, kadang manusia punya sisi negatif menilai.
 
Kita mungkin perlu mencoba berbagi sembunyi-sembunyi. Tangan kiri tak bisa ngintip tangan kanan berbagi. Boleh dicoba praktekan perkataan Nabi saw. Mendoakan kebaikan orang lain tanpa orang tersebut mengetahuinya. Doa itu kebaikan, bagi yang meminta dan siapa yang dipintakan (orang yang didoakan).
 
Yuuk jangan cuma suka copy, tapi juga paste dan share. (*)
 
Cordova Street A-03. 01092026
#NulisRabiulAwal #NulisRabiulAwal_05 #rehatiwan #rehatiwaninspiring #IWANwahyudi #Kopi #Copy #Paste #Share #Berbagi #Sebar #Tempel
@rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
#reHATIwanInspiring #reHATIwan @rehatiwan Rehatiwan Inspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JEDALAH, DENGARKAN AZAN!] #NulisRabiulAwal

  “Azan bukan sekadar seruan penanda waktu salat, setelah terdengar dibiarkan berlalu. Atau terkerdilkan sebatas alarm penanda, dimatikan kemudian aktivitas dilanjutkan.” Salah satu hikmah waktu shalat lima kali sehari, di lima waktu tersebut kita perlujeda sejenak dari beragam aktivitas duniawi. Manusia bukan robot tanpa istirahat, jiwa dan raga bukan benda mati tak perlu jeda sejenak. Salah satu hal terindah adalah dapat menjawab suara azan. Bukan semata menjawab dengan mendirikan shalat yang bisa saja setelah panggilan itu berlalu beberapa waktu. Bahkan penanda jam istirahat dari rutinitas. Tapi, benar-benar menjawab azan itu dengan kalimat yang sama dengan yang terucap oleh muazin saat itu. Siapa yang menjawab panggilan azan seperti seruan muazin dari dalam hatinya, maka akan masuk surga (HR. Muslim, Abu Daud). Umar bin Khatab ra. menyampaikan sabda Rasulullah saw. itu. Siapa di antara kita yang membuang begitu saja tiket ke surga? Dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. menyampaikan sab...

[AWALI MAKAN DENGAN BASMALLAH] #NulisRabiulAwal

  Betapa sering kita melihat anak kecil yang mau makan lalu berucap, “Ayo baca bismillah dulu” atau “Baca apa dulu sebelum makan anak manis?”. Hal itu entah spontan atau memang sedang mendidik sejak dini atau latah begitu saja, namun merupakan hal yang paling membekas dan mengisi memori mereka. Bisa jadi hal itu terjadi pada kita sendiri waktu kecil. Pernahkah hal sederhana itu, maksudnya menasehati agar sebelum makan membaca basmallah   kita sampaikan pada teman seusia yang telah remaja, dewasa bahkan tua? Atau jangan-jangan malah diri sendiri selalu kelolosan tanpa baca apa pun saat melahap makanan. Membaca basmallah sebelum makan mungkin terlihat biasa, tidak istimewa amat.   Tapi taukah, hal itu yang dilakukan oleh manusia paling mulia teladan kita semua. Rasulullah Muhammad saw. Dari ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,   “ Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia me...