Langsung ke konten utama

[SALAM PAGI 198: TAK ADA KATA JEDA BERBUAT BAIK]

 


Assalamu'alaikum Pagi

"Kapan berhenti berbuat baik? Ketika ada jaminan Anda masuk surga atau ajal Anda telah tiba."

Pagi ini banyaklah tersenyum dan rasakan hingga hati Anda juga tersenyum. Senyum lahir batin. Tentu hal itu akan membuat orang lain juga senang melihatnya kemudian menyukai Anda. Tersenyum dan membuat orang senang dengannya merupakan kebaikan yang tak hanya membuat bahagia sendiri, tapi menjalar kebaikan pada orang lain pula.

“Senyum di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi)

Pagi ini bila sedang sendiri atau tak menjumpai orang sebagai lawan tersenyum. Anda bisa mengisi waktu dengan berzikir dari banyak lafadz zikir yang dianjurkan. Jumlahnya semampu Anda, lamanya sampai Anda sendiri merasa cukup. Dengannya Anda berbuat kebaikan yang juga membuat hidup tenang juga bahagia.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang (tentram).” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Pagi ini cobalah isi wadah dengan air dan simpan di pojok teras atau halaman rumah. Nantinya akan ada hewan: kucing, burung, serangga dan sejenisnya yang singgah untuk minum. Jangan lupa ganti airnya secara berkala agar tetap segar dan tak menjadi sarang nyamuk. Memberi minum dan berbuat baik pada hewan apakah mendapat pahala? Hal itu pernah ditanyakan oleh para sahabat pada Rasulullah saw. Dan beliau menjawab, “Di setiap yang memiliki jantung yang basah (hewan) terdapat pahala.” (HR. Abu Dawud dan Bukhari)

Berbuat baik tak perlu nanti atau menunggu cukup memiliki. Cukup dengan yang ada bahkan tanpa biaya tambahan, karena setiap waktu adalah ruang berbuat kebaikan yang tak mengenal jeda atau dibatasi jam operasional.

“…dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dengan ikhlas.” (QS. Al-Baqarah: 195)


Cordova Street, A-03, 2 Juli  2026
#HappyDay 026#AssalamualikumPagi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #BerbuatBaik  #Kebaikan #Jeda
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

151 [KUAT BERSAMA-NYA]

  Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat tersungkur itu? Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan, tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti. Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat. “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah) Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan sema...

152 [Iblis Menyesatkan Manusia dengan Kejahatan yang Terasa Indah]

  Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.” (QS.Al-Hijr: 39-40) Iblis sudah mendeklarasikan dirinya akan menggoda dan menyesatkan keturunan Adam as. Bahkan telah meminta garansi waktu upaya penyesatan itu dalam jangka panjang hingga hari kiamat. Manusia sebenarnya harus sadar, bahwa pernyataan perang Iblis itu bukan main-main dan dianggap sepele. Mereka akan menggunakan segala sumberdaya dan cara. Mode nampak bahkan jalur kasat mata. Rayuan Iblis selalu menggoda, memoles kejahatan dalam rupa yang indah, memuaskan nafsu, menghadirkan kegembiraan semu bila disadari. Melawan perang yang tak sebanding dengan makhluk satu ini tentu akan membuat kewalahan. Namun, ada satu senjata yang ditakuti mereka. Menjadi hamba-hamba Allah swt yang ikhlas. Cordova StreetA...

148 [JUNI EMPAT PRESIDEN]

  Saya pada awalnya sama dengan kebanyakan orang lainnya, hanya melabeli bulan Juni sebagai bulang Bung Karno. Sebabnya jelas, Presiden pertama RI itu lahir, wafat dan berpidato tentang Pancasila pada bulan Juni. Ternyata kemudian baru sadar tiga Presiden lainnya juga lahir pada bulan Juni. Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Ia menjabat Presiden sejak 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967. Si Bung Besar berpidato tentang Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Ia wafat pada usia 69 tahun di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tanggal 21 Juni 1970. Presiden paling lama menjabat tak lain adalah Jenderal Besar Soeharto. Ia menjabat sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Lahir di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Presiden kedua RI ini tutup usia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie, men...