Betapa sering kita melihat anak kecil yang mau makan
lalu berucap, “Ayo baca bismillah
dulu” atau “Baca apa dulu sebelum makan anak manis?”. Hal itu entah spontan
atau memang sedang mendidik sejak dini atau latah begitu saja, namun merupakan hal
yang paling membekas dan mengisi memori mereka. Bisa jadi hal itu terjadi pada
kita sendiri waktu kecil.
Pernahkah hal sederhana itu, maksudnya menasehati
agar sebelum makan membaca basmallah kita sampaikan pada teman seusia yang telah
remaja, dewasa bahkan tua? Atau jangan-jangan malah diri sendiri selalu
kelolosan tanpa baca apa pun saat melahap makanan.
Membaca basmallah
sebelum makan mungkin terlihat biasa, tidak istimewa amat. Tapi taukah, hal itu yang dilakukan oleh
manusia paling mulia teladan kita semua. Rasulullah Muhammad saw.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila salah seorang di antara
kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk
menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaahi
awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’.“ (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)
Demikianlah adab dalam bersantap, ketika lupa diawal dan
mengingatnya pada pertengahan pun Rasulullah saw. meminta kita mengucap bismillah.
Bahkan dalam hadis lain disebutkan, tiap makanan yang
tidak disebutkan nama kala mencicipinya termasuk makanan setan. Dari Hudzaifah,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh, setan menghalalkan
makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya.”( HR. Muslim)
Begitulah kita, kian dewasa cenderung lupa sesuatu
yang pernah diajarkan pada anak, tapi sering keterusan tidak diterapkan pada
diri sendiri. Berhentilah beralasan karena faktor “U” alias usia. Bukankah
sesuatu yang sering dilakukan berbuah jadi kebiasaan atau habits.
Mengucap basmallah
sesungguhnya tidak mengurangi sedikit pun makanan yang sudah tersedia untuk
kita, padahal makanan itu pun rezeki dari Allah Swt. Bisa jadi selama ini sulit
merasa cukup dan kurang berkah karena kita menyantapnya bersama setan. Wallahu’alam. (*)
28082026
#NulisRabiulAwal #NulisRabiulAwal_03 #rehatiwan #rehatiwaninspiring #MariBerbagiMakna #IWANwahyudi
@rehatiwan Rehatiwan Inspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar