Langsung ke konten utama

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

 


Assalamu'alaikum Pagi

Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat.

Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri,

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40)

Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi dalam ruang pikiran.

“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. Al-Baqarah: 152)

Bila Anda telah melibatkan-Nya dalam hidup, menghadirkan-Nya dalam suka atau duka, pada saat ramai atau sendiri. Maka jangankan kesedihan, permasalahan yang berat, beban yang menumpuk dan ujian yang panjang itu hal mudah bagi-Nya untuk menyudahi dari hidup Anda.

Allah Swt.tidak akan menyia-nyiakan diri Anda, selama selalu mendekatkan diri dan berserah diri pada-Nya.

Ingat pula, “Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung” (QS. Ali-Imran: 173)

Temukan kedamaian bersama hangat mentari pagi ini dan kesejukan udara yang menyegarkan. Jumpai ayat-ayatnya untuk menghibur dan kekuatan melawan kesedihan dan membaliknya menjadi kebahagiaan dalam hari-hari yang Anda lalui.

Cordova Street, A-03, 29 Juli  2026
#HappyDay 027#AssalamualikumPagi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Kesedihan  #TakLarut
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

166 [SEPOTONG ENERGI DAN SETEGUK MOTIVASI]

  Pagi ini saya mencicipi sepotong roti dan segelas kopi. Nikmat sekali, Alhamdulillah… Tak perlu sepiring atau sebungkus roti untuk memulai hari. Kita cuma butuh sepotong energi untuk menyapa pagi. Agar fisik mampu meraba pikiran dan memilah dari akal yang akal-akalan serta kelicikan yang menyusup dalam kepintaran. Untuk tubuh kuat berdiri takbiratul ihram dan sujud mengecup bumi bila panggilan-Nya menggema semesta. Agar langkah tak lama berjeda tapak dan absen dari jejak. Karena kaki bukan untuk berdiri selamanya, ia juga harus melangkah, bergerak menjelajah. Tak perlu segelas bahkan satu teko kopi guna menyentak stagnasi . Kita cuma butuh satu sruput yang menyadarkan dan seteguk yang menggerakan. Untuk mengingatkan kembali tujuan awal dari segala yang membuat berani melangkah, tak ragu memilih dan tak gentar akan resikonya. Agar diri tersadar. Rutinitas bukan candu yang melemahkan dan kehilangan kepekaan pada diri dan sekitar. Semua bukan untuk ditonton atau dibia...

[Chairil Anwar “Pemberontak” yang Ingin Hidup 1.000 Tahun]

Siapa tak kenal Chairil Anwar berarti tak pernah belajar Bahasa Indonesia seumur hidupnya. Saat generasi saya dibangku Sekolah Dasar (SD) mungkin juga masih pada generasi hari ini, apalagi generasi sebelum-sebelum saya pasti telah di  cekoki dan hafal betul sajak-sajak berjudul Aku, Krawang Bekasi dan Diponegoro yang sangat mengalirkan api semangat melintasi berbagai generasi sejak sebelum masa kemerdekaan. Itulah sebagian dari buah ujung pena Chairil Anwar diantara 94 tulisan karyanya semasa hidup yang cuma ditakdirkan hingga usia 27 tahun. Ya, dia mati muda. Dalam catatan HB. Yasin sosok kurus, tirus dan khas dengan matanya yang memerah itu telah melahirkan 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli dan 4 prosa terjemahan. Ia adalah perintis bagi sastra modern Indonesia. Prof. A. Teeuw pernah menyatakan sumbangan terbesar Chairil Anwar adalah keberhasilannya meyakinkan bahwa bahasa Indonesia, bahasa yang pada tahun 1940an masih amat muda itu, ternyata bahasa y...