Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

01 [TAMBAL BAN] 30 Hari Bercerita

  Tadi pagi saya hendak keluar rumah, menapakkan langkah pertama di hari pertama, bulan pertama tahun 2026. Saat akan menaiki motor ternyata ban belakangnya kempes. Saya tidak pernah merencanakannya bocor, tidak juga menginginkannya bocor selama akan mengendarainya. Salah satu antisipasi agar cepat mengatasinya, menyiapkan ban serep. Tapi, motor saya bukan vespa yang menyediakan fasilitas itu. Satu-satunya cara mendatangi tambal ban untuk menyelesaikannya. Dalam hidup demikian, konyol jika cuma, "Jalan aja, tidak perlu persiapan. Nanti di jalan pasti ada aja jalan keluarnya". Sombong amat. Dan ini pasti akan menemui kegagalan. Menempatkan "menambal" sesuatu sebagai strategi utama. Padahal ia langkah darurat saat sesuatu di luar kendali dan melenceng dari perencanaan awal. Nah, mumpung awal tahun, siapkan perencanaan dan target. Minimal resolusi, bukan gaya-gayaan ikut kekinian. Tapi, memang itu kebutuhan agar memudahkan hidup dan menghidupkannya. "Menambal kare...

30 [TERIMA KASIH 365 HARI 2025] Gerimis Desember

  365 hari perihal umur dan usia. Umur sudah ada takdir bilangannya dan tak mungkin kembali juga diputar balik. Usia tentang nilai yang dapat digunakan bahkan melampaui umur biologis.   365 hari tentang yang datang dan berlalu. Waktu 24 jam sehari yang dimiliki semua makhluk bernyawa, sama tanpa terkecuali. Dari penguasa tertinggi hingga rakyat papa. Dari manusia super sibuk hingga pengangguran mager (malas gerak) seharian.   365 hari terkait yang hilang dan tersisa. Kesempatan yang tak mampu dimanfaatkan dan karya yang tak tergoreskan. Sesuatu yang hanya menjadi tutur cerita semata atau warisan yang dapat berbicara menembus masa.   365 hari perkara pertanggungjawaban. Tentang untuk apa usia dilewatkan, perihal dengan apa umur dipergunakan. Tak ada yang gratis. Sang Pencipta memberikannya bukan tanpa sebab. Tujuannya sederhana menjadi hamba. Pembangkangan dan pelanggaran dari titah-Nya adalah pengkhianatan dan melampaui fitrah diri manusia itu sendiri.   365 ha...

29 [BERBURU BUKU HARGA MIRING] Gerimis Desember

  Salah satu tantangan bagi para pecinta buku adalah harga buku yang mahal. Walau mahal itu relatif bagi setiap orang. Bagi rata-rata rakyat Indonesia memang mahal jika dilihat dari pendapatan sebagian besar penduduk negeri ini. Apalagi tidak ada subsidi atau intervensi pemerintah agar kebutuhan buku benar-benar jadi prioritas dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.   Hal yang sama juga terjadi pada rakyat biasa seperti saya. Jika harga buku sudah masuk angka 100 ribu ke atas, tak hanya perlu tarik nafas dalam-dalam, tapi juga rogoh dompet dalam-dalam sambil memotong kebutuhan lain.Berat memang. Solusi yang biasa saya lakukan menunggu saat buku tersebut dijual “miring” alias harga diskon beberapa waktu setelah terbit perdananya, jika tidak mampu mengejar pree-order.   Tips memburu buku harga miring: Pertama , ikuti akun media sosial penulis dan penerbitnya. Di sana segala info tentang buku akan hadir pada kesempatan pertama. Kedua , pelajari kapan penerbit tersebut akan cuc...

28 [ASRAMA NIGHT] Gerimis Desember

  Pada tanggal tanggal 28 Desember yang lalu Asrama Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menggelar “Asrama Night” (AN). Jika tidak salah hitung, sejak 2017, ini AN ke-7. Sempat kosong saat Covid-19. Ada yang beda AN tahun ini, tidak dilaksanakan bertepatan dengan malam pergantian tahun. Entah apa yang melatari, saya tidak terlalu menelisiknya.   Beberapa hari menjelang pergantian tahun 2017 ke 2018, DR. Arief Budi Witarto, M.Eng Pembina Asrama UTS menyampaikan usulan kegiatan malam pergantian tahun dengan konsep: Dialog Refleksi akhir tahun Sumbawa oleh Akademisi dan Pemerintah, pelepasan 100 lampion dan diakhiri dengan shalat Tahajud bersama. Ada waktu kosong antara Dialog denga pelepasan lampion, disiasati dengan pertunjukan oleh penghuni Asrama. Namanya belum AN.   Nama Asrama Night muncul pada pergantian tahun 2018 ke 2019. Konsep Dialog Refleksi Akhir Tahun di hapus karena terasa menjemukan peserta. Diganti penampilan masing-masing lantai asrama. Asrama putr...

27 [TANTANGAN MENULIS 30 HARI] Gerimis Desember

Saya beruntung sejak 2018 menemukan sebuah akun instagram yang memberikan tantangan menulis selama 30 hari dalam sebulan. Ada dua akun atau event menulis sebulan penuh itu.   Pertama, Gerimis30Hari @gerimis30hari. Seperti yang sedang saya ikuti sekarang. Tantangannya dua kali setahun. Rutin pada bulan Desember dan Juni. Kadang di bulan Ramadan juga pernah digelar. Follow up nya, bagi yang berhasil menulis lebih dari 21 hari, salah satu tulisannya bisa diikutkan dalam buku bersama (antologi), tidak wajib membeli.   Kedua, 30HariBercerita @30haribercerita. Ini sekali setahun, khusus bulan Januari saja. Tanpa follow up.   Syarat kedua tantangan tersebut sederhana, menulis 30 hari melalui instagram dengan jumlah kata sebanyak caption di instagram. Ini bukan lomba yang punya iming-iming hadiah. Tidak ada uang pendaftaran yang membuat hitung-hitungan materi. Tanpa sanksi yang membuat terbebani. Lalu genre tulisan bebas dan bisa dirapel, tapi masih dalam rentang 30 hari (bulan) ...

26 [PERPUSTAKAAN] Gerimis

  Pekan lalu saya berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB. Diterima hangat langsung oleh salah satu pustakawannya, H. Arsy Nyakin. Dua tahun lagi pensiun setelah pengabdian sejak awal pengangkatan di Perpustakaan ini. Dedikasi yang sangat luar biasa. Banyak hal yang kami diskusikan tentang perbukuan dan perpustakaan.   “Your library is your portrait. Perpustakaan Anda adalah potret Anda” (Holbrook Jackson. Wartawan, penulis dan penerbit dari Britania Raya,1874 - 1948).   Buku-buku di rumah anda adalah salah satu etalase yang menggambarkan diri anda. Wajar bila banyak yang menebak karakter anda sesuai dengan buku apa yang anda minati. Tak salah buku apa yang anda baca akan mempengaruhi cara anda bertutur dan bagaimana anda berperilaku.   "Perpustakaan yang buruk membangun koleksi, perpustakaan yang baik membangun layanan, perpustakaan yang hebat membangun komunitas." (R. David Lankes, ilmuwan Perpustakaan Amerika).   Tersadar bahwa koleksi buk...

25 [POJOK BUKU KEDAI KOPI] Gerimis Desember

  Kasir adalah titik yang selalu dilewati oleh pembeli. Baik saat memesan, bertanya hingga membayar sebelum akhirnya pulang. Hal senada saya lakukan ketika ke kedai kopi Wood Coffee sore tadi. Saat memesan perhatian saya juga tertuju pada rak di sisi kirinya yang berisi beberapa buku. Buku tentang Lombok, traveling hingga cerita.Tidak banyak jumlahnya.   Penempatannya yang didekat kasir pasti memiliki alasan trategis sebagaimana produk lain dilingkaran kasir. Ia langsung masuk pada psikologi konsumen. Meningkatkan perhatian, pembelian implusif atau tambahan kecil. Sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya.   Cara ini sangat keren untuk “mencuri” perhatian pada buku diruang publik yang tidak dikhususkan untuknya. Selain itu sambil menunggu pesanan tiba atau teman duduk datang, buku bisa menjadi alat membunuh waktu yang membosankan. Walau magnet gawai sangat membius dan membuat candu saat ini.   Ruang publik milik pemerintah selayaknya memiliki “Pojok Baca atau Pojok ...

24 [DIALOG DUA BUKU] Gerimis Desember

  Suatu pagi di tengah suara rintik hujan yang awet di bulan Desember. Dua buah buku yang baru bertemu di sudut perpustakaan daerah dengan ditemani secangkir kopi saling menyapa.   A: Hai Bro baru sampai ya? B: Iya, baru keluar dari percetakan langsung diantar oleh penerbit ke sini. Kamu, sudah lama tiba Bro? A: Baru beberapa hari ini. Penerbit saya agak malas. ISBN keluar bulan September, baru bulan Desember diantar kemari. B: Wah selow sekali kalian. Biasanya yang seperti itu pasti proyek pemerintah. Semua seakan adu cepat dengan tutup buku bulan Desember. A: Benar banget Bro. Yang penting tidak melanggar aturan dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Kemarin ada yang lebih dulu sampai dari kita sampe sini, tapi langsung dibungkus kembali dan entah dibawa kemana. Katanya isi bukunya plagiat dari karya orang lain. B: Busyet, ada juga ya begituan sampai ke sini. Tidak tau malu, sudah ambil isi kepala orang, terus seenak perutnya ngaku karya dia. Semoga yang berwenang bersika...

23 [KORBAN AKIBAT TEPAT WAKTU] Gerimis Desember

  Sering kali dapat janji palsu. Apa itu? Molor dan menunggu lama dari waktu yang ditawarkan dan disepakati. Memang manusia Indonesia sudah kena virus MOLORISASI akut.   Anda pasti tau. Mulai dari janji ketemuan seseorang atau undangan dari pemerintah. Langka rasanya jika dicantumkan pukul 08.00 wita, kemudian benar-benar jam 08.00 wita acara dimulai. Malah sudah "dipaku" menjadi mindset semua orang, "paling cepat juga mulai jam 08.30 ini". Akhirnya semua menghina kedisiplinan secara berjamaah, padahal sebuah kesalahan fatal dan akan menjadi kebiasaan buruk. Ya, kebiasaan molor yang disepakati secara tidak tertulis.   Saya beberapa kali jadi korban, perilaku tidak terpuji itu. Pernah datang 10 menit sebelum jam yang disepakati. Bodohnya saya, masih kolot dan belum beradaptasi dengan virus jahat itu, pernah menunggu hingga satu jam baru panitia hadir dan tambah satu jam lagi menunggu para peserta, baru acara dimulai. Padahal di undangan saya tercantum sebagai "P...

20 [GERAK TERUS, JANGAN TERGERUS] Gerimis Desember

  Ada sebuah ungkapan yang pernah saya tempel pada sampul depan binder ketika kuliah dulu, “Penuhi hati kalian dengan kerinduan beramal.” (Hasan Al-Banna) Beramal berarti berbuat baik. Berbuat baik bukan berarti berhenti. Keduanya kata kerja, kata gerak. Ciri manusia yang hidup adalah masih bergerak. Bergeraklah agar memberi makna, karena diam itu mematikan. Bahkan mati sebelum ajal itu sendiri datang. Bergerak pula bukti eksistensi, keberadaan seseorang yang menolak tergerus oleh dinamika hidup yang penuh dengan intrik dan seleksi. Maka teruslah berdenyut, jangan hanyut. Sebaik-baik manusia yang memberi arti bagi manusia lainnya. Artinya jangan berhenti berbuat baik sekecil apa saja, terlihat atau tersembunyi dari mata manusia, apalagi bidikan kamera dan media. Jangan lelah berkarya. Tak semua karya akan 100% menuai pujian, karena tak ada karya yang sempurna, Kesempurnaan hanya milik Allah swt. Kritik dan masukan sebuah apresiasi untuk lebih baik lagi. Celaan tak harus didengar. S...

16 [LAWAN PLAGIARISME] Gerimis Desember

  Hari itu Senin 17 Februari 2014 Anggito Abimanyu (sekarang Wakil Menteri Keuangan RI) menggelar jumpa pers dan menyatakan diri mundur (bukan dipecat) sebagai dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Apa sebab? Tulisan Anggito pada opini harian Kompas tanggal 10 Februari 2014 berjudul “Gagasan Asuransi Bencana” dituding plagiarisme dari tulisan Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan dengan judul “Mengagas Asuransi Bencana” yang dimuat pada koran yang sama pada 21 Juli 2006. Anggito mengaku keliru mencantumkan referensi dalam karya tulisnya, khilaf dan minta maaf. Kok sampai mundur segala? “Demi mempertahankan kredibilitas UGM, dengan nilai-nilai kejujuran, integritas dan tanggungjawab akademik, saya telah menyampaikan mundur sebagai dosen.” (Anataranews.com, 17/02/2014) Plagiarisme atau penjiplakan adalah pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencu...

15 [SETEGUK AIR] Gerimis Desember

  Salah satu waktu ternikmat meneguk air ialah ketika berbuka puasa, setelah seharian menahan dahaga. Dan air di kala itu bukan sekadar menyegarkan, tapi juga menyehatkan dan bernilai ibadah sesuai dengan yang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah berbuka puasa dengan kurma basah ( ruthab ), jika tidak ada beliau ganti dengan kurma kering ( tamr ). Dan jika kurma tidak ada, beliau meminum seteguk air. “Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air“ ( HR. Abu Dawud , Ad-Daruquthni dan Al-Hakim) Air menjadi penting bagi kesehatan karena berfungsi sebagai pembersih usus manusia yang alamiyah, hal itu tidak terbantahkan hingga saat ini. Imam Ibnul Qayim ra dalam Ath-Thibb an-Nabawy menjelaskan tentang hadis di atas, lambung kosong saat berbuka puasa, tidak ada yang b...

14 [MENGINTIP DARI GUNTINGAN KORAN] Gerimis Desember

  Generasi 2000an dan sebelumnya salah satu akses mendapatkan informasi yang lengkap dan murah adalah melalui media cetak. Walau kalah cepat dengan radio dan televisi, tapi memudahkan cara mendokumentasikan dan mengarsipkannya. Kala itu mahal sekali bahkan selain jurnalis dan kaum tajir, tidak ada yang memiliki alat perekam. Intinya media cetak murah dan mudah. Jangan heran jika manusia zaman itu gemar menggunting koran, majalah atau buletin. Selain informasi pastinya poster ukuran besar idola bisa didapatkan dan ditempel pada dinding kamar. Setelah tahun berganti dan masa berubah, jika dilihat kembali guntingan-guntingan informasi itu, kita dapat mengintip banyak hal. Peristiwa dan nostalgia dengan segala fakta yang direkam oleh para pewarta dengan tingkat ketelitian tinggi. Salah tulis, tak bisa seketika meralatnya. Menunggu edisi terbit berikutnya. Perguntingan media cetak itu, saya kenal dengan istilah Kliping. Kliping adalah kumpulan potongan informasi (artikel, gambar, berita...

13 [SAKIT DAN MINDSET] Gerimis Desember

  Akhirnya harus konsultasi ke dokter setelah tiga hari mencoba survive dengan batuk dan radang tenggorokan. Biasa akhir-akhir ini penyakit musim cuaca tak menentu banyak mencari tempat di masyarakat, macam batuk, flu, radang, demam dan sekawanan nya. Dan saya beruntung beberapa dokter tempat meminta "racikan" penyembuh selalu memberi ruang bertanya dan dapat pencerahan lebih banyak dari waktunya memeriksa di atas ranjang pemeriksaan. Saya sampaikan, coba-coba saya lihat di dunia maya tentang sakit yang diderita. Terkait penyebab, gejala, efek samping dan pengobatannya. Si dokter memberi saran agar tidak sepenuhnya mengikuti hal itu. Sebab tanpa didasari pemeriksaan terhadap pasien yang membaca, tiap pasien tidak sama persis gejalanya. Apalagi kemudian video-video di media sosial itu mempengaruhi mindset dan alam bawah sadar hingga menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan berlebihan pada sakit yang di derita. Ujungnya kepikiran dan membuat tubuh lebih cepat drop. Kami tutup ...

12 [BUKU KARYA KOMUNITAS] Gerimis Desember

  Buku karya para pegiat menulis tentu sudah biasa. Buku karya komunitas literasi, itu harus karena merupakan pembuktian. Buku tulisan komunitas menulis, tidak aneh. Yang malahan aneh jika komunitas menulis tidak memproduksi tulisan dan melahirkan buku karya. Bulan lalu alhamdulillah bersua dengan buku "Bukan Kisah Biasa, Perjalanan Cinta Para Pejuang Al-Qur'an" dan berjumpa salah seorang penulisnya Mbak Rahayu Praya Ningsih . Bukunya masih hangat, terbit bulan November lalu. Berisi 25 tulisan dari 14 penulis pegiat Al-Qur'an pada Graha Alquraniyah Mataram. Isinya terkait kisah-kisah inspiratif dan berenergi yang tercecer dari aktivitas mereka pada zona pengabdiannya tersebut. Walau saya dulu pernah membaca cemoohan seorang akademisi, "Nulis buku kok banyak sekali penulisnya?". Saya dalam hati bertanya balik, "Emang ada larangannya dan haram?". Mungkin si akademisi lupa ini buku, bukan jurnal yang punya batasan jumlah penulis. Selalu angkat to...

07 [EMAS ACEH UNTUK INDONESIA] Gerimis Desember

  Pada 16 Juni 1948, Presiden Soekarno berpidato di Kutaraja (sekarang Banda Aceh), salah satu isinya meminta rakyat Aceh menyumbang untuk Republik yang masih rentan karena kekosongan kas negara. Kemudian para Teungku dan tokoh Aceh ikut turun tangan, diantaranya Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan pengaruhnya dan Teungku Nyak Sandang yang saat itu masih berusia 23 tahun, berinisiatif menjual emas dan tanah miliknya. Kemudian diikuti oleh para saudagar kaya Aceh hingga rakyat kecil pun banyak berkontribusi menyumbang emas yang disimpannya secara sukarela.   Pada akhir kunjungannya 20 Juni 1948 dari rakyat Aceh terkumpul 20 kilogram emas dan setidaknya tidak kurang 120 ribu dolar Singapura untuk membeli sebuah pesawat Dakota pertama milik republik yang diberi nama RI-001 Seulawah. (Buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri” halaman 22-23). Banjir dan longsor yang menimpa Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara akhir bulan November lalu memakan korban lebih dari 900 jiwa meninggal ...

[TERHIPNOTIS KULINER BUKA PUASA] 74 Hari Menuju Ramadan

  Salah satu waktu yang paling ditunggu saat bulan Ramadan adalah berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Apa saja yang tersaji dikesempatan tersebut terasa nikmat di santap. Momen tersebut selalu dilakukan dengan buka puasa bersama. Baik bersama keluarga, kerabat atau masyarakat umum di Masjid atau pelaksana buka puasa bersama lainnya. Fenomena yang sering terjadi saat buka puasa yaitu “hipnotis” dari menu buka puasa. Hipnotis terkait membelinya dan bagaimana menyantapnya. Berburu kuliner untuk berbuka puasa menjadi aktivitas yang paling ditunggu. Saat itu akan banyak muncul para pedagang musiman yang menjual beragam makanan. Hampir semua jenis makanan tumpah ruah mengisi lapak-lapak para pedagang, dari makanan pembuka, makanan utama hingga penutup. Termasuk masakan daerah yang sulit didapatkan di hari biasa.   Overspending atau  Boros Belanja Pernah Anda merasakan tergoda membeli banyak makanan saat melihat beraneka ragam jenis kuliner yang d...

05 [SUARA TANDA KEHIDUPAN] Gerimis Desember

  “Abang ini cerewet sekali di media sosial. Protes ini, kritik itu, komentar sana, share sini. Apa kurang kerjaan?”, sebuah pernyataan sekaligus pertanyaan yang mungkin ada pada diriAnda.   Suara yang selama ini kita dengar atau sampaikan merupakan gelombang yang tidak bisa merambat melalui ruang vakum (hampa udara). Coba ingat pelajaran IPA atau Fisika saat sekolah dulu.   Manusia diciptakan untuk hidup di ruang yang memiliki udara dalam hal ini oksigen untuk bernafas. Ia mustahil hidup di ruang hampa udara (tanpa tabung oksigen, bukan tumbler ya).   Di era bermedia sosial sekarang, semakin mudah dan cepat untuk setiap orang bersuara. Dibungkam di sana, bisa bunyi di sini. Divakum disini, bisa bersuara di situ. Bersuara tentang dirinya, orang lain atau lingkungannya.   Bagi saya suara adalah ciri manusia itu hidup, karena banyak manusia yang masih bernafas, tapi telah lebih dahulu mati akibat tak berani atau mau bersuara. Jika bukan Anda tak ada orang lain yan...