Tadi pagi saya hendak keluar rumah, menapakkan langkah pertama di hari pertama, bulan pertama tahun 2026. Saat akan menaiki motor ternyata ban belakangnya kempes. Saya tidak pernah merencanakannya bocor, tidak juga menginginkannya bocor selama akan mengendarainya. Salah satu antisipasi agar cepat mengatasinya, menyiapkan ban serep. Tapi, motor saya bukan vespa yang menyediakan fasilitas itu. Satu-satunya cara mendatangi tambal ban untuk menyelesaikannya. Dalam hidup demikian, konyol jika cuma, "Jalan aja, tidak perlu persiapan. Nanti di jalan pasti ada aja jalan keluarnya". Sombong amat. Dan ini pasti akan menemui kegagalan. Menempatkan "menambal" sesuatu sebagai strategi utama. Padahal ia langkah darurat saat sesuatu di luar kendali dan melenceng dari perencanaan awal. Nah, mumpung awal tahun, siapkan perencanaan dan target. Minimal resolusi, bukan gaya-gayaan ikut kekinian. Tapi, memang itu kebutuhan agar memudahkan hidup dan menghidupkannya. "Menambal kare...