
“Abang
ini cerewet sekali di media sosial. Protes ini, kritik itu, komentar sana,
share sini. Apa kurang kerjaan?”, sebuah pernyataan sekaligus pertanyaan yang
mungkin ada pada diriAnda.
Suara
yang selama ini kita dengar atau sampaikan merupakan gelombang yang tidak bisa
merambat melalui ruang vakum (hampa udara). Coba ingat pelajaran IPA atau
Fisika saat sekolah dulu.
Manusia
diciptakan untuk hidup di ruang yang memiliki udara dalam hal ini oksigen untuk
bernafas. Ia mustahil hidup di ruang hampa udara (tanpa tabung oksigen, bukan tumbler
ya).
Di
era bermedia sosial sekarang, semakin mudah dan cepat untuk setiap orang bersuara.
Dibungkam di sana, bisa bunyi di sini. Divakum disini, bisa bersuara di situ.
Bersuara tentang dirinya, orang lain atau lingkungannya.
Bagi
saya suara adalah ciri manusia itu hidup, karena banyak manusia yang masih
bernafas, tapi telah lebih dahulu mati akibat tak berani atau mau bersuara.
Jika bukan Anda tak ada orang lain yang mau bersuara persis seperti isi hati
dan sekuat Anda memperjuangkannya.
“Suara dan manusia sama-sama dapat berbunyi dan
hidup di tempat ada udara. Hanya manusia hampa yang tidak bisa bersuara.”
05 Desember 2025
#gerimis30hari
#gerimis_des25_05 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_
@rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar