Akhirnya harus konsultasi ke dokter setelah tiga
hari mencoba survive dengan batuk dan radang tenggorokan. Biasa akhir-akhir ini
penyakit musim cuaca tak menentu banyak mencari tempat di masyarakat, macam
batuk, flu, radang, demam dan sekawanan nya.
Dan saya beruntung beberapa dokter tempat meminta "racikan" penyembuh selalu memberi ruang bertanya dan dapat pencerahan lebih banyak dari waktunya memeriksa di atas ranjang pemeriksaan.
Saya sampaikan, coba-coba saya lihat di dunia maya tentang sakit yang diderita. Terkait penyebab, gejala, efek samping dan pengobatannya. Si dokter memberi saran agar tidak sepenuhnya mengikuti hal itu. Sebab tanpa didasari pemeriksaan terhadap pasien yang membaca, tiap pasien tidak sama persis gejalanya. Apalagi kemudian video-video di media sosial itu mempengaruhi mindset dan alam bawah sadar hingga menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan berlebihan pada sakit yang di derita. Ujungnya kepikiran dan membuat tubuh lebih cepat drop.
Kami tutup dengan kesimpulan, sakit tergantung prasangka kita. Kita terlalu berprasangka negatif akan mendatangkan hal negatif lainnya. Kita berprasangka positif dan berobat akan membuat energi untuk sembuh lebih besar dan semesta juga akan berpositif ria pada kita. Bukankah Allah swt tergantung prasangka hambanya.
Sakit jika dibawa lebay makin senang dan betah dia. Bila dilawan dengan optimis dan doa, imunitas kian meningkat dan cepat sembuh. Dan jangan lupa istirahat serta ikuti nasehat dokter lainnya.
#gerimis30hari
#gerimis_des25_13 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar