Salah satu tantangan bagi para
pecinta buku adalah harga buku yang mahal. Walau mahal itu relatif bagi setiap
orang. Bagi rata-rata rakyat Indonesia memang mahal jika dilihat dari
pendapatan sebagian besar penduduk negeri ini. Apalagi tidak ada subsidi atau
intervensi pemerintah agar kebutuhan buku benar-benar jadi prioritas dalam
upaya mencerdaskan anak bangsa.
Hal yang sama juga terjadi pada rakyat biasa seperti saya. Jika harga buku sudah masuk angka 100 ribu ke atas, tak hanya perlu tarik nafas dalam-dalam, tapi juga rogoh dompet dalam-dalam sambil memotong kebutuhan lain.Berat memang. Solusi yang biasa saya lakukan menunggu saat buku tersebut dijual “miring” alias harga diskon beberapa waktu setelah terbit perdananya, jika tidak mampu mengejar pree-order.
Tips memburu buku harga miring: Pertama, ikuti akun media sosial penulis dan penerbitnya. Di sana segala info tentang buku akan hadir pada kesempatan pertama. Kedua, pelajari kapan penerbit tersebut akan cuci gudang alias diskon besar-besaran bukunya. Dari rekam jejak media sosial bisa kita dapatkan info saat berharga itu. Ketiga, sediakan uang jatah belanja buku untuk waktu banting harga tersebut. Keempat, bersabar dan jangan iri karena tidak dapat buku pada awal terbitnya.
Contoh buku “Mohammad Natsir, Negarawan, Guru, Dai Teladan” harga asli 140 ribu dan harga pree order 95 ribu pada September 2025. Saat milad penulis pertengahan Desember lalu buku diskon jadi cuma seharga 60 ribu, nah saya bungkus saat itu. Akhir tahun ini, buku kena diskon 50% alias hanya seharga 70 ribu aja. Infonya dari mana? Media sosial penerbit dan penulisnya.
Selalu ada cara buku bertemu pembacanya, sekere apa pun si pembaca. Yakinlah.
29 Desember 2025
#gerimis30hari
#gerimis_des25_29 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
Hal yang sama juga terjadi pada rakyat biasa seperti saya. Jika harga buku sudah masuk angka 100 ribu ke atas, tak hanya perlu tarik nafas dalam-dalam, tapi juga rogoh dompet dalam-dalam sambil memotong kebutuhan lain.Berat memang. Solusi yang biasa saya lakukan menunggu saat buku tersebut dijual “miring” alias harga diskon beberapa waktu setelah terbit perdananya, jika tidak mampu mengejar pree-order.
Tips memburu buku harga miring: Pertama, ikuti akun media sosial penulis dan penerbitnya. Di sana segala info tentang buku akan hadir pada kesempatan pertama. Kedua, pelajari kapan penerbit tersebut akan cuci gudang alias diskon besar-besaran bukunya. Dari rekam jejak media sosial bisa kita dapatkan info saat berharga itu. Ketiga, sediakan uang jatah belanja buku untuk waktu banting harga tersebut. Keempat, bersabar dan jangan iri karena tidak dapat buku pada awal terbitnya.
Contoh buku “Mohammad Natsir, Negarawan, Guru, Dai Teladan” harga asli 140 ribu dan harga pree order 95 ribu pada September 2025. Saat milad penulis pertengahan Desember lalu buku diskon jadi cuma seharga 60 ribu, nah saya bungkus saat itu. Akhir tahun ini, buku kena diskon 50% alias hanya seharga 70 ribu aja. Infonya dari mana? Media sosial penerbit dan penulisnya.
Selalu ada cara buku bertemu pembacanya, sekere apa pun si pembaca. Yakinlah.
29 Desember 2025
#gerimis30hari
#gerimis_des25_29 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar