Langsung ke konten utama

30 [TERIMA KASIH 365 HARI 2025] Gerimis Desember

 


365 hari perihal umur dan usia. Umur sudah ada takdir bilangannya dan tak mungkin kembali juga diputar balik. Usia tentang nilai yang dapat digunakan bahkan melampaui umur biologis.
 
365 hari tentang yang datang dan berlalu. Waktu 24 jam sehari yang dimiliki semua makhluk bernyawa, sama tanpa terkecuali. Dari penguasa tertinggi hingga rakyat papa. Dari manusia super sibuk hingga pengangguran mager (malas gerak) seharian.
 
365 hari terkait yang hilang dan tersisa. Kesempatan yang tak mampu dimanfaatkan dan karya yang tak tergoreskan. Sesuatu yang hanya menjadi tutur cerita semata atau warisan yang dapat berbicara menembus masa.
 
365 hari perkara pertanggungjawaban. Tentang untuk apa usia dilewatkan, perihal dengan apa umur dipergunakan. Tak ada yang gratis. Sang Pencipta memberikannya bukan tanpa sebab. Tujuannya sederhana menjadi hamba. Pembangkangan dan pelanggaran dari titah-Nya adalah pengkhianatan dan melampaui fitrah diri manusia itu sendiri.
 
365 hari ihwal perlombaan kebaikan tanpa batas. Saya, anda dan kita sedang berkompetisi seluas-luasnya. Menumbuhkan kebaikan, menjalarkan kemanfaatan. Maka, jangan ada kata lelah untuk berbuat, tak ada kata jeda untuk beramal.
 
Terima kasih 2025. Alhamdulillah
 
 
30 Desember 2025
#gerimis30hari
#gerimis_des25_30 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

202 [TUTUP BUKU]

Akhirnya kita tutup serentak bersama, usai halaman terakhir dilewati hari ini. Tapi belum tentu jumlah baris dan paragraf nya sama. Ya, malam ini kita hijrah ke buku yang berbeda lagi. Sambungan dari sebelumnya.  Kita hatamkan bersama, namun beda seberapa banyak yang dapat terserap dalam kepala. Durasi yang sama tak mampu mengintervensi dan mengintimidasi agar semua sama.  Isi tinta di pena kita sama, yang berbeda jumlah karya. Walau pernah juga dalam satu antologi. Kemana hilang atau mangkraknya tinta itu tidak ada urusan. Tak mungkin dicuri orang. Kelalaian dan kemalasan yang merampasnya.  Bersyukur Alhamdulillah atas segala senyum, beristighfar tersebab khilaf, kemaksiatan dan kelalaian. Buku kemarin yang terlewati bukan fiksi.  Tutup buku itu dengan segala episodenya. Usap sesal, siapkan nyala untuk membalas semuanya. Tidak sekadar janji tanpa realisasi, retorika tanpa realita,  Titip buku itu untuk nanti diambil kembali. Bersama buku sebelumnya,...

[HIJRAH SEBUAH KEMESTIAN]

“Para muhajir telah memulainya dengan benar, suatu perpindahan yang beranjak dari kesadaran dan bukan dari kemarahan “ (KH. Rahmat Abdullah) 1437 tahun yang lalu sebuah prosesi perpindahan yang tak biasa dilakukan seorang Nabi penutup Muhammad SAW. Perpindahan meninggalkan kampung halaman tempat entah berapa abad lamanya para leluhur tinggal menetap disana. Meninggalkan tidak sedikit orang yang dicintai dan para kerabat. Sebuah gerakan dari Makkah menuju Madinah. Dari sekedar komunitas kecil di Makkah menjadi sebuah Negara dan Peradaban saat di Madinah. Prosesi ini kemudian dikenal dengan Hijrah. Tahapan perjuangan ini kemudian dijadikan sebuah tonggak penanggalan dalam Islam. Sebuah proses Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat adalah peristiwa yang sangat luar biasa, merubah wajah perjuangan, merubah sebuah metode cara melakukan dan menyebarkan kebaikan hingga semakin menyemesta tanpa kehilangan Ruh dasar keIslaman yang menjadi landasan. Hijra...

137 [MENAKUTI KETAKUTAN]

  Alhamdulillah bisa “numpang” ngopi lagi di kediaman beliau setelah 3 tahun berlalu. Saat saya jadi aktivis mahasiswa dulu, beliau sudah jadi jurnalis surat kabar pertama dan terbesar di NTB, Lombok Pos. Dua pilar demokrasi yang bersinergi. Kami mengawal kritis ala mahasiswa, beliau lewat berita. Dari sana kami lebih akrab. Tiap berkunjung tak lupa saya bawakan buah tangan buku sederhana karya saya. Beliau salah seorang yang sering saya ganggu, untuk dimintai tanggapan isi buku pertama saya dan beberapa buku kemudian. Selain jurnalis, sesekali beliau menulis panjang di laman media sosialnya. Si paling rapih menulis di buku catatan aktivisme sejak masa kuliah ini selalu ada saja ide tulisan yang menarik. Sebab latar itulah saya sering minta wejangan menulis. Berjibaku dengan gerakan mahasiswa sejak ujung era orde baru 1997-1998 yang akhirnya tumbang lewat agenda reformasi. Kemudian menekuni jurnalis dengan berita di rubrik hukum, politik dan pemerintahan tentu tak hanya memerlu...