Langsung ke konten utama

27 [TANTANGAN MENULIS 30 HARI] Gerimis Desember



Saya beruntung sejak 2018 menemukan sebuah akun instagram yang memberikan tantangan menulis selama 30 hari dalam sebulan. Ada dua akun atau event menulis sebulan penuh itu.
 
Pertama, Gerimis30Hari @gerimis30hari. Seperti yang sedang saya ikuti sekarang. Tantangannya dua kali setahun. Rutin pada bulan Desember dan Juni. Kadang di bulan Ramadan juga pernah digelar. Follow up nya, bagi yang berhasil menulis lebih dari 21 hari, salah satu tulisannya bisa diikutkan dalam buku bersama (antologi), tidak wajib membeli.
 
Kedua, 30HariBercerita @30haribercerita. Ini sekali setahun, khusus bulan Januari saja. Tanpa follow up.
 
Syarat kedua tantangan tersebut sederhana, menulis 30 hari melalui instagram dengan jumlah kata sebanyak caption di instagram. Ini bukan lomba yang punya iming-iming hadiah. Tidak ada uang pendaftaran yang membuat hitung-hitungan materi. Tanpa sanksi yang membuat terbebani. Lalu genre tulisan bebas dan bisa dirapel, tapi masih dalam rentang 30 hari (bulan) event itu dilaksanakan.
 
Ada energi yang saya dapatkan mengikuti tantangan semacam ini. Tidak ada keterikatan karena mendaftar dengan nominal tertentu, siapa saja bisa nulis berapa saja atau mundur seketika. Tapi, memang murni melatih kekuatan motivasi dan tanggungjawab diri menyelesikan tantangan.
 
Kemudian tidak ada rewards dari penyelenggara. Ini memang cara bagaimana kita mampu mengatur semua sumber daya agar bisa menulis setiap hari, sesibuk apa pun. Jika sehari kosong, wajib di rapel pada waktu berikutnya. Dan ternyata bisa.
 
Dalam perjalanan, perlu titik untuk mengisi ulang daya dan bekal. Sebaik-baik bekal yang mampu membuat bertahan hingga garis finis.
 
27 Desember 2025
#gerimis30hari
#gerimis_des25_27 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[HAPPY MONDAY]

  Setelah libur akhir pekan biasanya membuat sebagian diantara kita enggan untuk bertemu dengan hari Senin (MONDAY), yang artinya akan bertemu kembali dengan rutinitas, kerja, kuliah, sekolah, tugas dan sebagainya. Tak heran bila sebagian menyebutnya I Hate Monday. Bagaimana caranya agar mengahadapi hari Senin dengan senyuman dan langkah bahagia? Bertemu Senin tentunya kita memiliki persiapan yang lebih panjang dibanding hari lainnya karena ada Weekend sebelumnya. Siapkan rencana dengan matang, buat jadwal kerja yang nyaman dan menyenangkan. Jadwal akan membuat pekerjaan lebih sistematis dan pemenuhan target sesuai dengan prioritas. Hal ini juga dapat mengurangi beban dan tekanan kerja. Penuhi hati dengan optimisme, gimana? Tanamkan bahwa hari Senin adalah kembalinya kita bertemu dengan orang-orang yg kita cintai dan menyayangi kita di tempat kerja dan lainnya. Ia adalah lembaran baru diawal pekan sehingga harus memiliki pesona warna dan rasa yang dapat bertahan selama sepekan. Stu...

[TEH HANGAT] #KulinerRamadan 04

  “Teh berasal dari Cina. Sangat nikmat diminum ketika hangat atau dingin. Minum teh tawar (tanpa gula) secara teratur dapat menurunkan kolestrol dan meredakan stres.”   Saat itu kelas 2 SMP sekolah kelas siang (masuk siang, pulang sore maksudnya). Sekolah dikampung saat musim kemarau dengan bersepeda, di Bima lagi yang terkenal ber matahari tiga saking panasnya.    Bulan sudah memasuki bulan Dzulhijjah, rumah panggung kami sepi, saya sendiri. Orang tua sedang perjalanan ke tanah suci dan adik menginap di rumah kakek, di desa tetangga. Tibalah hari Arafah, 9 Dzulhijjah (sehari sebelum Iduladha). Seperti biasa berkesempatan puasa sunah Arafah. Terasa berat, berangkat sekolah siang bolong ditengah terik, pulang sore dengan sisa tenaga. Menunggu Azan Magrib terasa waktu lambat, perut keroncongan. Makanan berbuka tidak ada yang dingin. Maklum di desa tidak ada yang jual es batu, saat itu satu desa bisa di hitung dengan jari yang punya lemari es. Saya putuskan berbaring u...

[PERJUMPAAN dan MATA PELAJARAN KEHIDUPAN]

  Bila merunut hitungan Pak Lukman Kananga Sila (foto paling kiri) guru matematika ini saya juga kaget. Ternyata sudah 19 tahun kami tidak berjumpa tatap muka. Walau di media sosial sesekali saling menyapa. Menjadi guru itu tetap selalu menguntungkan dunia akhirat menurut saya. Bayangkan setiap hari (kecuali hari libur) mendapat kesempatan emas masuk kelas mengajarkan ilmu bagi para siswa. Bukankah ilmu yang bermanfaat amal jariyah yang tak pernah putus walau yang bersangkutan telah tiada. Yah, selain sisi itu tetap masih terdengar kisah para guru yang belum mendapatkan haknya untuk hidup layak sebanding dengan beban mencerdaskan kehidupan bangsa yang tak lagi ringan dewasa ini. Berjumpa kembali pula dengan Bang Heriyanto (foto tengah) yang hingga sekarang tak berubah kepekaannya pada ketidakadilan dan paradoks yang menjadi realitas rakyat. Energi aktivismenya sejak di kampus dulu tak hilang, bahkan kian menyala aja. Hal terberat selain melawan (menguasai) diri sendiri ad...