Buku karya para pegiat menulis tentu sudah biasa.
Buku karya komunitas literasi, itu harus karena merupakan pembuktian. Buku
tulisan komunitas menulis, tidak aneh. Yang malahan aneh jika komunitas menulis
tidak memproduksi tulisan dan melahirkan buku karya.
Bulan lalu alhamdulillah bersua dengan buku "Bukan Kisah Biasa, Perjalanan Cinta Para Pejuang Al-Qur'an" dan berjumpa salah seorang penulisnya Mbak Rahayu Praya Ningsih . Bukunya masih hangat, terbit bulan November lalu.
Berisi 25 tulisan dari 14 penulis pegiat Al-Qur'an pada Graha Alquraniyah Mataram. Isinya terkait kisah-kisah inspiratif dan berenergi yang tercecer dari aktivitas mereka pada zona pengabdiannya tersebut.
Walau saya dulu pernah membaca cemoohan seorang akademisi, "Nulis buku kok banyak sekali penulisnya?". Saya dalam hati bertanya balik, "Emang ada larangannya dan haram?". Mungkin si akademisi lupa ini buku, bukan jurnal yang punya batasan jumlah penulis.
Selalu angkat topi dan memberi apresiasi bagi mereka yang telah melewati proses untuk menerbitkan karya. Apalagi bukan dari latar manusia bahasa dan sastra, orang-orang pegiat literasi dan komunitas kepenulisan. Mereka telah merobohkan beberapa tembok penghalang dan rasa ketidakmungkinan sekaligus.
Hadirkan dan abadikan kenangan-kenangan dalam buku bersama, tak sekadar foto bersama yang sudah biasa.
Jangan puas dengan karya yang telah lahir, lahirkan lagi "adik-adik" mereka mengisi ruang-ruang literasi agar kian hangat dan memberi cahaya di mana-mana.
#gerimis30hari
#gerimis_des25_12 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar