Langsung ke konten utama

15 [SETEGUK AIR] Gerimis Desember

 


Salah satu waktu ternikmat meneguk air ialah ketika berbuka puasa, setelah seharian menahan dahaga. Dan air di kala itu bukan sekadar menyegarkan, tapi juga menyehatkan dan bernilai ibadah sesuai dengan yang disunnahkan oleh Rasulullah saw.

Rasulullah berbuka puasa dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada beliau ganti dengan kurma kering (tamr). Dan jika kurma tidak ada, beliau meminum seteguk air.

“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air“ (HR. Abu Dawud , Ad-Daruquthni dan Al-Hakim)

Air menjadi penting bagi kesehatan karena berfungsi sebagai pembersih usus manusia yang alamiyah, hal itu tidak terbantahkan hingga saat ini.

Imam Ibnul Qayim ra dalam Ath-Thibb an-Nabawy menjelaskan tentang hadis di atas, lambung kosong saat berbuka puasa, tidak ada yang bisa disuplai oleh liver (hati) keseluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi selain air dan kurma. Karbohidrat pada kurma lebih mudah sampai ke liver. Air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa hingga siap menerima makanan sesudahnya.

Sedangkan DR. Anwar Mufti menambahkan, usus menyerap air yang mengandung gula (kurma) membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk mempercepat pemulihan tubuh yang lemah. Sedangkan kandungan lain memerlukan waktu 3-4 jam untuk diserap oleh lambung.

Meminum seteguk air selain menyehatkan juga bernilai ibadah.
 
15 Desember 2025
#gerimis30hari
#gerimis_des25_15 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

26 [PERPUSTAKAAN] Gerimis

  Pekan lalu saya berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB. Diterima hangat langsung oleh salah satu pustakawannya, H. Arsy Nyakin. Dua tahun lagi pensiun setelah pengabdian sejak awal pengangkatan di Perpustakaan ini. Dedikasi yang sangat luar biasa. Banyak hal yang kami diskusikan tentang perbukuan dan perpustakaan.   “Your library is your portrait. Perpustakaan Anda adalah potret Anda” (Holbrook Jackson. Wartawan, penulis dan penerbit dari Britania Raya,1874 - 1948).   Buku-buku di rumah anda adalah salah satu etalase yang menggambarkan diri anda. Wajar bila banyak yang menebak karakter anda sesuai dengan buku apa yang anda minati. Tak salah buku apa yang anda baca akan mempengaruhi cara anda bertutur dan bagaimana anda berperilaku.   "Perpustakaan yang buruk membangun koleksi, perpustakaan yang baik membangun layanan, perpustakaan yang hebat membangun komunitas." (R. David Lankes, ilmuwan Perpustakaan Amerika).   Tersadar bahwa koleksi buk...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...