Salah satu waktu ternikmat meneguk air ialah ketika
berbuka puasa, setelah seharian menahan dahaga. Dan air di kala itu bukan
sekadar menyegarkan, tapi juga menyehatkan dan bernilai ibadah sesuai dengan
yang disunnahkan oleh Rasulullah saw.
Rasulullah berbuka puasa dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada beliau ganti dengan kurma kering (tamr). Dan jika kurma tidak ada, beliau meminum seteguk air.
“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air“ (HR. Abu Dawud , Ad-Daruquthni dan Al-Hakim)
Imam Ibnul Qayim ra dalam Ath-Thibb an-Nabawy menjelaskan tentang hadis di atas, lambung kosong saat berbuka puasa, tidak ada yang bisa disuplai oleh liver (hati) keseluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi selain air dan kurma. Karbohidrat pada kurma lebih mudah sampai ke liver. Air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa hingga siap menerima makanan sesudahnya.
Sedangkan DR. Anwar Mufti menambahkan, usus menyerap air yang mengandung gula (kurma) membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk mempercepat pemulihan tubuh yang lemah. Sedangkan kandungan lain memerlukan waktu 3-4 jam untuk diserap oleh lambung.
Meminum seteguk air selain menyehatkan juga bernilai ibadah.
#gerimis30hari
#gerimis_des25_15 #rehatiwaninspiring #rehatiwan
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar