Langsung ke konten utama

Postingan

66 [KOPI DAN KERUPUK PENUTUP JAMUAN]

    Minuman utama itu air bening/putih dan makanan pokok itu ya nasi dong. Sedangkan kopi, teh, kerupuk dan sambal itu cuma pelengkap seperti apapun nikmatnya. Jangan dibalik. Jika pola makan tak sesuai peruntukannya akan membahayakan diri si pengkonsumsi, cepat atau lambat. Usai menyantap hidangan makan siang di Perpustakaan Desa Teratak kemarin dengan menu desa yang membuat perut cukup kenyang, sebagai penutup disuguhi kopi oleh pasangan muda penggerak dan pengelolanya kak Munawar Mahmud dan kak Nur Azizah Ilhamiah . Menyeruput kopi pada saat itu sangat pas sekali. Saat kenyang di siang hari akan mempercepat datangnya kantuk, apalagi kami harus balik ke Matatam dengan berkendara motor. Makin tepat kopi hitam pahit menghempas rasa berat di mata. Menemani kopi, ada kerupuk yang sisa suguhan makan siang tadi. Aneh memang biasanya kopi di temani makanan ringan seperti pisang goreng atau jajanan lainnya. Tapi kali ini benar-benar makanan sangat ringan, seringan kerupuk. Saya...

65 [MENGABADIKAN RASA BERSAMA NDOT] 03/30

  Pagi ini, Senin 3 Juni 2024 mendapat undangan dan kesempatan berbagi pengalaman kepenulisan di Perpustakaan DesaTeratak Lombok Tengah. Yang membuat terharu dan sesuatu, pesertanya bukan hanya berdomisili di sekitar Desa Teratak tapi juga Janapria (beda kecamatan) hingga dari Lombok Timur. Kegiatan diselenggarakan oleh ND0T (Nulis dari Nol -terbit) yang digawangi kak Azizah Penulis . Jurus menjadi penulis yang produktif sepanjang pengalaman pribadi saya ada empat : 1.       Keyakinan akan apa yang ditulis. Jika kita sendiri tidak yakin dengan apa yang ditulis, bagaimana pembaca bisa merasakan isi tulisan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Keyakinan ini akan diperkokoh dengan niat, motivasi dan apa manfaat dari menulis. 2.       Semangat menulis. Menulis itu kata kerja dan tentu melalui proses. Bila hanya sekedar, mustahil bisa menyelesaikan tulisan. Mulai dengan mengatur jadwal dan disiplin dengannya. Kemana-mana...

64 [MEMBERI "NYAWA" BUKU] 02/30

  Sebuah foto tetiba masuk dalam pesan. Dua buah buku (Do the Best dan Bind and Spread Love) telah menemui takdir mata pembacanya. Jauh di Sulawesi Tenggara sana, tepatnya di Konawe Selatan. Dalam pelukan ustadz Ashari Abuhair . Setelah dititip melalui adik-adik KAMMI Kendari yang pekan lalu mengikuti Muktamar di Mataram NTB. Kadang yang memberatkan untuk Indonesia Timur itu bukan harga buku, tapi ongkos kirimnya. Yang sama dengan harga buku bahkan lebih mahal melangit lagi. Buku yang menurut pendapat umum merupakan benda mati, sesungguhnya memiliki "nyawa". Ia berasal dari penulisnya dan pembacanya juga untuk penulis dan pembacanya. Buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan hati. Sehingga kata, kalimat dan isinya memiliki "nyawa". Ia menghidupkan dan menggerakan. Sesuatu yang tak berasal dari hati tak akan sampai ke hati dan berumur panjang. Buku akan "bernyawa" panjang jika ada yang membacanya. Sehingga ia tidak hanya dipajang sebagai ben...

62 [PIJAKAN MASA LALU] 01/30

  “Masa lalu bukan tujuan, tetapi pijakan untuk dapat meloncat lebih tinggi di masa depan.” #reHATIwan Walaupun kita dilahirkan oleh masa lalu, bukan berarti terjebak dengan indahnya nostalgia hingga tak perlu berbuat di hari ini untuk masa depan. Romantisme masa lalu dengan kenangannya dapat melarutkan siapapun yang tak memiliki visi hidup untuk terdiam berlama-lama. Bahkan terhenti tanpa disadari. Kegagalan di masa lalu pun akan membuat seseorang trauma berkepanjangan. Cukup jadikan ia kekagetan sejenak kemudian teradar. Apapun masa lalu kita, tatap tegak masa depan. Masa lalu apapun warnanya, gagal atau berhasil. Bagaimanapun rasanya, suka maupun duka. Tetap jadikan ia masa lalu. Sebuah titik pijakan berbuat di hari ini untuk menggapai masa depan. Harapan dan tujuanlah yang membuat kita bergerak terus menerus, berperan dengan penuh keistiqomahan, bertahan dengan kesabaran tak berbilang dan berkontribusi sekuat kemampuan. Mereka yang tak memiliki visi masa depan, k...

61 [ENERGI MENULIS TERGANTUNG NIAT]

  Dibuat asyik dan bahagia aja, karena untuk itu niat kita menulis. Bila menulis cuma kebutuhan kenaikan pangkat atau golongan/jabatan, maka cuma sampai itu saja. Setelahnya nunggu jadwal kenaikan selanjutnya baru menulis kembali. Kalau memulis hanya untuk ikut lomba, ya jika tidak ada lomba tidak tertarik untuk menulis. Jika menulis hanya untuk mendapat hadiah, maka bersiaplah kecewa dan berhenti saat tidak menerima hadiah. Saat keuntungan materi menjadi tujuan menulis, maka pena akan patah bila tulisan tidak viral hingga algoritma medsos tidak naik, karya yang diterbitkan tidak laku dijual dan tiap tulisan tak dinilai dengan uang. Dimana banyak yang ingin foto bareng lalu riuh di media sosial dan berburu bubuhan tandatangan dihalaman buku karya menjadi alasan, maka bersiaplah menalak tiga sekaligus aktivitas menulis saat hal itu tak terjadi padamu. 01062024

59 [PERPUSTAKAAN SEKOLAH TEMPAT NONGKRONG YANG ASYIK]

  Hari ke-3 bersama Kang Syamsudin Kadir   Perpustakaan sekolah saat saya SMP berada pas disamping wc/toilet siswa. Ukurannya sangat minimalis 3mx3m. Hanya ada satu meja besar ditengah dengan dikelilingi kursi. Beberapa rak dengan koleksi buku jadul yang berdebu berada di dinding. Perpustakaan sekolah itu rada gelap, mirip gudang dengan jendela yang minim. Saat diundang ke SMPN 4 Kuripan. Kami di ajak Pak Yanwar Isnaini kepala perpustakaan sekolah untuk singgah di ruangan yang bagi saya gudang ilmu dan sumber inspirasi ide tulisan. Perpustakaan sekolah yang cukup nyaman untuk membaca dan belajar saya rasa ketika masuk kedalamnya. Pencahayaan yang terang karena banyak jendela, juga berfungsi sebagai sirkulasi udara hingga tidak sumpek. Rak buku yang ditata sedemikian rupa hingga mudah mencari dan mengakses buku bacaan. Meja baca besar untuk para pengunjung larut dalam buku bacaannya. Setiap saya diundang mengisi acara, apalagi terkait kepenulisan, selalu memberi cend...

58 [SUMBAWA SIAP MENYALAKAN PENA]

  /UTS) ,   Rahmad . Karena sudah agak malam, maka saya usul agar jumpa besok di Car Free Day (CFD) Mataram. Biar ngobrol lebih panjang sekalian keluarin keringat. Dan besoknya kami bersua dan ngobrol tentang banyak hal. Beberapa hari kemudian setelah pembukaan Muktamar KAMMI , dapat kabar elang muda lainnya Nashih Ulwan ternyata sudah di Mataram mengikuti Muktamar pula. Karena padatnya acara  hingga akhir Muktamar, baru semalam bisa kopi darat. Mereka berdua Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pengurus Daerah KAMMI Sumbawa. Rahmad dari Sulawesi Tenggara dan Ulwan merantau dari Jawa Barat. Karena masih ada kesibukan panitia Muktamar, semalam kami ngobrol hanya 20 menitan.   Obrolan pun sampai pada ide dan rencana mereka untuk para kader KAMMI Sumbawa pada periode ini harus melahirkan buku karya, dimulai dengan pelatihan kepenulisan intensif baik online (daring) maupun offline (kopi darat). Menarik, dan ini yang saya tunggu sejak lama. Para senior mereka yang ...