Langsung ke konten utama

62 [PIJAKAN MASA LALU] 01/30

 


“Masa lalu bukan tujuan, tetapi pijakan untuk dapat meloncat lebih tinggi di masa depan.” #reHATIwan

Walaupun kita dilahirkan oleh masa lalu, bukan berarti terjebak dengan indahnya nostalgia hingga tak perlu berbuat di hari ini untuk masa depan.

Romantisme masa lalu dengan kenangannya dapat melarutkan siapapun yang tak memiliki visi hidup untuk terdiam berlama-lama. Bahkan terhenti tanpa disadari.

Kegagalan di masa lalu pun akan membuat seseorang trauma berkepanjangan. Cukup jadikan ia kekagetan sejenak kemudian teradar. Apapun masa lalu kita, tatap tegak masa depan.

Masa lalu apapun warnanya, gagal atau berhasil. Bagaimanapun rasanya, suka maupun duka. Tetap jadikan ia masa lalu. Sebuah titik pijakan berbuat di hari ini untuk menggapai masa depan.

Harapan dan tujuanlah yang membuat kita bergerak terus menerus, berperan dengan penuh keistiqomahan, bertahan dengan kesabaran tak berbilang dan berkontribusi sekuat kemampuan.

Mereka yang tak memiliki visi masa depan, kehidupannya akan kembali berputar ke masalalu.

Apakah cemen jika bernostalgia? Iya, jika hanya membuat terlena dan tak bisa move on. Tidak, jika ia menjadi spirit pembakar, amunisi penggerak dan pijakan meloncat lebih tinggi di hari ini dan masa depan.

Masih ingat foto kapan dan acara apa ini bang Repi Saja, ktuan Haji Jumahat , Mahlie Tentena ?

01062024

#Gerimis30Hari #Gerimis_Juni24_01 #MariBerbagiMakna #reHATIwan #InspirasiWajahnegeri #IWANwahyudi @gerimis30hari @rehatiwan @Inspirasiwajahnegeri @iwanwahyudi1


Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

  Assalamu'alaikum Pagi Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat. Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40) Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi ...