Langsung ke konten utama

65 [MENGABADIKAN RASA BERSAMA NDOT] 03/30

 


Pagi ini, Senin 3 Juni 2024 mendapat undangan dan kesempatan berbagi pengalaman kepenulisan di Perpustakaan DesaTeratak Lombok Tengah. Yang membuat terharu dan sesuatu, pesertanya bukan hanya berdomisili di sekitar Desa Teratak tapi juga Janapria (beda kecamatan) hingga dari Lombok Timur.

Kegiatan diselenggarakan oleh ND0T (Nulis dari Nol -terbit) yang digawangi kak Azizah Penulis . Jurus menjadi penulis yang produktif sepanjang pengalaman pribadi saya ada empat :

1.      Keyakinan akan apa yang ditulis. Jika kita sendiri tidak yakin dengan apa yang ditulis, bagaimana pembaca bisa merasakan isi tulisan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Keyakinan ini akan diperkokoh dengan niat, motivasi dan apa manfaat dari menulis.

2.      Semangat menulis. Menulis itu kata kerja dan tentu melalui proses. Bila hanya sekedar, mustahil bisa menyelesaikan tulisan. Mulai dengan mengatur jadwal dan disiplin dengannya. Kemana-mana jalan-jalan pastikan ada oleh-oleh tulisan. Menjadikan lingkungan kondusif dengan berkomunitas atau sharing dengan penulis lain. Miliki kompetitor agar saling berlomba menulis. Dan yang terakhir mempraktekan menulis.


3.      Pengorbanan melalui proses menulis. Jadikan menulis salah satu prioritas dalam siklus waktu harian hingga tidak musiman. Konsiten membaca sebagai amunisi baik dengan buku atau berselancar di media sosial. Biasakan membuat kerangka atau outline tulisan. Menyetok tulisan tanpa menunggu momentum. Kemudian ikuti lomba atau audisi menulis.

4.      Keikhlasan menerima hasil dari apa yang ditulis. Tidak semua tulisan mendapat respon postifif tapi yakin ada takdir mata yang Allah siapkan untuk membacanya. Ini adalah kunci apapun yang semua manusia lakukan, termasuk menulis tentunya.

Semangat menajamkan pena, menyalakan kata dan mengabadikan rasa dengan tulisan

Sudahkah kita menulis hari ini?

03062024

#Gerimis30Hari #Gerimis_Juni24_03 #MariBerbagiMakna #reHATIwan #InspirasiWajahnegeri #IWANwahyudi @gerimis30hari @rehatiwan @Inspirasiwajahnegeri @iwanwahyudi1


Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

Pesanan Imam As-Syafi'i Tentang Travelling

Hebatnya pesanan Imam as-Syafi'e tentang travel 🌍✈️❤️ . Merantaulah... Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Tinggalkanlah tanahair dan mengembaralah. Bermusafirlah, nescaya kamu akan mendapat ganti kepada orang yang telah kamu tinggalkan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Aku melihat air menjadi rosak kerana diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran. Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang. Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan. Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, engkau akan temui darjat mulia di tempat yang baru dan engkau bagaikan emas yang sudah terang...