Langsung ke konten utama

Postingan

185 [LEBIH DARI SEPARUH ORANG INDONESIA, MISKIN]

  “Kemiskinan itu bukan status yang membanggakan,bahkan dipelihara, tapi pemacu untuk naik agar lebih baik lagi hingga lepas darinya.” "Jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 68,25 persen atau 194,67 juta jiwa dari total penduduk pada 2024." Begitu sepotong berita dari Kompas. Mau dilihat dari kacamata siapa dulu nih? Kacamata pemerintah, buset berat banget dong tugas gue di periode ini. Biar terpilih lagi pada 2029 nanti harus menurunkan angka warisan periode sebelumnya ini. Program prioritas dengan dana selangit, Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih apa bisa mengatasi sebagiannya? Bisa jadi ya, bisa juga tidak. Bila sekedar tujuan populis saya khawatir akan melorot lagi setelah naik pada titik yang dicitrakan. Semoga berhasil Pak Presiden. Kacamata Kementerian/Dinas Sosial, makin banyak nih dana bantuan sosial yang bakal dikelola dan salurkan. Seharusnya semakin kecil dana yang dikelola Kementerian ini, maka makin berhasil ia menunaikan tugas dan ta...

184 [RUMAH PEMBELAJARAN DAN SEKOLAH KEPEMIMPINAN]

  "Cinta bukan sekadar rasa yang tumbuh. Tapi juga energi yang membuat hidup kita lebih berkualitas. Rutinitas kita punya makna, orang-orang yang tumbuh dengan semangat cinta, setiap potongan waktunya selalu punya makna." (Buku Bind and Spread Love, halaman 16 "Cinta Memberi Makna")   Tiga hari lalu muncul di instagram Sahrel Gunawan postingan persiapan keberangkatan angkatan 257 Beasiswa LPDP S2 Ilmu Politik dan Pemerintahan UGM. Senang membacanya, saya komentar hanya icon nyala api . Di jawab oleh Alumni Ilmu Komunikasi Univeristas Teknologi Sumbawa (UTS) angkatan 2018 itu, "Hikmah dari Rumah Pembelajaran dan Sekolah Kepemimpinan, pak." Sehari kemudian saya telepon memastikan postingan itu dan menanyakan kapan berangkat. Dan tak ketinggalan menanyakan Muhammad Sahidin alumni Psikologi UTS angkatan 2018 yang saat tiba di UTS mereka barengan. Dan mereka juga berasal dari desa yang sama di Sekotong, Lombok Barat. Ternyata juga lolos beasiswa LPD...

183 [STIKER AMUNISI GERAKAN]

  Hingga era tahun 2000 an asesoris organisasi seperti jas, jaket, kaos, stiker, gantungan kunci dan sebagainya menjadi barang mewah bagi seorang aktivis. Selain harus lulus mengikuti pelatihan/training rekrutmen yang lumayan ketat, asesoris di atas sangat sulit di dapat. Memesannya pun keluar kota, Jogja, Malang, Surabaya, Bandung atau Jakarta. Tidak seperti sekarang, bisa dibuat tanpa minimal order dalam waktu sehari. Di dalam kota lagi. Saat itu untuk sekedar print stiker saja sulit. Mahasiswa yang punya komputer dan printer sangat jarang. Salah satu cara mengeksekusi nya di rental komputer dengan biaya yang lumayan. Stiker dapat memerankan fungsi beberapa sekaligus sebagai amunisi gerakan. Jika ada yang masih ingat, dimana tempat favorit menempel stiker bagi para aktivis saat itu? Ada yang di kover buku agenda kerja, pintu masuk kamar kos/kontrakan atau pintu lemari pakaian. Stiker bisa menjadi amunisi sosialisasi gerakan. Ia menjadi media iklan untuk siapapun. Mahasi...

182 [HAJI SOEHARTO]

Pada 16 Juni 1991 atau bertepatan dengan 1411 H, presiden bersama keluarga dan rombongan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan Rukun Islam kelima yaitu Ibadah haji.  Sebagai pejabat negara paling puncak tentu ia mendapat fasilitas negara nomor satu. Tapi, hal itu tidak dilakukan oleh Presiden kedua RI itu. Karena berhaji urusan pribadi, ia menolak dibiayai negara.  Dalam buku "Perjalanan Haji Pak Harto", Jenderal Besar bintang lima yang dimiliki Indonesia ini membiayai seluruh rombongannya, termasuk Paspampres.  Sejak itu di awal namanya tersemat tambahan menjadi H. Muhammad Soeharto.  Terlepas dengan kekurangan selama menjabat presiden terlama sepanjang sejarah Indonesia, 31 tahun dan 70 hari. Keteladanan menolak dibiayai negara saat melaksanakan ibadah haji ini perlu diacungkan jempol dan ditiru oleh pejabat lain di negeri ini.  Soeharto lahir tepat hari ini, 8 Juni tahun 1921 silam. Di desa Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Dan wafat pada 27 Januari 2008...

181 [UPGRADE DIRI SINGKAT DENGAN PAK LUKMAN]

"Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru, dan setiap waktu adalah kesempatan belajar." Setelah empat tahun tidak jumpa darat, akhir bersua juga dengan salah satu dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Pak Lukmanul Hakim As. Kesempatan singkat dari Dzuhur hingga Ashar saya gunakan untuk upgrade diri dari beberapa ilmu yang beliau miliki.  Selain kolega sewaktu di Sumbawa, hubungan kami sudah terjalin saat mahasiswa. Beliau ngampus di Lombok Timur, sedang saya di Mataram. Walau beda ruangan dan basecamp tugas di Sumbawa, tapi usai jam kerja kami sering ngopi bareng sambil bertukar ilmu terkait literasi dalam arti luas. Meng-upgrade diri adalah proses mengembangkan diri yang berkelanjutan untuk menjadi lebih baik. Tahapan meningkagkan kualitas diri ini melibatkan berbagai cara: mengenal diri, memiliki tujuan, mengembangkan potensi dan kebiasaan positif.  Mengenal diri menjadi langkah utama dan pertama. Siapa yang mengenal diri, ia dapat mengendalikan dan melejit...

180 [AKU CEMBURU PADA SAPI]

  Kemarin saya menyaksikan penyembelihan sapi kurban. Kemudian dagingnya dibagikan pada yang berhak. Sapi itu bagian dari ibadah kurban sekali setahun yang disyariatkan dalam Islam. Saya melihat sapi itu pasrah sekali. Sapi masuk golongan hewan, tak ada kewajiban padanya untuk beribadah sebagaimana layaknya manusia, juga tidak akan ditimbang kebaikan dan keburukan selama hidupnya. Yang ditimbang beratnya sebagai patokan harga jual hewan kurban. Saya tersentil, sapi rela membantu manusia melaksanakan ibadah pada Rabb nya. Kok saya diminta cuma seonggok harta buat dibelikan hewan kurban, tapi alasan untuk memunda tak kurang panjang. Sapi yang tidak berpakaian bisa menunjang ibadah manusia. Malah manusia mencampakan perintah Tuhan untuk menutup tubuh dan berpakaian. Mempertontonkannya di tempat umum tanpa rasa risih dan salah. Dunia memang terbaik. Apa karena efek susu sapi? hingga berperilaku ala-ala sapi. Sapi pasang badan bahkan nyawa untuk dikurbankan. Eh kita pasang badan...

176 [SELAMAT JALAN PUA USMAN D GANGGANG]

"Usia boleh tua, jasad bisa hilang, tapi setiap tulisan dan amal akan terus mengabadi sampai hari akhir nanti. Selamat Jalan Pua Usman D Ganggang." Berita kepergian beliau untuk selamanya baru saya terima kemarin siang. Kaget dan sedih, pastinya. Pagi, siang hingga sore kemarin memang agak sedikit padat aktivitas. Jadi kurang lirik media sosial.  Pertemuan dengan beliau terakhir kali tanggal 3 Oktober 2024 silam. Siang itu menjelang Dzuhur saya chat menanyakan kondisi dan waktu luang sekitar jam satu siang. Beliau iya kan, dan meluncurlah ke kediaman beliau di Sadia Kota Bima, dengan terlebih dahulu singgah di Alf*m*rt sekadar membeli makanan ringan sebagai buah tangan.  Beliau menyambut hangat dan menyuguhkan secangkir kopi yang kian mengakrabkan obrolan. Beliau baru keluar dari RSUD Bima setelah dirawat inap 4 hari. Saya bertanya sejak kapan dan bagaimana dulu ceritanya bisa tinggal di Bima dari NTT? Tahun 90 an pasca Timor Timur (sekarang negera Timor Leste) ke...