"Usia boleh tua, jasad bisa hilang, tapi setiap tulisan dan amal akan terus mengabadi sampai hari akhir nanti. Selamat Jalan Pua Usman D Ganggang."
Berita kepergian beliau untuk selamanya baru saya terima kemarin siang. Kaget dan sedih, pastinya. Pagi, siang hingga sore kemarin memang agak sedikit padat aktivitas. Jadi kurang lirik media sosial.
Pertemuan dengan beliau terakhir kali tanggal 3 Oktober 2024 silam. Siang itu menjelang Dzuhur saya chat menanyakan kondisi dan waktu luang sekitar jam satu siang. Beliau iya kan, dan meluncurlah ke kediaman beliau di Sadia Kota Bima, dengan terlebih dahulu singgah di Alf*m*rt sekadar membeli makanan ringan sebagai buah tangan.
Beliau menyambut hangat dan menyuguhkan secangkir kopi yang kian mengakrabkan obrolan. Beliau baru keluar dari RSUD Bima setelah dirawat inap 4 hari. Saya bertanya sejak kapan dan bagaimana dulu ceritanya bisa tinggal di Bima dari NTT? Tahun 90 an pasca Timor Timur (sekarang negera Timor Leste) kerusuhan dan merdeka kemudian ia merantau ke Bima. Kemudian mengajar di sekolah dan beberapa kampus di Bima.
Ketika saya berikan buku "Bind and Spread Love" wajahnya gembira sekali. "Bung terbitkan dimana bukunya? Saya ada juga naskah ini." dengan senyumnya yang khas dan semangat ia bertanya. Akhirnya kami salaman untuk berkolaborasi. Namun, niat itu belum kesampaian hingga ia menghembuskan nafas terakhir hari Selasa Pagi, 3 Juni 2025 di RSUD Komodo, Merombok, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat NTT.
Tampilannya nyentrik membuatnya berbeda dengan yang lain dan mudah dikenali. Sangat produktif menulis karya sastra maupun opini di media massa. Saya ingat betul pertama kali jumpa darat, setelah lama kenal di dunia maya pada sekitar Mei 2016 di Falcao Cafe, Kota Bima saat ada acara diskusi kebudayaan.
Pria kelahiran Bambon, Sano Nggaong, Manggarai Barat, 15 Februari 1957 silam selalu memberi nasehat dan motivasi dalam berliterasi.
Awal Dzulhijjah 2023 kami kehilangan Bang Alan Malingi, kini di awal Dzulhijjah dua tahun berselang Pua Usman menyusul. Kami ditinggal dua orang pegiat literasi, budaya dan sastrawan Bima.
Usia boleh tutup, jasad bisa saja hilang. Tapi, karya dan amal akan selalu dikenang dan mengalir abadi hingga hari akhir nanti. Selamat jalan Pua.
Cordova Street A-03, 4 Juni 2025
#MariBerbagiMakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #Gerimis30Hari #Gerimis_Juni25_04 #MemungutKataKata #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar