"Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru, dan setiap waktu adalah kesempatan belajar."
Setelah empat tahun tidak jumpa darat, akhir bersua juga dengan salah satu dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Pak Lukmanul Hakim As. Kesempatan singkat dari Dzuhur hingga Ashar saya gunakan untuk upgrade diri dari beberapa ilmu yang beliau miliki.
Selain kolega sewaktu di Sumbawa, hubungan kami sudah terjalin saat mahasiswa. Beliau ngampus di Lombok Timur, sedang saya di Mataram. Walau beda ruangan dan basecamp tugas di Sumbawa, tapi usai jam kerja kami sering ngopi bareng sambil bertukar ilmu terkait literasi dalam arti luas.
Meng-upgrade diri adalah proses mengembangkan diri yang berkelanjutan untuk menjadi lebih baik. Tahapan meningkagkan kualitas diri ini melibatkan berbagai cara: mengenal diri, memiliki tujuan, mengembangkan potensi dan kebiasaan positif.
Mengenal diri menjadi langkah utama dan pertama. Siapa yang mengenal diri, ia dapat mengendalikan dan melejitkan potensinya. Temui keunikan hingga menjadi kekuatan, kenali kelemahan agar dapat diperbaiki. Pastikan hal yang disukai untuk ditekuni. Jangan sampai terjebak dengan trend publik, tapi mengenyampingkan kebahagiaan dengan kepura-puraan yang dipaksakan. Akan tersiksa kehidupan kemudian.
Selanjutnya mengembangkan keterampilan juga pengetahuan yang dimiliki. Banyak cara dan pintu untuk mendapatkannya. Jangan puas dengan ilmu dan pengalaman cuma yang ada sekarang saja.
Pelajari hal baru yang sedang berkembang, agar cepat beradaptasi dengan zaman. Siapa yang tak bisa membaca cara zaman akan lumpuh melangkah bersama masa depan. Keluar dari zona nyaman yang melenakan dan membunuh berlahan. Nokia, Yahoo dan BlackBerry sebagain diantara yang enggan cepat beradaptasi, akhirnya kita tau sendiri bagaimana nasibnya kini.
Belajar hal baru dapat dengan otodidak (mandiri) dengan membaca, memperhatikan dan menonton fenomena yang terjadi. Atau dengan cara berinteraksi dengan orang lain, berdiskusi, ngobrol, berguru, kursus dan sebagainya.
Allah swt Sang Khalik, telah menciptakan manusia sebagai sosok yang kemampuannya selalu harus dikembangkan. Di sisi lain juga IA telah menghamparkan semesta sebagai sarananya. Dengan satu catatan, lakukan sesuai dengan fitrahnya masing-masing.
Saatnya terus tak bosan meng-upgrade diri sebagaimana firman Allah swt,
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11).
Cordova Street A-03, 8 Juni 2025
#MariBerbagiMakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #MemungutKataKata #Gerimis30Hari #Gerimis_Juni25_08 #IWANwahyudi
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar