Langsung ke konten utama

181 [UPGRADE DIRI SINGKAT DENGAN PAK LUKMAN]



"Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru, dan setiap waktu adalah kesempatan belajar."

Setelah empat tahun tidak jumpa darat, akhir bersua juga dengan salah satu dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Pak Lukmanul Hakim As. Kesempatan singkat dari Dzuhur hingga Ashar saya gunakan untuk upgrade diri dari beberapa ilmu yang beliau miliki. 

Selain kolega sewaktu di Sumbawa, hubungan kami sudah terjalin saat mahasiswa. Beliau ngampus di Lombok Timur, sedang saya di Mataram. Walau beda ruangan dan basecamp tugas di Sumbawa, tapi usai jam kerja kami sering ngopi bareng sambil bertukar ilmu terkait literasi dalam arti luas.

Meng-upgrade diri adalah proses mengembangkan diri yang berkelanjutan untuk menjadi lebih baik. Tahapan meningkagkan kualitas diri ini melibatkan berbagai cara: mengenal diri, memiliki tujuan, mengembangkan potensi dan kebiasaan positif. 

Mengenal diri menjadi langkah utama dan pertama. Siapa yang mengenal diri, ia dapat mengendalikan dan melejitkan potensinya. Temui keunikan hingga menjadi kekuatan, kenali kelemahan agar dapat diperbaiki. Pastikan hal yang disukai untuk ditekuni. Jangan sampai terjebak dengan trend publik, tapi mengenyampingkan kebahagiaan dengan kepura-puraan yang dipaksakan. Akan tersiksa kehidupan kemudian. 

Selanjutnya mengembangkan keterampilan juga pengetahuan yang dimiliki. Banyak cara dan pintu untuk mendapatkannya. Jangan puas dengan ilmu dan pengalaman cuma yang ada sekarang saja. 

Pelajari hal baru yang sedang berkembang, agar cepat beradaptasi dengan zaman. Siapa yang tak bisa membaca cara zaman akan lumpuh melangkah bersama masa depan. Keluar dari zona nyaman yang melenakan dan membunuh berlahan. Nokia, Yahoo dan BlackBerry sebagain diantara yang enggan cepat beradaptasi, akhirnya kita tau sendiri bagaimana nasibnya kini. 

Belajar hal baru dapat dengan otodidak (mandiri) dengan membaca, memperhatikan dan menonton fenomena yang terjadi. Atau dengan cara berinteraksi dengan orang lain, berdiskusi, ngobrol, berguru, kursus dan sebagainya. 

Allah swt Sang Khalik, telah menciptakan manusia sebagai sosok yang kemampuannya selalu harus dikembangkan. Di sisi lain juga IA telah menghamparkan semesta sebagai sarananya. Dengan satu catatan, lakukan sesuai dengan fitrahnya masing-masing. 

Saatnya terus tak bosan meng-upgrade diri sebagaimana firman Allah swt,

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11).

Cordova Street A-03, 8 Juni 2025
#MariBerbagiMakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #MemungutKataKata #Gerimis30Hari #Gerimis_Juni25_08 #IWANwahyudi
@gerimis30hari @ellunarpublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring 
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

Pesanan Imam As-Syafi'i Tentang Travelling

Hebatnya pesanan Imam as-Syafi'e tentang travel 🌍✈️❤️ . Merantaulah... Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Tinggalkanlah tanahair dan mengembaralah. Bermusafirlah, nescaya kamu akan mendapat ganti kepada orang yang telah kamu tinggalkan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Aku melihat air menjadi rosak kerana diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran. Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang. Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan. Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, engkau akan temui darjat mulia di tempat yang baru dan engkau bagaikan emas yang sudah terang...