Langsung ke konten utama

Postingan

[SUARA]

Suara itu lahir dari ungkapan yang dibunyikan dari dorongan hati dan pikiran setiap orang. Suara mewakili apa yang dirasa, dipesankan dan diharapkan oleh seseorang. Suara bisa jadi sebuah akumulasi gelisah atas perbedaan antara janji dengan realisasi, harapan dan kenyataan. Ia ibarat pisau yang dapat menikam kembali sang pemilik lidah jika tak sesuai perkataan dan perbuatan. Betapa banyak pemimpin dunia terjungkal dari kemuliaan, jatuh dari singgasananya akibat salah bersuara dan memahami suara yang diwakilinya. Betapa mulia dan berharga tingginya suara hingga pemimpin dari presiden hingga kepala desa dan dusun harus mendapatkan mandat suara rakyat agar bisa berkuasa dan memimpin. Bahkan adigum terkenal dalam bahasa latin yang cukup terkenal dan sering dikutip menempatkan suara rakyat adalah suara Tuhan, "Vox Populi, Vox Dei" Namun pada praktek keseharian suara rakyat ini begitu mudah dilecehkan. Contoh dalam konteks pemilu atau pilkada politik uang hanya mengharg...

[KAMPUNG HALAMAN] 03 Ramadhan

Ia tempat memulai berpijak hingga menghasilkan banyak jejak. Awal dari semua mimpi dan harapan sampai satu persatu menjadi kenyataan. Titik tempat menarik kembali semua kisah nostalgia, perjalanan hidup, asal muasal leluhur hingga identitas yang tak mungkin luntur.  Dari semua perjalanan Ramadhan kita, tak dapat dipungkiri selain nilai spiritual dan sosial yang happy ending dengan gelar taqwa - InsyaAllah- pasti semua berujung pada tempat bernama kampung halaman. Kerinduan pada kampung halaman semakin menjadi tatkala hilal 1 Syawal mulai nampak. Apalagi ini tahun kedua pandemi covid-19 dan pemerintah masih memberlakukan larangan mudik lebaran.  Kampung halaman bisa jadi tempat kita menghabiskan masa kecil atau daerah leluhur kita yang sesekali kita memengoknya. Jangankan kita manusia biasa dengan keimanan yang terlalu sering turun dibandingkan meningkat. Rasullullah Muhammad SAW saat di Madinah saja merindukan tanah Mekkah. " Demi Allah, sesungguhnya engkau (wahai ...

MENGEJAR SORE HINGGA SENJA, Hari Pertama 8 April 2015 Etape Menuju Batas Timur Lombok

Setelah melewati batas kota Mataram kecepatan motor rombongan mulai melaju dengan kencang, ngejoos karena perjalanan sesungguhnya baru dimulai menuju etape batas timur pulau Lombok. Formasi mulai tidak beraturan karena sebagian besar rombongan terputus dengan banyaknya truk dan bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang sama-sama berebut jalan di ruas yang sama. Wajar saja karena jalur yang kami lalui adalah jalan nasional, jalan utama satu-satunya kendaraan menelusuri pulau Lombok dari arah Jawa menuju Sumbawa. Disisi lain rombongan juga lumayan banyak dengan belasan kendaraan sepeda motor ada yang berboncengan maupun mengendara single. Ritme tim juga belum terbentuk utuh karena hanya sedikit arahan perjalanan ketika pembukaan di halaman dinas pariwisata NTB tadi, disisi lain sebagian besar baru saling bertemu untuk pertama kalinya. Setidaknya untuk mengetahui kami ini adalah rombongan selain adanya kaos seragam tambora menyapa dunia yan...

[DUNIA SUNYI YANG NYATA]

Dunia maya dan media sosial membuktikan pada kita bahwa berinteraksi tidak harus berkerumun dan berharap muka. Berkomunikasi melintasi ruang dan waktu tanpa diketahui oleh tetangga bahkan orang disekitar. Nyaris sunyi tapi nyata.  Dibawah tanah yang kita pijak beragam makhluk melakukan aktifitasnya tak terdengar riuhnya tapi mereka bekerja sesuai titah Tuhan sesuai dengan rantai makanan yang diperankan. Sepi tapi nyata.  Sel-sel yang banyak dalam selembar daun melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen bagi kebutuhan makhluk hidup termasuk manusia. Tanpa suara tapi nyata.  Corona yang menjadi pandemi dunia saat ini menyebar ke ratusan negara. Semua gaduh dan panik. Tapi corona tak mengeluarkan bunyi apapun tapi nyata.  Kita diminta diam dirumah baik yang sedang wajib isolasi diri 14 hari maupun yang sehat. Tak cuma rebahan aja, dalam diam itu setidaknya ada hal nyata yang dilakukan dan dapat dilihat atau rasakan oleh orang lain. Sunyi namun nyata dan ber...

[WARNA]

Kadang kita berbeda warna dengan sekeliling. Bisa jadi ia adalah perbedaan fisik yang merupakan faktor genetis anugerah dari-Nya sehingga harus disyukuri dengan kemampuan beradaptasi lingkungan. Boleh jadi perbedaan warna karena murni faktor lingkungan. Ini harus ditopang dengan kemampuan proteksi personal agar warna negatif dari luar tak merusak pesona positif dari dalam, atau kemampuan mempengaruhi lingkungan seperti pelita harus menerangi lingkungan sekitar yang gulita. 16042018 09:28 Kantin Atas #IWANWahyudi #MariBerbagiMAKNA #inspirasiwajahnegeri #BESTSELLERunlimited #KomunitasGerimis www.iwan-wahyudi.net

[TEH HANGAT] 02 Ramadhan

Saat itu kelas 2 SMP sekolah kelas siang (masuk siang pulang sore maksudnya). Sekolah dikampung saat musim kemarau dengan bersepeda, di Bima lagi yang terkenal ber matahari tiga saking panasnya.  Bulan sudah memasuki bulan Dzulhijjah, rumah panggung kami sepi, saya sendiri. Orang tua sedang perjalanan ke tanah suci dan adik menginap di rumah kakek, desa tetangga. Tibalah hari Arafah, 9 Dzulhijjah (sehari sebelum Idul Adha). Seperti biasa berkesempatan puasa sunnah Arafah. Terasa berat, berangkat sekolah siang bolong ditengah terik, pulang sore dengan sisa tenaga. Menunggu Adzan Maghrib terasa waktu lambat, perut keroncongan. Makanan berbuka tidak ada yang dingin (maklum di desa tidak ada yang jual Es, saat itu satu desa bisa di hitung dengan jari yang punya lemari es). Saya putuskan berbaring untuk menghemat tenaga.  Beberapa saat menjelang Maghrib, pintu rumah diketuk bersamaan dengan suara paman mengucap salam. Setelah menjawab salam dan membuka pintu, beliau men...

[TONGGAK-TONGGAK KESAKRALAN RAMADHAN]

" Dalam bulan Ramadhan bertemu dua kesakralan, kesakralan Waktu dan Kesakralan Ibadah (Perbuatan). Saat bobot kesakralan itu besar, berat dan mulia, tentu kita harus menyiapkan diri dengan tidak biasa-biasa saja agar benar-benar menyelami, menyatu dan memperpanjang efeknya hingga 11 bulan kemudian". "Ramadhankan masih 20an hari lagi bang, apa g terlalu cepat nulis tentang Ramadhan?". Ada do'a yang senantiasa diingatkan oleh banyak kalangan untuk menyambut Ramadhan. “Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana.” Yang artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.” Hal ini makin mempertegas sebenarnya sejak bulan Rajab, dua bulan sebelum Ramadhan kita harus mempersiapkan diri. Kesakralan  perbuatan atau amal dapat ditemukan pada ajaran ibadah dalam Islam. Dalam tiap ibadah memiliki banyak syarat, rukun dan hal-hal yang membatalkannya. Dan tak lupa dalam tiap iba...