Suara itu lahir dari ungkapan yang dibunyikan dari dorongan hati dan pikiran setiap orang. Suara mewakili apa yang dirasa, dipesankan dan diharapkan oleh seseorang. Suara bisa jadi sebuah akumulasi gelisah atas perbedaan antara janji dengan realisasi, harapan dan kenyataan. Ia ibarat pisau yang dapat menikam kembali sang pemilik lidah jika tak sesuai perkataan dan perbuatan. Betapa banyak pemimpin dunia terjungkal dari kemuliaan, jatuh dari singgasananya akibat salah bersuara dan memahami suara yang diwakilinya. Betapa mulia dan berharga tingginya suara hingga pemimpin dari presiden hingga kepala desa dan dusun harus mendapatkan mandat suara rakyat agar bisa berkuasa dan memimpin. Bahkan adigum terkenal dalam bahasa latin yang cukup terkenal dan sering dikutip menempatkan suara rakyat adalah suara Tuhan, "Vox Populi, Vox Dei" Namun pada praktek keseharian suara rakyat ini begitu mudah dilecehkan. Contoh dalam konteks pemilu atau pilkada politik uang hanya mengharg...