Saat itu kelas 2 SMP sekolah kelas siang (masuk siang pulang sore maksudnya). Sekolah dikampung saat musim kemarau dengan bersepeda, di Bima lagi yang terkenal ber matahari tiga saking panasnya.
Bulan sudah memasuki bulan Dzulhijjah, rumah panggung kami sepi, saya sendiri. Orang tua sedang perjalanan ke tanah suci dan adik menginap di rumah kakek, desa tetangga. Tibalah hari Arafah, 9 Dzulhijjah (sehari sebelum Idul Adha). Seperti biasa berkesempatan puasa sunnah Arafah. Terasa berat, berangkat sekolah siang bolong ditengah terik, pulang sore dengan sisa tenaga. Menunggu Adzan Maghrib terasa waktu lambat, perut keroncongan. Makanan berbuka tidak ada yang dingin (maklum di desa tidak ada yang jual Es, saat itu satu desa bisa di hitung dengan jari yang punya lemari es). Saya putuskan berbaring untuk menghemat tenaga.
Beberapa saat menjelang Maghrib, pintu rumah diketuk bersamaan dengan suara paman mengucap salam. Setelah menjawab salam dan membuka pintu, beliau menyodorkan secangkir teh hangat. "Untuk berbuka, teh manis cepat memulihkan tenaga" ujar beliau. Benar ucapan beliau, terasa hangat membasahi tenggorokan hingga ke dada saat menyeruput teh hangat manis untuk berbuka. Selama itu saya hanya mengenal berbuka dengan yang manis dan dingin.
Sejak SMA hingga sekarang merantau, teh hangat menjadi pilihan praktis saat berbuka puasa dibandingkan dengan berbagai jenis es termasuk air putih dingin yang sulit didapat saat dikost. Lebih mudah memanaskan air dibanding mendinginkan air.
Al Fatihah buat Almarhum paman yang telah menginspirasi buka puasa dengan teh hangat manis. Sebuah hal sederhana namun menjadi kebiasaan hingga sekarang saat sulit mencari es untuk berbuka puasa. Walau ada es, saya lebih sering minum teh hangat terlebih dahulu agar perut kosong tidak kaget.
Kamu pasti punya cerita spesial dengan menu berbuka juga kan?
14042021
#EnergiRamadhan
#MariBerbagiMakna #CatatanPuasa #LiterasiRamadhan #InspirasiWajahNegeri #Ramadhan #Puasa #reHATIwan #IWANwahyudi
@inspirasiwajahnegeri @iwanwahyudi1
Komentar
Posting Komentar