Langsung ke konten utama

[KAMPUNG HALAMAN] 03 Ramadhan

Ia tempat memulai berpijak hingga menghasilkan banyak jejak. Awal dari semua mimpi dan harapan sampai satu persatu menjadi kenyataan. Titik tempat menarik kembali semua kisah nostalgia, perjalanan hidup, asal muasal leluhur hingga identitas yang tak mungkin luntur. 

Dari semua perjalanan Ramadhan kita, tak dapat dipungkiri selain nilai spiritual dan sosial yang happy ending dengan gelar taqwa - InsyaAllah- pasti semua berujung pada tempat bernama kampung halaman. Kerinduan pada kampung halaman semakin menjadi tatkala hilal 1 Syawal mulai nampak. Apalagi ini tahun kedua pandemi covid-19 dan pemerintah masih memberlakukan larangan mudik lebaran. 

Kampung halaman bisa jadi tempat kita menghabiskan masa kecil atau daerah leluhur kita yang sesekali kita memengoknya. Jangankan kita manusia biasa dengan keimanan yang terlalu sering turun dibandingkan meningkat. Rasullullah Muhammad SAW saat di Madinah saja merindukan tanah Mekkah. " Demi Allah, sesungguhnya engkau (wahai kota Mekkah) adalah negeri ciptaan Allah yang terbaik, sekaligus tanah ciptaan Allah yang paling aku cintai. Demi Allah, kalau bukan karena aku di usir darimu, aku tak akan meninggalkanmu. " (HR. Ibnu Majah) 

Lalu apa kabar kampung halaman kalian saat ini? 

📷 Dokhen Bongkar 

15042021
#EnergiRamadhan
#MariBerbagiMakna #CatatanPuasa #LiterasiRamadhan #InspirasiWajahNegeri #Ramadhan #Puasa #reHATIwan #IWANwahyudi
@inspirasiwajahnegeri @iwanwahyudi1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

161 [ASRAMA DAN SEKOLAH KEPEMIMPINAN]

  Sepenuhnya tidak janjian jumpa berempat. Awalnya cuma dengan Sahrel Gunawan @sahrelgunawan_ mahasiswa pasca sarjana UGM yang sedang mudik liburan. Usai Jumatan Sahrel ketemu Rasdan dan Ramadhan. Akhirnya kami duduk satu meja di gerobak mie ayam samping masjid usai Jumatan. Sahrel Gunawan angkatan 2018, Rasdan dan Ramadan angkatan 2021 Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Rasdan dan Ramadan lulus September 2025 lalu. Sedang Sahrel jadi mahasiswa UGM dengan beasiswa LPDP mulai semester ganjil tahun lalu. Kami nostalgia kehidupan di Asrama Mahasiswa UTS, setidaknya perubahan sebelum dan pasca covid 19. Asrama tak bisa disamakan dengan asrama santri pondok pesantren yang ketat dengan aturan. Atau sebebas ngekos di rumah susun yang sangat longgar tanpa ada kegiatan bersama yang menyatukan. Asrama hingga menjelang covid diperuntukan untuk anak semester satu. Maunya sih semua semester, tapi fasilitas tidak selengkap UI, IPB atau kampus besar di Jawa. Apalagi UTS swasta. Pokoknya...