
Jajanan tradisional ini di Bima, NTB menamainya dengan Koca.
Makanan tradisional kukus yang ditaburi kepala parut diluarnya ini dibuat dari
tepung ketan yang dibulatkan. Diisi denga gula merah merah.
Salah satu sensasi makan koca ialah saat mengunyah di dalam
mulut, gula merahnya akan pecah dan muncrat ke luar.
Jajan pasar satu ini memiliki nama yang berbeda disetiap
daerah. Orang Jawa dan Lombok menyebutnya klepon. Klepon khas Lombok bentuknya
lonjong disebut kelepon kecerit, kata kecerit dalam hal ini
bermakna "muncrat" atau pecah dalam mulut.
Masyarakat Bugis menyebutnya sebagai umba-umba.
Sumatra Barat menamainya onde-onde, masyarakat Sambas, Kalimantan Barat
mengenalnya sebagai kelapon pancit.
Dan masyarakat Banjar menyebutnya kalalapun
atau kelelepon.
Koca atau klepon tidak hanya terkenal di Indonesia. Di
negeri jiran seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Brune Darussalam juga
memiliki jajan serupa. Jangan heran jika ke sana menjumpai makanan penutup yang
satu ini.
Cordova
Street A-03, 28022026
IWAN Wahyudi
#KulinerRamadan #SuluhRamadan #Koca #Klepon #PenerbitPanggita
#EnergiRamadan #JelajahRamadan
#MariBerbagiMakna #CatatanPuasa #LiterasiRamadan #InspirasiWajahNegeri
#Ramadan #Puasa #reHATIwan #IWANwahyudi #reHATIwanInspiring
Komentar
Posting Komentar