Langsung ke konten utama

[ES CENDOL] #KulinerRamadan 09

 


Es cendol menjadi salah satu minuman pilihan favorit orang Indonesia untuk berbuka puasa. Rasanya jangan ditanya lagi, manis, segar, dan tekstur cendolnya yang kenyal.
 
Es cendol miniman asli Indoensia. Tepatnya minuman tradisional khas Jawa. Merupakan inovasi dari dawet yang ditemukan oleh orang-orang Jawa, di sekitar abad 9 hingga awal abad 10.
 
Beberapa daerah di Indonesia memiliki nama sendiri. Di Bima, NTB menyebutnya cendo. Suku Bugis Sulawesi Selatan  mengenalnya dengan cindolou. Sumatera Barat menamainya cindua.
Terkait sejarah kata cendol saya kutip dari sumber Wikipedia sebagai berikut:
 
“Catatan tentang kata cendol atau tjendol dapat ditelusuri pada banyak kamus dan buku abad ke-19 di Hindia Belanda. Salah satu catatan tertua tentang kata tjendol yang diketahui tercantum pada Oost-Indisch kookboek atau buku resep Hindia Timur bertahun 1866. Buku ini memasukkan resep cendol dengan judul "Tjendol of Dawet" yang menandakan bahwa cendol dan dawet digunakan secara bersinonim pada masa itu. Dalam kamus Supplement op het Maleisch-Nederduitsch Woordenboek (1869) oleh Jan Pijnappel (Gz.), tjendol dijelaskan sebagai semacam minuman atau pasta encer yang terbuat dari sagu, santan, gula, dan garam.
 
Dipercaya Cendol pertama kali disebutkan dengan nama Dawet dalam prasasti Taji di Ponorogo pada abad ke 10, kemudian ditulis ulang pada naskah Kresnayana, yang berasal dari abad ke-12 pada masa Kerajaan Kediri. Minuman ini kemudian menyebar ke daerah lainnya seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai media dakwah pada masa kesultanan Demak pada abad 15, serta turut dibawa oleh prajurit Jawa ke Melaka, Malaysia dan Singapura dengan nama Cendol.”
 
Ternyata panjang juga perjalanan salah satu minuman khas Indonesia satu ini.
 
Kalian sudah pernah berbuka dengan es cendol bulan Ramadan kali ini?
 
Cordova Street A-03, 27022026
IWAN Wahyudi
#KulinerRamadan #SuluhRamadan #Cendol #EsCendol #PenerbitPanggita #EnergiRamadan #JelajahRamadan
#MariBerbagiMakna #CatatanPuasa #LiterasiRamadan #InspirasiWajahNegeri #Ramadan #Puasa #reHATIwan #IWANwahyudi #reHATIwanInspiring

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SALAM PAGI 195: KEANGKUHAN ITU KETERBATASAN]

  Assalamu’alaikum Pagi “Saat berjalan angkuh di atas bumi, ingatlah kelak jasadmu akan tenggelam di dalam bumi.” Keangkuhan itu sebenarnya menunjukan kebodohan. Merasa pintar, tapi lupa bahwa masih banyak manusia yang lebih berilmu darinya. Termasuk semesta yang megah ini belum semuanya ia ketahui. Keangkuhan itu sebenarnya membuktikan kepapaan. Merasa berada, tapi tak mampu menghitung seberapa besar nikmat dari-Nya yang cuma-cuma melekat pada dirinya. Keangkuhan itu sebenarnya menampakan kerendahan. Merasa tinggi tak tersaingi, padahal sebuah roda kehidupan akan mempergilirkan posisi di bawah dan di atas. Ia pun tak mampu menghalagi pergantian itu. Keangkuhan itu sebenarnya tanda keterbatasan. Merasa berkuasa tak tergoyahkan. Padahal kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki belum ada seujung kuku yang pernah dianugerahkan pada Nabi Sulaiman as. Keangkuhan itu sebenarnya menipu diri sendiri. Merasa adidaya berjalan di mula bumi, tak sadar saatnya meninggal kelak akan lenya...

154 [TRAGEDI TRISAKTI]

  12 Mei 1998, 27 tahun silam. Empat mahasiswa tewas diterjang peluru tajam dalam aksi damai di dalam kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Peluru itu dari aparat, yang pakaian, uang makan (gaji), dan senjatanya dibeli dari uang pajak rakyat. Mahasiswa yang gugur diujung peluru Tragedi Trisakti berjumlah 4 korban jiwa, yaitu Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, 1978-1998), Hafidhin Royan (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Teknik Sipil,1977-1998), Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri, 1976-1998), dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi, 1975-1998). Saat peristiwa yang memilukan itu terjadi saya baru kelas 2 SMA. Kami yang pernah membaca dan belajar sejarah sejak SD terkait peristiwa gerakan mahasiswa 1966 (pasca G30S PKI) yang kemudian menumbangkan Sokarno, bertanya-tanya bahkan sedikit dihantui rasa takut. Bukan takut karena Soeharto akan turun, tapi kerusuhan yang akan melebar ke berbagai daerah. Jika itu terjadi kembali Soeh...

[BEDUG DAN JUM'AT]

Bedug, bagi saya sangat identik dengan masjid. Salah kenangan masa kecil anda dan kita semua tentang beduq adalah takbiran. Benar bukan? Mencari pengertian Bedug, di Wikipedia memberikan informasi berikut : Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu Shalat. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh. Bedug bagi saya penanda hari Jum'at. Saat dikampung tiap ba'da subuh, selalu masjid menabuh bedug panjang dan diulang pada jam tertentu. Agar sebelum keluar rumah masyarakat mengetahui dan menyiapkan diri bahwa hari itu hari Jum'at. Kemudian hari datanglah pengeras suar...