“Si Manis Jenang
khas Bima yang diburu untuk berbuka puasa .”
Karedo Maci Kandole (KMK) masuk dalam bangsa bubur pada jagad kuliner. Sesuai dengan namanya dalam bahasa Bima “Karedo” artinya bubur, “Maci” artinya manis dan “Kandole” artinya bulat. Sehingga arti dari asal katanya menjadi bubur manis bulat.
Nama lain bubur ini Jenouri atau Januri.
Di daerah lain mirip-mirip Jenang atau Candil. Sangat mudah ditemukan bagi
mereka yang ngabuburit. KMK akan dijejerkan dengan kuliner sebangsanya seperti
bubur kacang hijau, kolak dan cendol.
Karedo Maci Kandole (KMK) masuk dalam bangsa bubur pada jagad kuliner. Sesuai dengan namanya dalam bahasa Bima “Karedo” artinya bubur, “Maci” artinya manis dan “Kandole” artinya bulat. Sehingga arti dari asal katanya menjadi bubur manis bulat.
KMK dibuat dari bahan dasar tepung beras. Tepung beras yang dicampur dengan sedikit air kemudian dibulatkan sedemikian rupa seukuran kelereng dengan tangan. Siapkan santan dan gula merah, masak hingga mendidih. Lalu masukan tepung beras yang sudah dibulatkan tadi, tunggu hingga masak dengan tekstur menjadi kenyal dan kuahnya mengental. KMK siap dihidangkan.
Sebagian ada yang menambahkan topping berupa kacang hijau atau sagu mutiara “mata burung” sesaat sebelum masak sehingga menambah warna dan rasa.
Karedo maci kandole menjadi salah satu pilihan takjil saat puasa. Pas dengan rasanya, “Berbukalah dengan yang manis.”
IWAN Wahyudi
#KulinerRamadan #SuluhRamadan #Karedo #Maci #KaredoMaciKandole#PenerbitPanggita #EnergiRamadan #JelajahRamadan
#MariBerbagiMakna #CatatanPuasa #LiterasiRamadan #InspirasiWajahNegeri #Ramadan #Puasa #reHATIwan #IWANwahyudi #reHATIwanInspiring

Komentar
Posting Komentar