Langsung ke konten utama

[TEH HANGAT] #KulinerRamadan 04

 


“Teh berasal dari Cina. Sangat nikmat diminum ketika hangat atau dingin. Minum teh tawar (tanpa gula) secara teratur dapat menurunkan kolestrol dan meredakan stres.”
 
Saat itu kelas 2 SMP sekolah kelas siang (masuk siang, pulang sore maksudnya). Sekolah dikampung saat musim kemarau dengan bersepeda, di Bima lagi yang terkenal ber matahari tiga saking panasnya. 
 
Bulan sudah memasuki bulan Dzulhijjah, rumah panggung kami sepi, saya sendiri. Orang tua sedang perjalanan ke tanah suci dan adik menginap di rumah kakek, di desa tetangga. Tibalah hari Arafah, 9 Dzulhijjah (sehari sebelum Iduladha). Seperti biasa berkesempatan puasa sunah Arafah. Terasa berat, berangkat sekolah siang bolong ditengah terik, pulang sore dengan sisa tenaga. Menunggu Azan Magrib terasa waktu lambat, perut keroncongan. Makanan berbuka tidak ada yang dingin. Maklum di desa tidak ada yang jual es batu, saat itu satu desa bisa di hitung dengan jari yang punya lemari es. Saya putuskan berbaring untuk menghemat tenaga. 
 
Beberapa saat menjelang Magrib, pintu rumah diketuk bersamaan dengan suara paman mengucap salam. Setelah menjawab salam dan membuka pintu, beliau menyodorkan secangkir teh hangat. "Untuk berbuka, teh manis cepat memulihkan tenaga" ujar beliau. Benar ucapan beliau, terasa hangat membasahi tenggorokan hingga ke dada saat menyeruput teh hangat manis untuk berbuka. Sebelumnya saya hanya mengenal berbuka dengan yang manis dan dingin, belum pernah dengan teh hangat,
 
Sejak SMA hingga sekarang merantau, teh hangat (baik tawar maupun manis) menjadi pilihan praktis saat berbuka puasa dibandingkan dengan berbagai jenis es termasuk air putih dingin yang sulit didapat saat dikos. Lebih mudah memanaskan air dibanding mendinginkan air. 
 
Teh adalah minuman yang mengandung kafeina, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas (Wikipedia). 
 
Teh berasal dari bahasa Cina yaitu Te. Minuman ini dipercaya memiliki segudang manfaat bagi yang meminumnya seperti memperkuat gigi, memperkuat daya tahan tubuh, mencegah tekanan darah tinggi, menangkal kolesterol dan mencegah pertumbuhan kanker. Sedangkan meminum teh tawar memiliki kelebihan tambahan seperti mengontrol kadar gula darah, melancarkan sistem pencernaan, mendukung kesehatan jantung, menurunkan tingkat stress dan kecemasan hingga meningkatkan fokus dan konsentrasi.


 
Namun di balik segala khasiat yang dikandungnya, ternyata teh juga memiliki sejarah, mitos penemuan, dan perkembangan yang sangat unik. Menurut sejarah, teh diperkirakan ditemukan oleh seorang Kaisar Kekaisaran Cina bernama Shen Nung yang hidup sekitar tahun 2737 sebelum Masehi (Republika.co.id). 
 
Al Fatihah buat Almarhum paman yang telah menginspirasi buka puasa dengan teh hangat manis. Sebuah hal sederhana, namun menjadi kebiasaan hingga sekarang saat sulit mencari es untuk berbuka puasa. Walau ada es, saya lebih sering minum teh hangat atau air hangat terlebih dahulu agar perut kosong tidak kaget. 
 
Kamu pasti punya cerita spesial dengan menu berbuka juga kan? 
 
Cordova Street A-03, 22022026
IWAN Wahyudi
#KulinerRamadan #SuluhRamadan #TehHangat #PenerbitPanggita #EnergiRamadan #JelajahRamadan
#MariBerbagiMakna #CatatanPuasa #LiterasiRamadan #InspirasiWajahNegeri #Ramadan #Puasa #reHATIwan #IWANwahyudi #reHATIwanInspiring

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[ES KELAPA MUDA] #KulinerRamadan 03

  “Es kelapa muda, minuman asli Indonesia. Paling segar menemani segala jenis makanan. Apalagi saat berbuka puasa, menjadi pilihan utama.”   Siapa yang tidak pernah menikmati minimal menyicip es kelapa muda sepertinya rugi hidup di Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan, pastinya di pantainya yang begitu panjang banyak tumbuh pohon kelapa. Dan Es Kelapa yang kita bahas kali ini benar-benar minuman asli Indonesia.   Es kelapa muda biasa juga disebut es degan dalam lidah Inggris namanya “ young coconut ice ”. Es yang sangat segar dan bikin jiwa sejuk buat minuman berbuka puasa ini pertama kali saya minum saat kecil di Jakarta. Dan memang cuma disajikan di rumah saat Ramadan aja. Bapak membelinya dalam bentuk utuh kelapa muda. Proses penyajiannya dari membeli di pedagang kaki lima pinggir jalan, mengupas serabutnya, membelah dan mengeluarkan air kelapa sampai mengerok daging buahnya terekam kuat dalam memori saya.   Minuman ini pernah dinobat ke dalam 50 minuman ...

[KURMA] #KulinerRamadan 01

  “Kurma identik dengan Ramadan dan puasa. Padahal menikmatinya tak harus di bulan Ramadan saja dengan kandungan dan manfaatnya yang besar.”   Kuliner hari pertama ini adalah Kurma. Buah yang berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara itu menjadi semacam hidangan wajib saat berbuka puasa. Baik formal resmi hingga rumahan. Hal tersebut tidak jauh dari alasan mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw.   Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhobbi  ra. , dari Nabi  saw. , beliau bersabda, “ Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan tamr (kurma kering). Jika tidak dapati kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan .” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, An Nasai, Tirmidzi)   Waktu kecil dulu, saya kurang suka dengan buah Kurma, terutama saat berbuka puasa. Selain rasanya yang terlalu manis, keluarga yang berislam biasa-biasa saja belum menempatkan kurma sebagai makanan wajib berbuka. Ia kalah dengan makanan dan minuman berbuka lainnya s...