Langsung ke konten utama

Postingan

067 [TAHU ISI] --- Kuliner Buka Puasa

Bicara tahu isi, tak boleh lepas dari sejarah tahu itu sendiri sebagai bahan pokok makanan yang selalu ada dalam menu gorengan ini. Bersumber dari Wikipedia awalnya, tahu ditemukan pada masa Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu oleh Liu An. Wah 22 abad lalu ternyata tahu ini dilahirkan. Melalui jalur perdagangan, tahu diperkenalkan oleh pedagang Tionghoa ke Indonesia sekitar abad ke-10 hingga ke-16. Setelah itu tahu beradaptasi dengan selera dan kreativitas lokal daerah di Indonesia hingga berkembang menjadi berbagai jenis makanan, termasuk tahu isi. Tahu isi dikenal dengan isian sayuran, daging, atau bihun yang dibungkus dalam tahu kemudian sebelum digoreng dilumuri dulu dengan tepung terigu cair yang ditambah daun bawah dan penyedap rasa. Makanan ini bisa menjadi cemilan atau lauk untuk makan, menjadikannya sajian yang disukai masyarakat Indonesia. Pas untuk menu pilihan berbuka puasa anda. Tahu isi makin nikmat dimakan dengan beberapa gigitan cabe. Ada juga yang membu...

065 [NGABUBURIT HEMAT]

  Salah satu yang ditakutkan para anak kos atau rantau dengan isi dompet pas-pasan adalah saat ngabuburit. Salah tempat bisa tergoda dan anggaran bisa kebablasan. Sering banget kalau keluar ngabuburit ke pasar kuliner saya bukan hanya berubah imajinasi rasa, tapi berujung mubazir rasa. Awalnya hanya mau belanja ala kadarnya. Eh malah tak terkendali. Misalnya saja sudah beli es teh, lah kok ikut rayuan perut beli juga es campur. Maksud hati mau efisiensi ketat ala pemerintah agar lebaran bisa beli oleh-oleh lebih banyak, malah jebol. Dan saat berbuka pasti tidak habis itu menu per-ES-an. Untuk Ngabuburit ala ini cuma satu kuncinya biar kas selamat, catat apa yang akan anda beli dan beli cukup yang ada catat saja. Ngabuburit super hemat sudah saya pernah jalani saat kos mahasiswa dulu. Pertama, survey Masjid mana yang adakan bagi takjil dan buka puasa full sebulan. Kemudian pastikan hadir lebih awal dan ikuti kegiatan sebelum berbuka. Masa sih datang cuma beberapa menit menje...

065 [NGABUBURIT HEMAT]

Salah satu yang ditakutkan para anak kos atau rantau dengan isi dompet pas-pasan adalah saat ngabuburit. Salah tempat bisa tergoda dan anggaran bisa kebablasan.  Sering banget kalau keluar ngabuburit ke pasar kuliner saya bukan hanya berubah imajinasi rasa, tapi berujung mubazir rasa. Awalnya hanya mau belanja ala kadarnya. Eh malah tak terkendali. Misalnya saja sudah beli es teh, lah kok ikut rayuan perut beli juga es campur. Maksud hati mau efisiensi ketat ala pemerintah agar lebaran bisa beli oleh-oleh lebih banyak, malah jebol. Dan saat berbuka pasti tidak habis itu menu per-ES-an.  Untuk Ngabuburit ala ini cuma satu kuncinya biar kas selamat, catat apa yang akan anda beli dan beli cukup yang ada catat saja.  Ngabuburit super hemat sudah saya pernah jalani saat kos mahasiswa dulu. Pertama, survey Masjid mana yang adakan bagi takjil dan buka puasa full sebulan. Kemudian pastikan hadir lebih awal dan ikuti kegiatan sebelum berbuka. Masa sih datang cuma beber...

063 [AIR KERAN MASJID KAMPUS]

Ini kisah awal masuk kuliah tahun 2000. Masjid Kampus menjadi tempat istirahat favorit karena berada di antara gedung kuliah dan ruang laboratorium tempat kami praktikum. Masjid ini berjarak sekitar 2 kilometer dari kost saya. Jika mau balik istirahat lumayan capek jalan kaki. Apalagi kebanyakan praktikum di siang hari yang terik.  Di ruang marbot yang satu bangunan dengan sekretariat LDK @ldkunram Baabul Hikmah di samping masjid, juga menjadi tempat saya banyak beraktivitas sebagai anggotanya. Termasuk patungan untuk urusan perut. Masak bersama di rice cooker kemudian lauk urunan masing-masing mengumpulkan uang seadanya.  Nah yang menjadi masalah, saya terbiasa minum air yang direbus (di kampung dan kos biasa merebus air untuk diminum). Sedangkan para pelaku makan urunan ini sudah terbiasa minum air mentah. Saat itu air galon masih menjadi barang mewah dan tumbler (botol air minum) tidak se familiar sekarang. Itu hanya bagi anak usia taman kanak-kanak.  Beber...

062 [BERDOALAH KAPANPUN]

Ketika masih kelas 2 Sekolah Dasar, suatu malam saat terjaga gigi saya terasa sakit sekali. Sudah ganti-ganti posisi tidur tak sedikit pun mereda. Dalam hati sepertinya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Akhirnya bangun dan ke kamar mandi dan berwudhu.  Saya shalat dua rakaat dan kemudian mengambil Al-Qur'an. Membaca beberapa ayat awal surah Al-Baqarah. Kemudian saya khusyu sekali berdoa agar diredakan rasa sakit pada gigi. Beberapa saat kemudian saya bawa berbaring dan gigi sedikit mendingan.  Yah begitulah, saat membutuhkan doa menjadi sarana meminta pertolongan pada-Nya. Ketika sudah tak berdaya dengan usaha manusiawi, baru tersadar ada Allah swt Yang Maha Memberi jalan keluar.  “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. [QS. Ghafir/40 : 60]. Ayat di atas selain anjuran untuk berdoa, Allah memberi jaminan memperkanankannya...

061 [PAHALA BESAR MENAFKAHKAN SEBAGIAN HARTA]

  “Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan nafkahkanlah sebagian dari harta mu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari harta nya memperoleh pahala yang besar. ”   (QS. Al-Hadid: 7) Asal pemilik harta adalah Allah swt, hamba tak ada hak pada harta kecuali hanya mengolahnya dengan pengolahan yang diridhoi-Nya. Balasannya pahala dan surga. Jika harta itu milik kita, kenapa tidak tau dimana ketika harta itu hilang? Jika memang benar pemilik dan penguasa harta itu, pasti tau keberadaan dan persembunyiannya. Jika harta itu milik kita, kenapa harus berpisah ketika meninggal? Harta akan diwariskan sesuai aturan Allah swt, bukan sesuai kemauan kita yang dititipkan. Kaya atau berada itu akan mulia ketika menafkahkan hartanya dijalan Allah swt. Berinfak itu bukan perkara kecil, karena harus melawan cinta terhadap harta yang dimiliki dan belum tentu orang lain merasakan itu. Ada pa...

060 [BERBUKA DENGAN “SI MANIS” KAREDO MACI KANDOLE] --- Kuliner Buka Puasa

  Karedo Maci Kandole (KMK) masuk dalam bangsa bubur pada jagad kuliner. Sesuai dengan namanya dalam bahasa Bima “Karedo” artinya bubur, “Maci” artinya manis dan “Kandole” artinya bulat. Sehingga arti dari asal katanya menjadi bubur manis bulat. KMK dibuat dari bahan dasar tepung beras. Tepung beras yang dicampur dengan sedikit air kemudian dibulatkan sedemikian rupa seukuran kelereng dengan tangan. Siapkan santan dan gula merah, masak hingga mendidih. Lalu masukan tepung beras yang sudah dibulatkan tadi, tunggu hingga masak dengan tekstur menjadi kenyal dan kuahnya mengental. KMK siap dihidangkan. Sebagian ada yang menambahkan topping berupa kacang hijau atau “mata burung” sesaat sebelum masak sehingga menambah warna dan rasa. Karedo maci kandole menjadi salah satu pilihan takjil saat puasa. Pas dengan rasanya, “Berbukalah dengan yang manis.” Rumah Merpati 22, 3 Maret 2025 #KulinerRamadan #BukaPuasa #JelajahRamadan #reHATIwan #reHATIwanInspiring #MariBerbagiMakna #Memungu...